jurnalistik.co.id – Chester Zoo mengakui terjadi kekeliruan saat mempromosikan tur bus keliling hewan yang menampilkan singa dan harimau. Kekeliruan itu terkait penamaan tiket “child predator tour” yang sempat beredar online sebelum pihak kebun binatang segera mengganti namanya.
Masalah ini mencuat setelah pengunjung menemukan promosi daring yang menempatkan “child predator tour” sebagai label untuk tur berjangka waktu 90 menit. Tur tersebut, dalam rencana promosi awal, ditujukan untuk menyaksikan sejumlah satwa termasuk singa dan harimau.
Chester Zoo kemudian melakukan perubahan cepat terhadap nama tur tersebut. Perubahan dilakukan setelah sejumlah pengunjung menilai penamaan promosi berkonotasi “sinister”.
Dalam penjelasannya, juru bicara Chester Zoo menyebut kekeliruan promosi itu sebagai “computer error”. Ia menyatakan bahwa kesalahan muncul “due to our default naming convention in our system” dan menambahkan bahwa nama tur tersebut “quickly changed”.
Menurut keterangan yang sama, kesalahan penamaan itu merupakan bagian dari kampanye promosi tiket. Promosi tersebut dirancang agar pengunjung dapat mengikuti tur dengan fokus pada satwa predator dan satwa pemangsa di lingkungan kebun binatang.
Kegiatan tur yang dimaksud berupa bus tur privat selama 90 menit. Chester Zoo memasarkan pengalaman itu sebagai rangkaian kunjungan yang dapat dilakukan di luar keramaian, ketika pengunjung naik bus tur listrik dan menikmati tur dengan durasi yang telah ditentukan.
Tur ini dipromosikan sebagai kesempatan melihat sejumlah satwa, termasuk Sumatran tigers, lions, rhinos, dan Komodo dragons. Dalam informasi promosi yang sempat dipublikasikan, “family of Sumatran tigers” disebut sebagai bagian dari pengalaman yang ditawarkan selama tur.
Dari sisi harga, tiket tur privat tersebut disebut menelan biaya £25 untuk anak-anak. Sementara itu, jenis tiket berlabel “Adult predator” juga sempat dipasarkan dengan harga £30, tetapi pada akhirnya ikut bagian dari kekeliruan penamaan yang diakui pihak kebun binatang.
Berita Terkait
Chester Zoo juga menyertakan deskripsi pengalaman tur dalam situsnya. Dalam teks yang dipublikasikan, pihak kebun binatang menulis: “Discover the predators of the animal kingdom, and their prey in our brand new guided tour.” Promosi yang sama juga menyatakan, “You’ll be the first visitors in the zoo as you board our electric tour bus and enjoy 90 minutes of the zoo all to yourself.”
Promosi tersebut berlanjut dengan kalimat, “Come face to face with some of the zoo’s most iconic animals, away from the crowds, including our family of Sumatran tigers.” Pihak kebun binatang juga menambahkan bahwa “Your expert tour guides will be on hand to share fascinating facts about some of nature’s most effective hunters.”
Setelah kekeliruan penamaan “child predator tour” dan “Adult predator” diketahui publik, promosi itu mendapat respons bernada bercanda sekaligus kritik. Sejumlah komentar dari pengunjung muncul di ruang diskusi daring.
Salah satu komentar berbunyi: “I hope this has been cleared by Cheshire Police – seems a bit dangerous.” Komentar lain menyatakan: “Staggering – how did that get approved?” Respons-respons tersebut menunjukkan bahwa penamaan yang muncul dalam promosi sempat dianggap problematis oleh sebagian pengguna.
Chester Zoo menegaskan bahwa pihaknya tidak bermaksud menyampaikan pesan yang seperti itu. Menurut keterangan yang disampaikan juru bicara, kesalahan terjadi karena “default naming convention” pada sistem, lalu dilakukan pembaruan cepat setelah diketahui.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya proses peninjauan konten promosi, terutama ketika sistem penamaan otomatis dipakai untuk mengatur label tiket dan deskripsi tur. Di tengah upaya kebun binatang menyajikan pengalaman edukatif tentang satwa predator, kekeliruan penamaan justru menjadi fokus utama perhatian publik pada awal pekan ini.
Bagi pengunjung yang sebelumnya melihat promosi tersebut, perubahan nama tur menjadi langkah yang diambil Chester Zoo untuk merapikan kembali informasi. Dengan durasi 90 menit, tur privat menggunakan bus listrik, serta fokus pada satwa-satwa seperti Sumatran tigers, singa, badak, dan Komodo dragons, pengalaman yang dipasarkan pada dasarnya tetap mengacu pada agenda edukasi satwa—hanya saja label yang sempat keliru akhirnya disesuaikan.
BBC News melaporkan bahwa kekeliruan penamaan ini terjadi melalui promosi daring dan segera ditangani oleh pihak kebun binatang setelah mendapat sorotan dari pengunjung. Juru bicara Chester Zoo pun menegaskan bahwa “computer error” menjadi penyebabnya, dan bahwa perubahan “quickly changed” dilakukan setelah nama itu dipermasalahkan oleh publik.







