jurnalistik.co.id – Menjelang pemilihan presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva mengumumkan larangan perjudian daring, melalui perintah sementara yang ditandatangani pada Jumat. Kebijakan itu ditujukan untuk membatasi taruhan olahraga serta kasino online beberapa hari sebelum pemungutan suara pertama.
Lula menyatakan perintah sementara tersebut “prohibits all sports betting and online casinos”. Langkah ini sekaligus muncul di tengah rivalitas politiknya, ketika ia mengejar masa jabatan keempat sebagai pemimpin Brasil.
Dalam pengumuman yang sama, Lula menyoroti dampak industri perjudian daring terhadap keluarga. Ia menyebut sektor itu sebagai “cancer” dan mengatakan, “Either we remove the tumour, or it kills us”.
Lula menekankan bahwa larangan itu diposisikan sebagai tindakan mendesak menjelang kontestasi elektoral. Perubahan kebijakan ini dijadwalkan tetap berlaku selama belum dicabut, namun harus mendapatkan persetujuan parlemen dalam tenggat 120 hari agar tetap memiliki kekuatan hukum.
Menurut keterangan Lula, larangan perjudian daring juga lahir dari penilaiannya bahwa akses bagi kelompok rentan belum terkendali. Ia menyebut tidak ada “no restrictions” khususnya untuk mencegah anak-anak dan remaja mengakses taruhan online.
Ia menyampaikan bahwa negara tidak akan membiarkan perusahaan taruhan memperoleh keuntungan dengan mengorbankan pendapatan serta kehidupan keluarga Brasil. Lula juga mengatakan ia mendengar kesaksian dari sejumlah keluarga yang telah menjual apa pun yang mereka miliki di rumah karena kecanduan berjudi.
Dalam konteks asal-usul kebijakan perjudian daring, Lula mengakui bahwa praktik tersebut mulai berkembang pada masa pemerintahan mantan presiden Michel Temer. Namun ia menyatakan bahwa “it grew without regulation under Bolsonaro’s management”, merujuk pada periode pemerintahan Jair Bolsonaro.
Langkah pemerintah ini hadir ketika perhatian publik terfokus pada persaingan menjelang putaran pertama pemilu presiden. Sejumlah survei menempatkan Lula berada dalam posisi hampir sejajar, “neck-and-neck”, dengan Flávio Bolsonaro.
Berita Terkait
Lula juga disebut melancarkan serangan narasi terhadap industri perjudian dari panggung internasional. Di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, ia menuduh industri tersebut “transforming addiction into profit”.
Selain perintah sementara terkait taruhan olahraga dan kasino online, Lula juga menandatangani rancangan undang-undang yang dimaksudkan untuk memberikan sanksi pidana. RUU tersebut mengarah pada tindak kejahatan terkait “fixed-odds betting”.
Reaksi politik datang dari pihak kampanye lawannya. Flávio Bolsonaro menggambarkan pengetatan kebijakan perjudian sebagai langkah “populist, hypocritical and politically motivated” pada pertemuan kampanye di Rio de Janeiro, menurut laporan Reuters.
Di Brasil, sebagian besar bentuk perjudian seperti kasino dan mesin slot masih berada dalam status ilegal. Namun sejak perjudian daring legal dilegalkan pada 2018, popularitasnya disebut meningkat secara luas.
Laporan itu juga menyertakan gambaran dukungan publik. Survei oleh Atlas dan Bloomberg yang dipublikasikan pekan ini menemukan 59.9% orang dewasa Brasil mendukung pelarangan perjudian internet.
Dengan tenggat persetujuan parlemen 120 hari, kebijakan Lula menjadi salah satu isu yang dapat memengaruhi perdebatan publik menjelang pemilu. Bagi pendukungnya, larangan ini dipandang sebagai upaya memotong efek adiktif yang merusak rumah tangga, sementara kritiknya menilai langkah tersebut bermuatan politis di tengah kompetisi elektoral.
Perintah sementara itu, menurut isi pengumuman yang disampaikan Lula, secara spesifik menargetkan dua jenis aktivitas taruhan daring: taruhan olahraga dan kasino online. Penetapan berlaku dalam kerangka kebijakan darurat menjelang rangkaian pemungutan suara, sambil menunggu proses persetujuan resmi melalui parlemen agar keberlakuannya tidak berhenti pada status sementara.
Dalam argumentasi yang dibangun Lula, larangan ini juga diarahkan untuk memutus rantai akses yang dianggap belum terkontrol, terutama menyasar kemungkinan anak-anak dan remaja ikut menjangkau platform taruhan. Lula menempatkan kebijakan tersebut sebagai upaya negara untuk menahan perusahaan taruhan agar tidak memperoleh laba dari dampak adiktif yang dinilai merembet sampai ke kondisi ekonomi dan kehidupan keluarga.
Selain aspek larangan, pemerintah juga mendorong jalur penindakan melalui rancangan undang-undang yang memuat sanksi pidana, termasuk untuk tindak kejahatan terkait skema taruhan “fixed-odds betting”. Dari sisi politik, langkah ini pun memantik perdebatan karena kubu lawan melihat kebijakan sebagai manuver kampanye yang bernuansa politis di tengah kompetisi menjelang putaran pertama pemilu.











