jurnalistik.co.id – PT Fortu Digital Teknologi mendorong perubahan cara kerja pengusaha digital printing lewat skema kemitraan pada ALLPRINT Expo 2026. Langkah ini ditujukan agar relasi bisnis tidak lagi berhenti pada transaksi sesaat, melainkan berkembang menjadi layanan berkelanjutan.
Fortu Digital hadir di pameran internasional teknologi percetakan edisi ke-27 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 7–10 Oktober 2026. Di acara tersebut, perusahaan teknologi visual menyertakan perangkat seperti digital signage, interactive flat panel (IFP), dan videotron, sekaligus membuka ajakan kerja sama untuk pelaku digital printing.
Dari pola pesanan putus menuju layanan yang terus berjalan
Dalam kacamata bisnis, perbedaan paling mendasar antara media cetak dan iklan digital terletak pada pola transaksinya. Media cetak umumnya dijual per pesanan, misalnya satu kali pembuatan spanduk atau banner, sehingga nilai transaksi cenderung berhenti setelah barang diserahkan.
Sementara itu, layar digital membuka ruang untuk layanan lanjutan yang sifatnya tidak tunggal. Produk berbasis tampilan memungkinkan pengelolaan konten, perawatan perangkat, hingga opsi penyewaan layar untuk kebutuhan acara.
Bagi pengusaha percetakan, perubahan model ini berpotensi menggeser hubungan dengan klien dari satu kali transaksi menjadi kerja sama jangka panjang. Klien yang sebelumnya memesan spanduk ketika ada promo tertentu dapat memperoleh layanan berbasis layar yang kontennya diperbarui secara berkala.
CEO Fortu Digital, Jovian Alvin, menjelaskan bahwa nilai kepercayaan klien adalah modal utama yang sudah dimiliki pengusaha digital printing. “Pengusaha digital printing sudah punya aset paling mahal dalam bisnis ini, yaitu kepercayaan klien. Yang kami tawarkan adalah cara untuk mengubah hubungan itu dari pesanan putus menjadi layanan yang berkelanjutan,” ungkap Jovian Alvin dalam keterangan resmi pada Kamis (8/10/2026).
Masuk ke bisnis layar digital dengan dukungan teknis
Menurut Jovian, hambatan yang kerap dihadapi pengusaha percetakan untuk terjun ke ekosistem layar digital umumnya tidak hanya soal pemasaran. Tantangan terbesar juga muncul pada sisi produk dan teknis.
Skema kemitraan Fortu Digital dirancang untuk menutup celah tersebut. Dalam pola kerja sama ini, mitra diarahkan agar fokus pada penjualan serta relasi klien di wilayahnya, sedangkan Fortu Digital menyiapkan produk sekaligus dukungan teknis.
Berita Terkait
Dengan pendekatan itu, pengusaha tidak perlu membangun kemampuan teknis dari awal. Fortu Digital membantu menjawab kebutuhan yang biasanya menjadi bottleneck, mulai dari pemilihan perangkat, instalasi, sampai penanganan purnajual.
Portofolio di perhotelan, kesehatan, dan korporasi
Fortu Digital yang berkantor di Jakarta, Medan, dan Bali telah melayani beragam klien dari berbagai industri. Di sektor perhotelan, perusahaan tercatat bekerja sama dengan The Westin, Hotel Tentrem, dan Grand Mercure.
Untuk kebutuhan di bidang kesehatan, Fortu Digital disebut telah melayani RS Mitra Keluarga. Di sisi korporasi, portofolio perusahaan mencakup PT PLN, Honda Motors, serta PT Denso Indonesia.
Rangkaian pengalaman lintas sektor ini menjadi referensi yang dapat dimanfaatkan mitra ketika menawarkan solusi kepada calon klien dengan karakter pasar yang serupa. Pendekatan tersebut juga dimaksudkan agar percakapan bisnis lebih cepat mengarah pada kebutuhan nyata dari sisi klien.
Jovian menegaskan komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama mitra di banyak kota. “Kami ingin tumbuh bersama mitra di banyak kota. Mereka yang paling paham pasar lokalnya, dan kami siap mendukung dari sisi produk dan teknis,” jelas Jovian.
ALLPRINT Expo 2026 sebagai titik temu
ALLPRINT Expo 2026 sendiri disebut sebagai salah satu titik temu utama pelaku usaha percetakan dan periklanan di Indonesia. Penyelenggara acara adalah Krista Exhibitions, dan pameran ditargetkan menghadirkan lebih dari 300 peserta serta 50.000 pengunjung.
Fortu Digital dapat ditemui selama pameran berlangsung di booth B3L008, Hall B3. Kehadiran di lokasi ini menjadi ruang bagi calon mitra untuk memahami skema kerja sama yang menghubungkan aset kepercayaan klien yang sudah ada dengan layanan layar digital yang dapat diperbarui secara berkala.
Melalui model kemitraan tersebut, pengusaha digital printing diharapkan dapat memperluas bentuk hubungan dengan klien, dari pola transaksi putus menjadi layanan yang terus berjalan. Dengan dukungan produk dan teknis dari Fortu Digital, mitra di wilayah masing-masing dapat menjalankan peran utama pada penjualan dan relasi, sementara fondasi operasional tetap ditopang oleh perusahaan penyedia teknologi visual.












