jurnalistik.co.id – Bank Indonesia (BI) menggelontorkan insentif likuiditas melalui Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) sebesar Rp461,2 triliun hingga pekan pertama September 2026. Nilainya naik dibanding bulan sebelumnya, yaitu Rp446,5 triliun pada Agustus.
Kenaikan besaran insentif ini muncul saat kredit perbankan menunjukkan pertumbuhan. Dalam paparan setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG) Rabu (22/9/2026), Gubernur BI Destry Damayanti menyampaikan bahwa pertumbuhan kredit pada Agustus mencapai 13,65% secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi daripada pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 13,58% yoy.
BI menempatkan kebijakan makroprudensial yang akomodatif sebagai instrumen untuk menjaga arah pertumbuhan penyaluran kredit. Destry menyebut bahwa BI akan terus mengoptimalkan kebijakan tersebut untuk mendorong pertumbuhan kredit, sekaligus mempertahankan stabilitas sistem keuangan.
“Ke depan, Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan kebijakan makroprudensial yang akomodatif, untuk mendorong pertumbuhan kredit dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan,” sebut Destry dalam paparannya usai RDG Rabu (22/9/2026).
Selain melihat kinerja kredit, BI juga mengaitkan perkembangan uang beredar dengan dinamika penyaluran kredit. Dalam laporan BI, perkembangan M2 pada Agustus 2026 disebut terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit.
Secara umum, M2 pada Agustus 2026 tumbuh 8,2%. Angka tersebut menjadi salah satu indikator yang menguatkan keterkaitan antara aktivitas kredit perbankan dan pergerakan likuiditas di perekonomian.
Berita Terkait
Dari sisi dinamika kebijakan, pergeseran nilai KLM dari Rp446,5 triliun pada Agustus menjadi Rp461,2 triliun pada pekan pertama September menunjukkan respons kebijakan yang bergerak mengikuti kondisi yang sedang berlangsung. Penyesuaian ini dilakukan ketika pertumbuhan kredit berada pada lintasan yang lebih kuat dibanding bulan sebelumnya.
Dengan pertumbuhan kredit yang naik dari 13,58% yoy menjadi 13,65% yoy, BI memproyeksikan langkah kebijakan tetap berorientasi pada penguatan penyaluran kredit. Tujuannya, sebagaimana disampaikan dalam RDG, adalah mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap memastikan stabilitas sistem keuangan.
Dalam kerangka itu, KLM berfungsi sebagai jalur untuk menjaga ketersediaan likuiditas bagi perbankan. Pada saat yang sama, BI menekankan pentingnya penerapan kebijakan yang akomodatif namun tetap menjaga stabilitas, sehingga dorongan terhadap kredit berjalan beriringan dengan pengendalian risiko di sistem keuangan.
Secara keseluruhan, kombinasi antara naiknya nilai KLM, akselerasi pertumbuhan kredit, serta peran penyaluran kredit terhadap M2 menjadi benang merah kebijakan BI pada periode awal September 2026. Perkembangan ini mengilustrasikan bagaimana BI menghubungkan keputusan likuiditas makroprudensial dengan indikator penyaluran kredit dan transmisi ke uang beredar.
Perubahan nilai KLM yang bergerak dari Rp446,5 triliun pada Agustus menjadi Rp461,2 triliun pada pekan pertama September memperlihatkan bahwa BI menyesuaikan setelan likuiditas mengikuti dinamika penyaluran kredit. Penyesuaian ini tidak berdiri sendiri, melainkan sejalan dengan kondisi pertumbuhan kredit yang mengalami peningkatan pada periode yang sama.
Dalam pembahasan yang disampaikan setelah RDG, BI juga menegaskan keterkaitan antara transmisi penyaluran kredit dan perkembangan uang beredar. Laporan BI menyebut pertumbuhan M2 pada Agustus 2026 sebesar 8,2% terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit, sehingga pergerakan likuiditas di perekonomian dapat dibaca bersama aktivitas kredit perbankan.
Dengan pertumbuhan kredit yang menguat dari 13,58% yoy menjadi 13,65% yoy, arah kebijakan kemudian diarahkan untuk terus menguatkan dukungan terhadap pembiayaan sekaligus menjaga agar stabilitas sistem keuangan tetap terpelihara. Melalui pendekatan makroprudensial yang akomodatif, BI menempatkan KLM sebagai instrumen untuk memastikan ketersediaan likuiditas, agar dorongan terhadap kredit berjalan seiring pengendalian risiko di sistem keuangan.












