Bisnis & Ekonomi

Kemitraan Binaan Pertamina Dorong UMKM Tumbuh dan Hadirkan Manfaat Luas

×

Kemitraan Binaan Pertamina Dorong UMKM Tumbuh dan Hadirkan Manfaat Luas

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Usaha Tumbuh, Mitra Binaan Pertamina Sukses Buka Rezeki Banyak Orang

jurnalistik.co.id – Pertamina terus mendorong UMKM binaannya agar tidak hanya bertahan, tetapi juga bertumbuh dan memberi dampak yang dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Dukungan yang diberikan mencakup pembiayaan, pendampingan, hingga fasilitasi akses pasar, sehingga pelaku usaha memiliki ruang untuk meningkatkan daya saing.

Di balik produk-produk UMKM yang berhasil menembus pasar, ada rangkaian kerja keras serta harapan para perajin dan pelaku usaha yang ingin kehidupan di sekitarnya ikut bergerak maju. Kisah sejumlah mitra binaan Pertamina menunjukkan bagaimana pembinaan dapat mengubah tantangan menjadi peluang, sekaligus membuka manfaat berantai bagi keluarga dan komunitas lokal.

Salah satu contohnya datang dari Citra Blacu, usaha kerajinan asal Jawa Tengah yang dirintis Retno sejak 2004. Usaha yang bermula dari pengolahan kain blacu untuk produk sederhana kemudian berkembang menjadi produsen berbagai produk fesyen, dekorasi rumah, hingga suvenir berbahan limbah kain.

Menurut Retno, dukungan Pertamina menjadi titik penting dalam perjalanan usahanya. Melalui program kemitraan, ia dapat membangun workshop sendiri yang tidak hanya dipakai untuk produksi, tetapi juga berfungsi sebagai ruang belajar bagi pelajar dan masyarakat di sekitar.

“Dari pinjaman itu saya bisa membangun workshop sendiri. Di sana juga bisa digunakan untuk pelatihan, bahkan pernah sampai 40 siswa ikut belajar,” ujarnya, dikutip pada Jumat (6/11/2026).

Kisah serupa juga terlihat pada Artistica Jewelry, UMKM perhiasan asal Surabaya yang telah mengekspor produknya ke lebih dari 10 negara. Meski sudah dikenal di pasar internasional, pendirinya, Stefanus, menghadapi tantangan ketika ingin memperkenalkan perhiasan perak kepada konsumen di pasar dalam negeri.

Lewat pembinaan Pertamina, Artistica Jewelry memperoleh pendampingan untuk memahami kebutuhan pasar lokal. Proses tersebut membantu perusahaan menemukan peluang baru, terutama lewat produk cincin pernikahan berbahan perak yang menargetkan konsumen Muslim.

Langkah itu kemudian membawa hasil yang signifikan. Artistica Jewelry disebut menjadi produsen perhiasan pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). “Berkat bimbingan Pertamina, kami berani masuk ke pasar wedding ring dan mengurus sertifikasi halal. Itu menjadi salah satu cara kami membangun kepercayaan konsumen di Indonesia,” kata Stefanus.

Di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dukungan Pertamina juga menjadi pemantik kebangkitan bagi Lombok Mulya Craft. Usaha kerajinan mutiara dan suvenir khas Lombok yang dirintis Mulyadi pada 2010 sempat mengalami penurunan pesanan drastis ketika sektor pariwisata terhenti akibat pandemi.

Harapan kembali muncul saat Lombok Mulya Craft bergabung sebagai UMKM binaan Pertamina pada 2021. Pada tahun pertamanya, usaha ini dipercaya menyediakan suvenir untuk ajang World Superbike (WSBK) di Sirkuit Pertamina Mandalika, sebuah momentum yang membantu menghidupkan kembali aktivitas produksi para perajin lokal.

“Pesanan itu membuat kami kembali berproduksi. Dampaknya tidak hanya untuk usaha kami, tetapi juga bagi para perajin yang terlibat,” ungkap Mulyadi. Seiring waktu, produk Lombok Mulya Craft tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga telah digunakan sebagai suvenir di luar negeri.

Bertambahnya pasar berarti semakin banyak peluang penghasilan bagi para perajin dan peternak mutiara lokal yang menjadi bagian dari rantai usaha tersebut. Dengan begitu, pertumbuhan yang terjadi pada level UMKM turut memengaruhi mata pencaharian di lapisan yang lebih luas, termasuk kelompok-kelompok yang ikut terhubung dengan proses produksi dan distribusi.

Melihat pola yang berulang dari berbagai daerah, tantangan utama UMKM sering kali berada pada akses pasar. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa karena itu Pertamina terus memperkuat pendampingan melalui berbagai program promosi dan fasilitasi pameran agar produk UMKM dapat menjangkau lebih banyak konsumen dan mitra bisnis.

Baron menegaskan bahwa dukungan yang diberikan bersifat menyeluruh. “Dukungan berupa pelatihan, pendampingan, permodalan, dan akses pasar yang berkelanjutan menjadi bekal bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing, memperluas peluang usaha, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujarnya.

Melalui rangkaian program pembinaan tersebut, Pertamina tidak hanya membantu UMKM meningkatkan penjualan serta memperluas jaringan usaha. Lebih dari sekadar angka transaksi, perkembangan tiap usaha berpotensi menghadirkan manfaat berantai bagi masyarakat: terciptanya lapangan pekerjaan, meningkatnya keterampilan warga, hingga terbukanya sumber penghasilan baru bagi keluarga dan komunitas lokal.

Dengan pendekatan yang menggabungkan penguatan kemampuan, dukungan pendanaan, dan pembukaan akses pasar, UMKM pada akhirnya dapat tumbuh menjadi penggerak ekonomi yang memberi dampak nyata. Upaya ini juga menunjukkan bahwa ketika ekosistem pelaku usaha bergerak bersama, peluang untuk menghadirkan pertumbuhan yang inklusif menjadi lebih terbuka.