Peristiwa

Pencarian Lima Jurnalis dan Tiga Kru Kapal di Selat Sunda Hari Ini Terkendala Cuaca, Helikopter Belum Ikut Operasi

×

Pencarian Lima Jurnalis dan Tiga Kru Kapal di Selat Sunda Hari Ini Terkendala Cuaca, Helikopter Belum Ikut Operasi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pencarian Jurnalis dan Kru Kapal di Selat Sunda Hari Ini Terkendala Cuaca, Heli Tak Ikut Operasi

jurnalistik.co.id – Kondisi cuaca menjadi salah satu penghambat dalam operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang dilaporkan hilang di Selat Sunda pada Minggu (13/9/2026). Hingga hari keenam pencarian, tim SAR masih menunggu kondisi yang memungkinkan untuk pengerahan dukungan udara.

Dalam keterangannya saat konferensi pers di Posko SAR Carita, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani menyampaikan bahwa helikopter yang disiapkan untuk mendukung pencarian belum dapat diterbangkan. Meski demikian, perangkat dan personel yang berkaitan dengan operasi udara tetap diposisikan dalam status siaga.

Wawan menjelaskan, penyesuaian operasi dilakukan karena cuaca tidak mendukung penerbangan. Ia menegaskan bahwa unsur yang akan menjalankan tugas udara tidak ditarik sepenuhnya, melainkan tetap dipertahankan agar respons bisa dilakukan cepat ketika hambatan cuaca berkurang.

“Heli terkendala oleh cuaca. Jadi personel tersebut tetap ada, tetapi standby posisinya,” kata Wawan dalam konferensi pers di Posko SAR Carita, Minggu (13/9/2026).

Menurut Wawan, helikopter akan dikerahkan apabila kondisi cuaca sudah memungkinkan. Karena itu, meskipun belum ada penerbangan pada fase pencarian yang berjalan, dukungan dari unsur udara tetap menjadi bagian dari rencana operasi SAR gabungan.

Ia menambahkan bahwa tim tetap mengedepankan mekanisme koordinasi dalam pelaksanaan pencarian. Meski heli belum terangkat, personel yang disiapkan untuk peran udara tetap berada di posisi tugas yang telah ditentukan.

“Sama dengan yang disampaikan oleh Kakansar berkaitan dengan heli, apabila cuaca memungkinkan, heli pun akan terbang,” ujarnya.

Hari Minggu (13/9/2026) menjadi momen yang menunjukkan bahwa pencarian tidak hanya mengandalkan satu jenis dukungan. Dengan adanya kendala cuaca terhadap penerbangan, operasi tetap berlangsung melalui pengaturan unsur-unsur yang dapat bekerja sesuai kondisi lapangan.

Pada saat yang sama, keterangan Danlanal Banten juga menegaskan bahwa keputusan menunda penerbangan bukan berarti unsur udara hilang dari skema pencarian. Tim menempatkan helikopter dalam status siaga agar dapat segera mengikuti perkembangan ketika cuaca mendukung.

Dengan demikian, hambatan utama yang disoroti adalah faktor cuaca yang membuat helikopter belum dapat dioperasikan. Meski telah memasuki hari keenam, helikopter masih menunggu waktu yang tepat untuk terbang, sementara personel terkait tetap disiapkan dalam posisi standby.

Dalam evaluasi yang disampaikan di Posko SAR Carita, pihak yang menangani komando pangkalan menempatkan cuaca sebagai variabel utama yang menentukan ritme pencarian. Ketika langit dan kondisi penerbangan belum memenuhi syarat, respons tetap dijalankan melalui pengaturan ulang unsur yang bisa bekerja lebih dulu, tanpa menghilangkan kemampuan udara sebagai opsi lanjutan.

Selain menunggu, tim juga melakukan penataan tugas agar tidak terjadi jeda panjang ketika hambatan cuaca mereda. Personel yang terkait operasi udara tetap berada pada posisi penugasan yang telah dipetakan, sehingga begitu keputusan operasional diambil, pengerahan dukungan udara dapat dilakukan secara cepat sesuai kebutuhan di lapangan.

Wawan menegaskan bahwa strategi yang diterapkan bersifat bertahap dan mengikuti dinamika proses SAR. Karena itu, meski helikopter belum terangkat pada fase pencarian yang sedang berlangsung, dukungan dari unsur udara tetap dipandang sebagai bagian dari rencana operasi SAR gabungan, bukan elemen yang ditiadakan.

Dengan memasuki hari keenam pencarian, fokus koordinasi juga diperkuat agar tiap komponen bergerak sesuai skenario dan kondisi yang tersedia. Penundaan penerbangan dipahami sebagai upaya menjaga keselamatan dan efektivitas operasi, sementara unsur yang disiapkan tetap siaga untuk menyempurnakan respons begitu cuaca memungkinkan penerbangan.