Bisnis & Ekonomi

Gusnar Ismail Buka Fasilitasi Kemitraan Investasi Usaha Besar–UMKM di Gorontalo

×

Gusnar Ismail Buka Fasilitasi Kemitraan Investasi Usaha Besar–UMKM di Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pemprov Dorong Kemitraan antara Usaha Besar dan UMKM di Gorontalo

jurnalistik.co.id – Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar fasilitasi kemitraan penanaman modal antara usaha besar dan UMKM di Kota Gorontalo. Kegiatan ini dibuka resmi oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail pada Kamis (20/8/2026) di ballroom Hotel UTC Damhil.

Fasilitasi tersebut diselenggarakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi Gorontalo. Hadirnya forum ini dimaksudkan untuk mendorong realisasi investasi sekaligus memperluas kesempatan pelaku usaha lokal untuk terhubung dengan ekosistem bisnis.

Dalam sambutannya, Gusnar Ismail menyampaikan bahwa pada triwulan II Tahun 2026 nilai investasi di Gorontalo telah mencapai 1,84 triliun. Ia menilai capaian itu masih belum memenuhi target Kementerian Investasi dan Hilirisasi sebesar 5,88 triliun.

Karena jarak menuju target tersebut masih lebar, Pemprov menilai keterlibatan UMKM perlu ditingkatkan. Salah satu pendekatan yang ditempuh adalah pola kemitraan, yakni mempertemukan perusahaan besar dengan UMKM lokal agar investasi tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi bagi perusahaan, tetapi juga membentuk nilai tambah dan kesempatan usaha di daerah.

Gusnar menjelaskan bahwa kebijakan Kementerian Investasi dan Hilirisasi RI Nomor 3 tahun 2025 menjadi pijakan regulasi untuk membangun ekosistem kolaborasi investasi daerah. Regulasi tersebut, menurutnya, diarahkan untuk mempertemukan investor atau usaha besar dengan UMKM setempat agar pemerataan ekonomi daerah dapat berjalan lebih nyata.

Lebih lanjut, kemitraan dinilai memiliki peran strategis selaras dengan potensi Gorontalo di sejumlah sektor. Potensi tersebut meliputi pertanian, perikanan, pertambangan, pariwisata, serta perdagangan yang dapat ditopang melalui jejaring pemasok dan pelaku pendukung dari UMKM.

Gubernur menegaskan bahwa perusahaan yang berinvestasi di Gorontalo tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi daerah. Dalam kerangka itu, UMKM diharapkan memperoleh kesempatan sebagai pemasok bahan baku, penyedia jasa pendukung, pengolah hasil produksi, hingga ikut masuk ke rantai pemasaran dan ekspor.

Pemprov juga menyebut akan terus menghadirkan kegiatan skala nasional di Gorontalo. Gusnar mencontohkan pelaksanaan sebelumnya melalui Pekan Nasional Petani Nelayan, yang diharapkan dapat mendorong peningkatan pendapatan UMKM sekaligus menggerakkan roda ekonomi di provinsi.

“Kami juga sebagai laporan kepada dunia usaha, kami sedang terus melobi kementerian-kementerian, agar supaya mereka punya kegiatan atau pertemuan antar pejabat tingkat nasional dilaksanakan di Gorontalo,” ungkap Gusnar. Ia menyampaikan upaya tersebut sebagai langkah untuk memastikan Gorontalo menjadi lokasi pertemuan dan aktivitas yang relevan bagi dunia usaha.

Penandatanganan kemitraan

Di akhir sambutannya, Gusnar menyatakan kemitraan antara perusahaan dan UMKM yang telah terjalin selama ini diapresiasi, lalu dituangkan melalui konsep yang legal dan terukur. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi pijakan bagi perusahaan dan UMKM lainnya untuk terus berkolaborasi serta memperkuat usaha masing-masing.

Pada kesempatan yang sama dilaksanakan penandatanganan kesepakatan kemitraan antara perusahaan dengan UMKM. Perusahaan yang terlibat di antaranya PT. Royal Coconut, PT. Seger Agro Nusantara, PT Inti Cakrawala Citra, Hotel UTC Damhil, serta PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk dengan total nilai kerja sama sebesar Rp56,7 miliar.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemprov Gorontalo menempatkan kemitraan investasi sebagai cara untuk memperluas keterhubungan pelaku usaha. Forum ini diharapkan mampu menguatkan posisi UMKM dalam rantai produksi, layanan, hingga distribusi agar manfaat investasi lebih terasa di tingkat daerah.

Keberadaan forum fasilitasi ini juga dimaksudkan agar hubungan kemitraan tidak berhenti pada pertemuan, tetapi berlanjut hingga terbentuk jejaring kerja yang lebih jelas antara pelaku usaha. Melalui komunikasi yang difasilitasi Dinas Penanaman Modal dan PTSP, pelaku lokal diharapkan dapat lebih mudah memahami kebutuhan industri sekaligus menyiapkan peran yang sesuai dalam ekosistem investasi.

Dalam kerangka regulasi yang dijadikan rujukan, kemitraan diarahkan untuk mempertemukan pihak yang memiliki kapasitas usaha dengan pelaku UMKM yang berada di daerah, sehingga peluang pemerataan manfaat ekonomi dapat diwujudkan secara bertahap. Gorontalo menempatkan sektor-sektor potensialnya sebagai landasan kolaborasi, mulai dari hulu hingga hilir, dengan dukungan pemasok dan pelaku layanan dari UMKM.

Pasca penandatanganan kesepakatan, Pemprov Gorontalo menegaskan bahwa kerja sama yang bernilai Rp56,7 miliar diharapkan menjadi momentum penguatan posisi UMKM dalam rantai produksi, termasuk pembentukan kapasitas sebagai pemasok bahan baku dan pendukung kegiatan usaha. Dengan langkah tersebut, perusahaan dan UMKM diharapkan sama-sama memperoleh manfaat yang terukur, sekaligus membuka ruang kolaborasi bagi pelaku lainnya di periode berikutnya.