Peristiwa

Asap Karhutla Ganggu Pabrik CEKA di Pontianak, Wilmar Laporkan Dampak Operasional

×

Asap Karhutla Ganggu Pabrik CEKA di Pontianak, Wilmar Laporkan Dampak Operasional

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pabrik Wilmar (CEKA) di Pontianak Terdampak Asap Karhutla - Market

jurnalistik.co.id – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) melaporkan bahwa kegiatan operasional pabrik perseroan di Pontianak terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Dalam keterangannya, CEKA menyebut dampak Karhutla sudah mulai mengganggu kondisi karyawan, terutama karena asap yang memengaruhi pernapasan.

Sekretaris Perusahaan CEKA, Emmanuel Dwi Iriyadi, menyampaikan bahwa gangguan akibat Karhutla dirasakan belakangan ini oleh para pekerja di lokasi pabrik Pontianak.

Selain faktor asap, CEKA juga melaporkan adanya hambatan pada kelancaran operasi pabrik yang berkaitan dengan kondisi perairan. Perusahaan menyebut penurunan debit atau permukaan air Sungai Kapuas terjadi imbas El Nino.

Menurut perusahaan, Alur Sungai Kapuas berperan sebagai jalur utama transportasi distribusi. Peran ini penting karena aliran sungai digunakan untuk mendukung pengiriman bahan baku dari pemasok serta pabrik kelapa sawit.

Dalam konteks operasional CEKA, Sungai Kapuas disebut menjadi sarana pengiriman bahan baku seperti CPO dan Palm Kernel. Pengiriman melalui jalur air tersebut menjadi bagian dari rangkaian pasokan menuju pabrik perseroan.

Dengan turunnya debit atau permukaan air, kinerja distribusi lewat jalur sungai berpotensi mengalami gangguan, sehingga proses pengiriman bahan baku dapat tidak berjalan seperti biasanya. Dampak tersebut kemudian dapat berpengaruh terhadap kesinambungan operasional pabrik.

CEKA juga menegaskan bahwa Sungai Kapuas tidak hanya digunakan untuk suplai bahan baku. Sungai itu sekaligus berfungsi sebagai jalur pengangkutan produk-produk hasil pengolahan pabrik ke pihak lain.

Lebih lanjut, jalur transportasi melalui Sungai Kapuas dipakai untuk mengirimkan produk olahan kepada distributor maupun konsumen. Dengan demikian, perubahan kondisi sungai dapat berdampak pada tahap distribusi setelah proses pengolahan di pabrik berlangsung.

Dalam laporan operasional tersebut, perusahaan mengaitkan dua sumber gangguan yang muncul secara bersamaan, yakni dampak asap Karhutla terhadap karyawan dan perubahan kondisi air Sungai Kapuas akibat El Nino yang memengaruhi aktivitas pabrik.

Melalui pelaporan ini, CEKA menempatkan peristiwa Karhutla serta imbas El Nino sebagai faktor yang sedang memengaruhi jalannya kegiatan operasional di Pontianak, baik dari sisi kondisi kerja karyawan maupun dari sisi dukungan logistik distribusi.

Bagi operasional pabrik, pernyataan CEKA menekankan bahwa jalur Sungai Kapuas menjadi komponen penting dalam rantai pasokan, mulai dari pengiriman bahan baku CPO dan Palm Kernel hingga pengiriman produk olahan kepada distributor maupun konsumen.

Dengan demikian, laporan perseroan memuat gambaran bahwa gangguan tidak hanya muncul dari aspek lingkungan di sekitar lokasi pabrik, melainkan juga dari perubahan kondisi perairan yang memengaruhi proses distribusi melalui Sungai Kapuas.

Perseroan juga menggambarkan bahwa gangguan yang timbul dari karhutla tidak berhenti pada aspek lingkungan semata. Perusahaan menilai kondisi asap ikut memengaruhi aktivitas harian di area pabrik, sehingga operasional yang sebelumnya berjalan rutin menjadi lebih berisiko terganggu.

Di sisi lain, CEKA menyoroti bahwa perubahan parameter perairan yang terjadi di Sungai Kapuas dapat mengubah ritme pengiriman. Ketika debit atau permukaan air menurun, kinerja pelayaran yang mendukung aktivitas produksi dan distribusi berpotensi tidak optimal dibanding kondisi normal.

Perusahaan menyebutkan bahwa alur sungai tersebut merupakan bagian dari mekanisme pasokan yang saling terhubung. Suplai bahan baku yang bergantung pada transportasi air, termasuk kebutuhan terkait bahan dari perkebunan dan pabrik kelapa sawit, menjadi elemen yang perlu dijaga agar alur produksi tidak terhambat.

Dengan adanya dua faktor yang berjalan bersamaan, CEKA menempatkan peristiwa karhutla dan dampak El Nino sebagai bagian dari kondisi yang sedang berlangsung. Kombinasi hambatan pada sisi tenaga kerja dan sisi logistik membuat perseroan perlu mempertimbangkan kelangsungan proses produksi serta kelancaran pengiriman produk ke pihak lain.