Daerah

PPIH Embarkasi Makassar berangkatkan JCH gabungan Sulsel-Gorontalo

5
×

PPIH Embarkasi Makassar berangkatkan JCH gabungan Sulsel-Gorontalo

Sebarkan artikel ini
PPIH Embarkasi Makassar berangkatkan JCH gabungan Sulsel-Gorontalo
Ilustrasi: PPIH Embarkasi Makassar berangkatkan JCH gabungan Sulsel-Gorontalo

jurnalistik.co.id – MAKASSAR — Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, Sulawesi Selatan, menerbangkan 393 calon haji asal Provinsi Sulsel dan Gorontalo setelah seluruh proses pemeriksaan kesehatan dan dokumen.

Dari 393 calon haji tersebut, Ketua PPIH Embarkasi Makassar Ikbal Ismail merinci bahwa calon haji asal Kabupaten Wajo, Provinsi Sulsel, berjumlah 173 orang. Sementara itu, calon haji dari Provinsi Gorontalo tercatat 214 orang.

Ikbal menyebutkan, untuk kloter 30 rombongan yang diberangkatkan berangkat utuh sebanyak 393 orang. Ia menjelaskan, keberangkatan rombongan tetap mengacu pada komposisi yang telah ditetapkan, meski ada perubahan di lapangan yang kemudian ditindaklanjuti dengan penggantian calon haji tunda.

Menurut Ikbal, terdapat satu calon haji asal Kabupaten Wajo yang batal berangkat karena sakit di daerah. Calon haji yang batal tersebut kemudian digantikan oleh calon haji lain yang sebelumnya juga sempat tunda berangkat.

Calon haji yang dinyatakan batal berangkat dan sakit di daerah asal yakni Indo Jemma Baco. Ia kemudian digantikan oleh calon haji tunda dari kloter 18, Sri Rahayu Milda (21).

Ikbal menegaskan penggantian itu dilakukan untuk memastikan rombongan kloter tetap diberangkatkan utuh. Dengan mekanisme tersebut, komposisi calon haji yang semula batal berangkat tidak mengurangi total jamaah yang diberangkatkan dalam rombongan 393 orang.

Pendamping dalam rombongan 393 calon haji

Ikbal menyampaikan bahwa 393 calon haji yang diberangkatkan sudah termasuk enam pendamping. Enam pendamping itu terdiri atas ketua kloter masing-masing satu orang, pembimbing ibadah (1), tenaga kesehatan haji (1), perawat (1), serta pembimbing haji daerah (2).

Rincian pendamping tersebut disiapkan sebagai bagian dari pengaturan rombongan, sehingga calon haji dan pendamping berada dalam satu paket keberangkatan. Ikbal menjelaskan keberadaan pendamping menjadi bagian dari kelengkapan rombongan yang berangkat bersama dari Embarkasi Makassar.

Ikbal, yang juga menjabat sebagai Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel, menambahkan bahwa dalam rombongan tersebut terdapat pengaturan peran pendamping sesuai kebutuhan calon haji. Penjelasan itu, kata dia, disampaikan untuk menggambarkan bagaimana rombongan yang diberangkatkan berjalan dalam satu kloter gabungan.

Rute JCH Gorontalo dan embarkasi antara

Ikbal menjelaskan keterkaitan rute rombongan JCH dari Gorontalo. Ia mengatakan, jamaah calon haji dari Provinsi Gorontalo tidak masuk ke pemondokan Asrama Haji Sudiang Makassar, melainkan langsung terbang melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

"Kalau JCH Gorontalo itu memang tidak masuk ke asrama haji, hanya penerbangannya itu melalui Makassar. JCH Gorontalo itu masuk dalam embarkasi antara, jadi langsung ke bandara dan bergabung dengan JCH dari Embarkasi Makassar," katanya.

Dengan skema tersebut, Ikbal menempatkan keterangan bahwa JCH Gorontalo tetap terhubung dengan rombongan yang diberangkatkan melalui proses penggabungan di tahap keberangkatan melalui bandara. Ia menekankan bahwa penerbangan menjadi titik temu sebelum rombongan berjalan sebagai bagian dari keberangkatan gabungan.

Pesan sebelum pelepasan jamaah

Sebelum pelepasan, PPIH Embarkasi Makassar memberikan beberapa pesan kepada jamaah calon haji. Di antaranya, PPIH menekankan agar jamaah senantiasa menjaga nama baik bangsa selama menjalani masa ibadah di Tanah Suci.

Ikbal juga mengingatkan jamaah untuk mempersiapkan diri dengan baik. Ia menyoroti kondisi cuaca di Arab Saudi yang cukup terik, sehingga jamaah diminta senantiasa menjaga kondisi dengan memperbanyak minum air mineral.

Dalam penjelasannya, Ikbal menyampaikan bahwa tujuan jamaah calon haji ke Makkah adalah menunaikan salah satu Rukun Islam dan menjalankannya dengan sungguh-sungguh karena ibadah. Pesan itu, kata dia, disampaikan sekaligus untuk menguatkan komitmen jamaah agar tetap menjaga nama baik bangsa serta menjaga kesehatan selama menjalani rangkaian ibadah.

"Yang utama itu karena tujuan jamaah ke Makkah adalah untuk menunaikan salah satu Rukun Islam dan betul-betul karena ibadah, jadi tetap menjaga nama baik bangsa serta menjaga kesehatan dengan memperbanyak minum air mineral," katanya.

Secara keseluruhan, Ikbal menegaskan bahwa rombongan yang diberangkatkan merupakan gabungan dari Sulsel dan Gorontalo. Penyesuaian akibat adanya calon haji yang batal berangkat karena sakit juga ditangani dengan penggantian, sementara pendamping dan pesan pelepasan disampaikan agar jamaah tetap berangkat dan menjalani ibadah dengan ketenangan serta menjaga kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *