Bisnis & Ekonomi

BEI: Pembukaan Batas Bawah Saham Gocap Berpotensi Tekan IHSG, Dampak Dinilai Terukur

×

BEI: Pembukaan Batas Bawah Saham Gocap Berpotensi Tekan IHSG, Dampak Dinilai Terukur

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: BEI Akui Dibukanya Saham Gocap Berikan Tekanan Tambahan ke IHSG - Market

jurnalistik.co.id – BEI menyatakan bahwa pembukaan batas bawah harga (floor price) untuk saham gocap sebesar Rp50 berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pernyataan ini disampaikan setelah BEI mengakui skenario tersebut akan diterapkan di pasar reguler dan tunai.

Menurut BEI, potensi tekanan itu muncul karena perubahan mekanisme batas bawah dapat memengaruhi perilaku transaksi di pasar. Dalam penilaian awal, dampak tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan bersinggungan dengan komposisi saham yang masih sangat berpengaruh terhadap bobot indeks.

BEI juga menyoroti bahwa hingga kini masih ada saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang memiliki jumlah saham beredar besar. Karena besarnya bobot tersebut, saham GOTO dinilai tetap akan memberi pengaruh pada pergerakan indeks.

Dalam konteks itu, Iding Pardi selaku Direktur Pengembangan BEI memproyeksikan bahwa tekanan jual terhadap IHSG relatif terbatas. Proyeksi tersebut didasarkan pada simulasi yang dilakukan oleh pihak BEI.

Iding menjelaskan bahwa BEI sudah mengukur skenario penghapusan batas bawah harga saham gocap melalui simulasi. Simulasi itu dirancang untuk melihat bagaimana potensi penjualan dapat diterjemahkan ke dampak pada market, termasuk terhadap IHSG.

“Kalaupun terjadi penjualan, tekanan harga itu dampaknya sudah kita ukur ke market tidak terlalu besar. Masih manageable ,” tutur Iding baru-baru ini.

Kalimat tersebut menjadi penegasan bahwa BEI menilai besaran tekanan yang mungkin muncul masih dapat dikelola. BEI tidak memosisikan pembukaan floor price sebagai faktor yang otomatis menimbulkan tekanan besar, melainkan sebagai variabel yang tetap dinilai dampaknya secara terukur melalui simulasi.

Lebih lanjut, Iding menambahkan bahwa simulasi yang dilakukan juga memperhitungkan potensi tekanan jual dari saham GOTO. Hal ini berkaitan dengan kondisi yang tengah hangat diperbincangkan di kalangan investor ritel.

Bagi BEI, pertimbangan itu penting karena pengaruh saham berkapitalisasi besar tidak hanya ditentukan oleh satu faktor teknis. Saat skenario perubahan batas bawah dijalankan, dinamika potensi transaksi juga diperkirakan akan saling terkait dengan saham-saham yang memiliki bobot signifikan.

Dengan memasukkan variabel tekanan jual GOTO ke dalam simulasi, BEI berupaya memastikan bahwa penilaian dampak tidak hanya bersifat asumsi tunggal. Pihak BEI ingin melihat bagaimana kombinasi faktor dapat berujung pada respons market yang lebih realistis.

BEI pun menegaskan bahwa proyeksi tekanan jual terhadap IHSG relatif terbatas. Penekanan ini bukan sekadar pernyataan umum, melainkan hasil dari proses pengukuran yang dilakukan pada tahap simulasi sebelum skenario dinilai lebih luas.

Secara ringkas, BEI memandang pembukaan floor price saham gocap sebesar Rp50 berpotensi menambah tekanan terhadap IHSG. Namun, dengan mempertimbangkan bobot saham GOTO yang masih besar serta hasil simulasi, BEI menilai dampaknya tidak terlalu besar dan masih manageable.

Pengukuran BEI atas dampak perubahan floor price

Dalam penilaian tersebut, BEI memperhitungkan bahwa penjualan yang terjadi dalam skenario tertentu tetap akan membawa efek ke harga. Meski demikian, BEI menyatakan bahwa efek tersebut sudah diukur dan dinilai tidak terlalu besar.

Iding menempatkan pengukuran ini sebagai dasar proyeksi bahwa tekanan jual terhadap IHSG bisa dikendalikan. Dengan demikian, pembukaan batas bawah tidak diperlakukan sebagai pemicu tunggal yang langsung menentukan arah IHSG, tetapi sebagai bagian dari serangkaian faktor yang perlu dinilai dampaknya.

Peran GOTO dalam bobot IHSG

BEI juga menegaskan bahwa pengaruh terhadap indeks tetap dipengaruhi oleh saham-saham dengan jumlah saham beredar besar. Dalam pernyataan yang sama, GOTO disebut masih menjadi salah satu elemen penting karena bobotnya terhadap indeks.

Simulasi yang memperhitungkan potensi tekanan jual GOTO menunjukkan bahwa BEI menilai dinamika pasar harus dilihat secara menyeluruh. Pada akhirnya, proyeksi tekanan jual yang relatif terbatas mencerminkan hasil pengukuran BEI dengan memasukkan variabel utama yang relevan bagi pergerakan IHSG.