Bisnis & Ekonomi

Bank Raya (AGRO) Gelar RUPST 2026, Ini Hasil Keputusannya

9
×

Bank Raya (AGRO) Gelar RUPST 2026, Ini Hasil Keputusannya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Gelar RUPST, Bank Raya (AGRO) Sepakati Hal ini

jurnalistik.co.id – JAKARTA — PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2026 (RUPST 2026) pada 20 Mei 2026. Dalam rapat tersebut, pemegang saham yang hadir mewakili 89,53% atau setara 22,08 miliar saham dari seluruh saham yang telah dikeluarkan perseroan.

RUPST 2026 membahas dan menyetujui enam mata acara. Agenda itu meliputi persetujuan laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan perseroan serta persetujuan laporan tugas pengawasan dewan komisaris untuk tahun buku 2025, penetapan gaji atau honorarium berikut fasilitas dan tunjangan tahun buku 2026 serta remunerasi atas kinerja tahun buku 2025, penunjukan akuntan publik dan/atau kantor akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026, pendelegasian wewenang untuk menyetujui Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026-2030, perubahan anggaran dasar perseroan, dan perubahan susunan pengurus perseroan.

Laporan tahunan, laporan keuangan, serta laporan tugas pengawasan dewan komisaris untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 diterima, disetujui, dan disahkan oleh pemegang saham. RUPST 2026 juga memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya atau volledig acquit et de charge kepada seluruh anggota direksi atas tindakan pengurusan perseroan, serta kepada seluruh anggota dewan komisaris atas tindakan pengawasan perseroan yang telah dijalankan selama tahun buku 2025 yang berakhir pada 31 Desember 2025, sepanjang tindakan tersebut bukan merupakan tindak pidana dan tercermin dalam laporan tersebut di atas.

Laporan keuangan tahun buku 2025 yang termuat dalam laporan tahunan itu telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro and Surja, firma anggota jaringan Ernst and Young Global. Hasil audit tersebut menyatakan opini wajar dalam semua hal yang material.

Penegasan tata kelola dan arah bisnis

Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia mengatakan, penyelenggaraan RUPST 2026 merupakan salah satu upaya penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Menurut dia, rapat umum pemegang saham menjadi organ perusahaan tertinggi yang menyetujui serta mengesahkan keputusan yang akan dijalankan atau telah dijalankan oleh manajemen.

“Melalui agenda RUPST ini, Perseroan juga menegaskan langkah strategis untuk menjaga pertumbuhan yang sehat, adaptif terhadap dinamika industri perbankan, serta mendukung penguatan arah bisnis jangka panjang Bank Raya,” ungkap dia dikutip Rabu (20/5/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemegang saham atas dukungan yang diberikan kepada Bank Raya. “Bank Raya juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap seluruh Pemegang Saham atas dukungan yang diberikan kepada Bank Raya. Perseroan berharap kinerja Bank Raya akan terus tumbuh positif dan berkelanjutan,” tambah dia.

RUPST 2026 turut menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan. Susunan dewan komisaris kini terdiri dari Muhamad Sidik Heruwibowo sebagai Komisaris Utama, Johanes Kuntjoro Adisardjono sebagai Komisaris Independen, Retno Wahyuni Wijayanti sebagai Komisaris Independen, Farid Rahman sebagai Komisaris Independen, dan Tatang Yuliono sebagai Komisaris.

Untuk jajaran direksi, susunannya terdiri dari Ida Bagus Ketut Subagia sebagai Direktur Utama, Lukman Hakim sebagai Direktur Digital & Operasional, Rustarti Suri Pertiwi sebagai Direktur Keuangan, Danar Widyantoro sebagai Direktur Manajemen Risiko, Kepatuhan dan Sumber Daya Manusia, serta Kicky Andrie Davetra sebagai Direktur Bisnis. Adapun Farid Rahman dan Tatang Yuliono tercantum efektif setelah penilaian kemampuan dan kepatutan disetujui Otoritas Jasa Keuangan.

Dengan keputusan tersebut, Bank Raya menyebut diri semakin optimistis melangkah sebagai bank digital yang tangguh, sehat, dan berkelanjutan. Dalam pernyataannya, perseroan menegaskan bahwa ke depan fokus akan diarahkan untuk memperkuat fundamental bisnis, memperluas inovasi layanan digital, serta meningkatkan kontribusi dalam mendorong percepatan inklusi keuangan digital di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *