jurnalistik.co.id – Negosiasi Prajogo Pangestu (CUAN) untuk mengambil alih kendali atas PT Singaraja Putra Tbk (SINI) masih berjalan. Pada periode proses tersebut, perseroan terkait menempatkan penguatan operasi tambang sebagai bagian dari rangkaian langkah strategis.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dikutip pada Minggu (13/9/2026), manajemen SINI menyampaikan rencana pengembangan usaha ke depan. Fokusnya diarahkan pada pengembangan sekaligus optimalisasi aset tambang batu bara yang dimiliki melalui anak usahanya.
Dalam penyusunan strategi, SINI menempatkan aset tambang sebagai basis pertumbuhan utama. Upaya optimalisasi ini disampaikan sebagai landasan untuk menopang rencana bisnis perseroan dan entitas anak.
Manajemen juga menyoroti bahwa salah satu pendorong pertumbuhan berasal dari akuisisi PT Kalimantan Mitra Sejahtera (KMS). Akuisisi KMS disebut berpengaruh langsung terhadap peningkatan cadangan batu bara yang tercatat pada perseroan.
Setelah akuisisi tersebut, total cadangan batubara SINI disebut meningkat menjadi 231 juta ton. Angka itu dinyatakan sebagai hasil dari pengembangan aset melalui mekanisme akuisisi KMS.
Selain aspek cadangan, pengelolaan aset juga diarahkan pada perubahan cakupan wilayah. Akuisisi KMS turut memperluas diversifikasi geografis aset pertambangan SINI.
Perluasan wilayah yang dimaksud mencakup Kalimantan Timur. Dengan demikian, penyebaran aset tambang SINI tidak hanya berada pada satu bentang geografis, melainkan berkembang ke area tersebut.
Dalam konteks negosiasi pengendalian, persiapan penguatan aset tambang menjadi komponen yang disebut berjalan bersamaan. SINI tetap menyiapkan rencana pengembangan dan optimalisasi atas aset batubara yang berada di bawah anak perusahaan.
Langkah ini disampaikan dalam rilis yang dirujuk pada 13/9/2026. Pada bagian tersebut, manajemen menjelaskan bahwa arah bisnis ke depan diarahkan pada pemanfaatan aset pertambangan secara lebih terstruktur.
Berita Terkait
Melalui pengembangan dan optimalisasi aset tambang batu bara, perseroan berupaya menjaga kesinambungan rencana usaha. Pernyataan ini menjadi bagian dari penjelasan mengenai bagaimana SINI menyiapkan basis penguatan portofolio tambang.
Di saat yang sama, CUAN masih berada dalam proses untuk mengambil alih kendali atas SINI. Artinya, dinamika korporasi terkait pengendalian berjalan berdampingan dengan agenda pengembangan aset yang disebut sudah disiapkan SINI.
Komponen penting yang disebut manajemen adalah akuisisi KMS. Akuisisi ini tidak hanya dikaitkan dengan perluasan cakupan geografis, tetapi juga dengan kenaikan angka cadangan yang disebut mencapai 231 juta ton.
Dengan cadangan yang meningkat, perusahaan memiliki dasar untuk menjalankan rencana pengelolaan aset tambang sesuai arah bisnis yang dipaparkan dalam keterbukaan informasi. Dalam dokumen tersebut, SINI menyatakan akan memfokuskan rencana usaha pada pengembangan dan optimalisasi aset batubara pada anak usahanya.
Adapun, diversifikasi geografis ke Kalimantan Timur menjadi salah satu detail yang disampaikan sebagai bagian dari dampak akuisisi KMS. Informasi ini tercantum sebagai faktor yang memperluas jangkauan aset pertambangan SINI.
Secara keseluruhan, pernyataan manajemen SINI menegaskan adanya dua jalur yang bergerak bersama. Jalur pertama terkait proses negosiasi CUAN untuk mengambil alih kendali atas SINI, sedangkan jalur kedua terkait pengembangan serta optimalisasi aset tambang batu bara di lingkungan anak usaha.
Di jalur kedua, akuisisi KMS disebut menjadi titik penting yang mendukung peningkatan cadangan menjadi 231 juta ton. Bersamaan dengan itu, akuisisi yang sama disebut memperluas diversifikasi geografis aset ke Kalimantan Timur.
Dengan penekanan pada pengembangan dan optimalisasi aset batu bara, SINI memposisikan rencana bisnisnya pada penguatan basis tambang melalui anak perusahaan. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks keterbukaan informasi yang dikutip pada 13 September 2026.
Sementara itu, negosiasi Prajogo Pangestu (CUAN) untuk mengambil alih kendali atas SINI tetap menjadi latar utama pemberitaan. Selama proses berlangsung, SINI menegaskan fokusnya pada pengelolaan aset tambang batu bara yang dimiliki anak usahanya.
Dengan cadangan yang disebut meningkat hingga 231 juta ton dan perluasan ke Kalimantan Timur, manajemen SINI menempatkan pengembangan aset sebagai komponen yang akan menjadi pijakan rencana ke depan. Hal tersebut sekaligus melengkapi narasi bahwa penguatan portofolio tambang berjalan berdampingan dengan dinamika pengendalian perusahaan.












