Politik & Parlemen

Elektabilitas Prabowo Teratas, PKS Utamakan Dukungan Pemerintah Ketimbang Menghitung Pilpres

×

Elektabilitas Prabowo Teratas, PKS Utamakan Dukungan Pemerintah Ketimbang Menghitung Pilpres

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Elektabilitas Prabowo Tertinggi, PKS Pilih Fokus Bantu Pemerintahan Sebelum Berhitung Pilpres

jurnalistik.co.id – Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Rangga Kusumo menyatakan pihaknya akan terus memberikan dukungan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Rangga, arah dukungan itu ditujukan untuk mendorong terwujudnya keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Pernyataan Rangga muncul saat ia merespons hasil survei IPO yang menempatkan Prabowo sebagai kandidat dengan elektabilitas tertinggi. Dalam keterangannya, Rangga menekankan bahwa PKS memandang keberhasilan pemerintah sebagai bagian dari kepentingan publik secara luas.

Sebagai mitra koalisi, PKS, kata Rangga, memilih untuk tetap berada di dalam gerak pemerintahan. “Sebagai mitra koalisi, PKS terus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo agar dapat sukses mewujudkan keadilan dan kesejahteraan. Kesuksesan pemerintah adalah kebahagiaan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Rangga kepada Kompas.com pada Senin (10/8/2026) malam.

Rangga juga menegaskan sikap partainya terhadap rilis survei. PKS, katanya, menghormati hasil rilis yang dikeluarkan IPO maupun lembaga riset lain sebagai alat ukur ilmiah untuk merekam persepsi publik.

Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya keterbukaan dalam menerima masukan dari masyarakat. “Pemerintah perlu open terhadap berbagai masukan dan aspirasi masyarakat. Kritik sebagai tanda cinta, bukan untuk memusuhi,” ucapnya.

Menurut Rangga, komunikasi dan penerimaan atas aspirasi tidak berhenti pada respons terhadap survei. Ia menempatkan kritik sebagai refleksi kebutuhan publik, sehingga pemerintah dapat menyesuaikan kebijakan dengan keadaan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Rangga kemudian menggarisbawahi bahwa perbincangan politik elektoral masih terlalu dini untuk menjadi fokus utama. Baginya, jarak menuju Pilpres masih panjang, sehingga perhatian bangsa tidak seharusnya diarahkan pada kalkulasi peta atau peluang politik Pilpres 2029.

Bagian ini menurutnya justru harus diarahkan pada pekerjaan pemerintahan yang berkaitan dengan kebutuhan warga. “Agar dapat menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat, terutama terkait kesulitan ekonomi yang sedang dihadapi,” imbuh Rangga.

Dalam konteks survei IPO, hasil yang disebutkan menunjukkan bahwa elektabilitas Presiden Prabowo Subianto masih berada di posisi paling atas. Ketua Umum Partai Gerindra tersebut memperoleh elektabilitas sebesar 23,4 persen.

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, menyampaikan bahwa hasil itu diambil dari simulasi terbuka. “Dalam simulasi terbuka, di mana responden bebas menjawab tanpa intervensi, nama Presiden Prabowo Subianto masih berada di posisi teratas, meskipun memang tidak signifikan meninggalkan nama-nama yang lain,” kata Dedi dalam keterangannya pada Minggu (9/8/2026).

Dedi menilai keunggulan Prabowo dalam simulasi itu menggambarkan pengaruh posisi presiden terhadap ingatan politik publik. “Keunggulan ini menunjukkan bahwa posisinya sebagai Presiden masih memberikan pengaruh terhadap tingkat keteringatan ( top of mind ) masyarakat,” ujarnya.

Meski begitu, Dedi tidak memandang posisi Prabowo sebagai sesuatu yang sepenuhnya aman. Ia menyebut keberlanjutan dukungan masyarakat sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menghadirkan kebijakan yang benar-benar terasa manfaatnya bagi publik.

Dedi menekankan bahwa kualitas penerimaan publik terhadap program pemerintah akan menentukan daya jaga elektabilitas. “Ingatan publik semacam ini perlu dijaga, tentu dengan kebijakan yang dekat dengan kebutuhan publik, jika semua program Presiden diterima dan mendapat penilaian baik, akan menjadi lebih bagi Presiden Prabowo untuk kembali memenangi kontestasi di periode keduanya,” kata Dedi.

Berdasarkan rangkaian hasil survei tersebut, elektabilitas Prabowo diikuti oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan perolehan 21,7 persen. Setelahnya, terdapat nama mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan 11,5 persen.

Urutan berikutnya menampilkan Agus Harimurti Yudhoyono dengan elektabilitas 4,5 persen dan Ganjar Pranowo sebesar 4,1 persen. Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meraih 3,9 persen.

Dengan demikian, PKS menegaskan dukungannya pada pemerintahan Prabowo sambil menyatakan bahwa persepsi publik yang tercermin dalam survei tetap perlu dijadikan bahan refleksi. Di saat yang sama, Rangga mengarahkan perhatian pada persoalan pemerintahan dan kesulitan ekonomi yang disebut sedang dihadapi masyarakat.