jurnalistik.co.id – GORONTALO — Rapat Kerja Teknis Bid Humas Polda Gorontalo berlangsung dengan fokus memperkuat kemitraan strategis bersama media massa. Kegiatan yang diikuti jajaran Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dari masing-masing satuan kerja Polda jajaran itu diarahkan untuk mengoptimalkan komunikasi publik sekaligus manajemen media.
Peningkatan kapasitas tersebut juga disiapkan untuk mendukung program kerja nasional, yakni Program Asta Cita Presiden RI Tahun 2026. Dalam forum itu, penguatan peran kehumasan diposisikan sebagai bagian penting dari upaya menjaga alur informasi yang lebih tertib, cepat, dan tepat sasaran di tengah kebutuhan publik yang terus berkembang.
Penguatan Sinergi Humas dan Media Massa
Kasubdit III Dit Intelkam Polda Gorontalo, AKBP Roni Engahu, S.Pd., M.H., hadir sebagai narasumber dan memaparkan materi strategis mengenai pentingnya membangun komunikasi yang harmonis, transparan, dan dua arah antara personel Humas dengan berbagai media di Provinsi Gorontalo. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa hubungan baik antara kepolisian dan media bukan sekadar pelengkap kegiatan, melainkan bagian dari kerja komunikasi publik yang harus dijaga secara berkelanjutan.
AKBP Roni Engahu menempatkan media massa sebagai mitra strategis yang memiliki peran penting sebagai jembatan informasi objektif kepada masyarakat. Menurutnya, komunikasi yang sehat akan memudahkan penyampaian pesan kelembagaan, sekaligus membantu publik menerima informasi yang lebih jelas dan tidak menimbulkan tafsir yang keliru.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya keterbukaan informasi. PPID pada setiap satuan kerja disebut wajib menyajikan data yang akurat, cepat, dan edukatif kepada jurnalis agar kebutuhan informasi dapat dijawab secara proporsional. Dengan begitu, proses komunikasi tidak berhenti pada penyampaian pesan satu arah, tetapi berjalan sebagai hubungan timbal balik yang saling menguatkan.
Etika Komunikasi dan Respons Publik
Dalam bagian lain paparannya, AKBP Roni Engahu juga menekankan etika komunikasi. Ia mengingatkan pentingnya mengedepankan sikap responsif dan saling menghormati fungsi profesi masing-masing agar relasi antara Humas dan media tetap terjaga dalam suasana kerja yang produktif.
Penekanan pada etika ini menjadi penting karena pola komunikasi publik yang baik tidak hanya bergantung pada kecepatan informasi, tetapi juga pada cara informasi itu dibangun, disampaikan, dan dipertanggungjawabkan. Karena itu, sinergi yang sehat diharapkan mampu menciptakan hubungan kerja yang lebih solid antara kepolisian dan insan pers di Gorontalo.
“Melalui manajemen media yang sehat, informatif, dan bebas dari disinformasi, institusi Polri dapat secara optimal menyosialisasikan capaian dan kontribusi nyata kepolisian dalam mendukung kesejahteraan masyarakat sesuai mandat Asta Cita 2026”, tutup AKBP Roni.
Dengan materi yang disampaikan dalam Rakernis tersebut, Polda Gorontalo menegaskan kembali pentingnya peran Humas sebagai penghubung informasi yang strategis. Di saat arus informasi bergerak cepat, kemampuan membangun komunikasi yang transparan, akurat, dan saling menghormati menjadi modal penting agar pesan institusi bisa diterima publik secara utuh.
GORONTALO — Rapat Kerja Teknis Bid Humas Polda Gorontalo berlangsung dengan fokus memperkuat kemitraan strategis bersama media massa. Kegiatan yang diikuti jajaran Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dari masing-masing satuan kerja Polda jajaran itu diarahkan untuk mengoptimalkan komunikasi publik sekaligus manajemen media.
Peningkatan kapasitas tersebut juga disiapkan untuk mendukung program kerja nasional, yakni Program Asta Cita Presiden RI Tahun 2026. Dalam forum itu, penguatan peran kehumasan diposisikan sebagai bagian penting dari upaya menjaga alur informasi yang lebih tertib, cepat, dan tepat sasaran di tengah kebutuhan publik yang terus berkembang.











