jurnalistik.co.id – Bursa kripto Binance Holdings Ltd. sedang menghadapi penyelidikan kepolisian di Uni Emirat Arab (UEA). Penyidikan tersebut melibatkan karyawan Binance dan berfokus pada rekening bank yang digunakan untuk menyimpan dana nasabah.
Ben Weiss, Olga Kharif, dan Muyao Shen dari Bloomberg News melaporkan bahwa otoritas setempat sedang menguji bursa kripto tersebut di negara yang selama ini menjadi salah satu basis terpentingnya.
Dalam rangka penelusuran, penyidik menelusuri rekening bank yang dipakai Binance untuk menyimpan dana nasabah. Langkah ini kemudian diikuti permintaan keterangan kepada pihak-pihak yang berhubungan dengan rekening tersebut.
Menurut laporan, pihak berwenang di dua emirat—Sharjah dan Dubai—baru-baru ini meminta keterangan dari sejumlah karyawan Binance. Permintaan tersebut menjadi bagian dari penyelidikan terkait rekening yang disebut digunakan untuk menyimpan dana nasabah.
Permintaan keterangan itu disampaikan setelah otoritas di UEA sebelumnya mengajukan pengaduan. Sejumlah sumber menyebut sebagian karyawan yang dimintai keterangan tercatat sebagai pihak yang memiliki kewenangan untuk menandatangani rekening yang dimaksud.
Sumber yang mengetahui proses ini juga menyatakan para karyawan tersebut tidak selalu berbicara kepada publik karena masalah masih berada dalam tahap pemeriksaan. Informasi yang muncul bersandar pada pihak-pihak yang tidak memiliki wewenang untuk mengonfirmasi ke masyarakat luas.
Binance, melalui pernyataannya, menyebut perusahaan bekerja sama dengan Kepolisian Dubai dan otoritas di emirat lainnya untuk menyusun prosedur koordinasi. Koordinasi ini diarahkan agar proses penyelidikan berjalan sesuai kebutuhan administrasi dan pengumpulan informasi.
Aliran dana dan keterangan “standar”
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada Kamis, Binance menjelaskan bahwa ada permintaan yang sifatnya terbatas kepada sejumlah kecil karyawan. Permintaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan rutin yang berkaitan dengan aliran dana pihak ketiga.
juru bicara Binance menyampaikan, “Sejumlah kecil karyawan kami baru-baru ini diminta memberikan keterangan standar kepada otoritas setempat sebagai bagian dari penyelidikan rutin terkait aliran dana pihak ketiga,” kata juru bicara Binance.
Berita Terkait
Lebih lanjut, Binance menegaskan status karyawan yang memberikan keterangan dalam proses tersebut. Menurut perusahaan, karyawan yang terlibat dalam pemberian informasi tidak ditempatkan sebagai pihak yang disasar dalam investigasi.
Perusahaan juga menambahkan, “Karyawan kami tidak pernah menjadi target atau subjek penyelidikan tersebut, dan seluruh karyawan yang memberikan keterangan segera dinyatakan tidak terlibat dan dibebaskan.”
Penjelasan itu menekankan bahwa permintaan keterangan berlangsung dalam kerangka prosedur setempat. Dengan kata lain, perusahaan memposisikan proses yang berlangsung sebagai tahap yang lazim pada penyelidikan, bukan sebagai penetapan tanggung jawab individu.
Koordinasi di Sharjah dan Dubai
Penyelidikan ini muncul bersamaan dengan respons otoritas di Sharjah dan Dubai. Kedua emirat tersebut, seperti yang disebut dalam laporan, meminta keterangan dari sejumlah karyawan Binance terkait rekening bank yang dipakai untuk menyimpan dana nasabah.
Dalam konteks yang sama, otoritas juga dikaitkan dengan pengaduan sebelumnya yang disebut mendorong rangkaian pemeriksaan. Dari sana, permintaan keterangan diarahkan kepada pihak-pihak yang tercatat memiliki kewenangan tanda tangan atas rekening yang menjadi perhatian penyidik.
Binance menyatakan perusahaan kemudian menyiapkan koordinasi dengan Kepolisian Dubai serta otoritas di emirat lain. Langkah ini dilakukan agar pengumpulan informasi berjalan selaras dengan prosedur hukum dan kebutuhan pemeriksaan yang tengah berlangsung.
Dengan proses tersebut, penyelidikan kepolisian di UEA diarahkan pada pengujian bursa kripto yang beroperasi di negara tersebut. UEA disebut sebagai salah satu basis terpenting bagi Binance, sehingga pemeriksaan di tingkat kepolisian dan perbankan memiliki dampak penting terhadap situasi perusahaan di wilayah tersebut.
Laporan juga menggambarkan bahwa penyidik menelusuri rekening bank yang digunakan Binance untuk menyimpan dana nasabah. Pemeriksaan rekening ini kemudian menghasilkan tahapan permintaan keterangan kepada sejumlah karyawan yang terhubung langsung dengan pengelolaan rekening tersebut.
Sejumlah sumber yang mengetahui masalah ini menyebut bahwa rincian proses tidak dibahas secara luas oleh pihak yang dimintai keterangan. Namun, pernyataan Binance pada Kamis menjadi rujukan utama untuk menjelaskan posisi perusahaan terkait status karyawan yang memberikan keterangan.
Secara keseluruhan, investigasi di UEA melibatkan jaringan koordinasi antara otoritas di Sharjah dan Dubai, proses penelusuran rekening bank, serta respons resmi dari Binance. Dari pernyataan perusahaan, keterangan yang diminta disebut bersifat standar, sementara Binance menegaskan bahwa karyawan bukan target penyelidikan dan seluruh pihak yang memberikan keterangan dinyatakan tidak terlibat serta dibebaskan.












