Olahraga

Ryan Garcia Menghentikan Conor Benn di Ronde Dua dan Mempertahankan Sabuk WBC Kelas Welter

×

Ryan Garcia Menghentikan Conor Benn di Ronde Dua dan Mempertahankan Sabuk WBC Kelas Welter

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Garcia vs Benn: Conor Benn crushed by Ryan Garcia in two rounds of world title mismatch

jurnalistik.co.id – Ryan Garcia mempertahankan sabuk WBC kelas welternya di T-Mobile Arena, Las Vegas, lewat kemenangan cepat yang mematikan atas Conor Benn. Pertarungan kelas “mismatch” itu berakhir pada ronde kedua, ketika Benn dijatuhkan lalu serangan Garcia terus berlanjut hingga wasit menghentikan laga.

Garcia tampil dominan sejak bel pembuka. Ia berulang kali menghukum pendekatan Benn yang maju tanpa banyak kendali, sementara Benn tampak makin dipaksa terburu-buru dan kehilangan keseimbangan tempo.

Di ronde dua, Benn sempat menerima pukulan berat. Ia dijatuhkan oleh pukulan kanan yang bersih, namun berhasil bangkit dan menghitung sampai delapan sebelum serangan berikutnya datang.

Setelah Benn kembali berdiri, Garcia tidak memberi ruang. Benn yang terdesak hingga berada di dekat tali ring menjadi sasaran rangkaian serangan sampai wasit masuk untuk menghentikan kelanjutan pertarungan.

Garcia kemudian menjelaskan situasi itu kepada DAZN dengan nada yang menggambarkan kendali sejak awal, “I knew he would bring the pressure, I felt the shots and though ‘I’ll let him have his way’, but I knew his was reckless and you can’t do that with me,” kata Garcia. Ia menambahkan, “147lb is my division. I’m here, you can trust me as a champion.”

Kemenangan ini menjadi penutup yang sekaligus menjawab ekspektasi banyak pengamat. Sebagian kecil memandang Benn punya peluang besar, apalagi karena ia menghadapi lawan dengan level kemampuan yang dianggap jauh lebih tinggi dalam konteks kariernya.

Bagi Benn, kekalahan itu tercatat sebagai kekalahan kedua dari total 10 tahun karier profesionalnya. Ia juga tercatat belum pernah menghadapi petinju dengan reputasi dan kualitas seperti Garcia, sehingga muncul keraguan tentang kelayakan Benn untuk mendapatkan kesempatan titel dunia sejak awal.

Garcia sendiri tetap konsisten dengan targetnya. Ia berjanji menghentikan Benn sebelum batas lima ronde, dan ia melakukannya saat pertarungan memasuki fase krusial setelah awal yang sama-sama berintensitas tinggi.

Dengan hasil ini, Garcia mencatat pertahanan pertama sabuk WBC kelas welternya. Ia melakukannya dengan kemenangan ke-26 dari 28 pertarungan profesionalnya, sekaligus memperkuat posisinya sebagai juara yang siap menghadapi penantang kelas utama.

Suasana di Las Vegas dan jalannya awal laga

Di momen sebelum pertandingan dimulai, digelar upacara hening sebagai penghormatan untuk mengenang ulang tahun pertama wafat Ricky Hatton. Hatton dikenal luas karena membawa puluhan ribu pendukung Inggris saat kariernya di Las Vegas.

Namun, dukungan untuk Benn tampak lebih kecil jika dibandingkan skala yang pernah terlihat untuk Hatton. Di T-Mobile Arena, dari total 18,855 penonton, terlihat kelompok-kelompok pendukung Inggris di antara keramaian.

Benn datang dengan kostum berwarna hitam serta membawa bendera Union Jack. Ia berjalan menuju ring bersama ayahnya, Nigel Benn, yang pernah meraih kemenangan paling bersejarah di Las Vegas pada 1990 saat menghentikan Iran Barkley di ronde pertama.

Garcia memiliki cara berbeda saat keluar menuju ring. Ia yang memiliki latar Meksiko, menyambut malam itu dengan musik mariachi dalam momentum akhir pekan menuju Mexican Independence Day.

Ronde pertama berjalan seperti yang banyak diperkirakan. Benn agresif mendekat dan mencoba memaksakan duel jarak dekat, sementara Garcia berusaha “mengambil” momen balik lewat serangan balik yang terukur.

Garcia mendarat dua hook kiri yang tajam, dan meski Benn terlihat mampu menerima pukulan pada tahap awal, perbedaan ritme mulai jelas ketika Benn kian memasuki jarak yang membuat Garcia menemukan celah. Serangkaian pukulan cepat menyusul, termasuk hook kiri, tangan kanan, dan uppercut, yang memperlihatkan waktu dan akurasi Garcia semakin tajam.

Terence Crawford, yang saat itu pensiun sebagai juara tak terkalahkan dalam beberapa kelas, hadir menonton dari pinggir ring. Turut hadir pula aktor Cuba Gooding Jr dan eksekutif WWE Paul “Triple H” Levesque.

Ronde kedua dan alasan kemenangan yang mengunci pertarungan

Tanda bahaya makin tegas pada ronde kedua. Benn diguncang oleh sebuah left uppercut, dan setelah serangan bertubi-tubi, Garcia akhirnya menemukan senjata yang mengubah jalannya laga.

Hook kiri Garcia sebenarnya dianggap sebagai pukulan paling berbahaya sebelum pertarungan. Tetapi pada akhirnya, tangan kanan yang membuat Benn jatuh ke kanvas. Benn sempat bangkit dan menyelesaikan hitungan, namun setelah itu ia seperti menjadi sasaran yang terlalu mudah.

Upaya Benn untuk mengelak dan mencoba bertahan tetap berlangsung sebentar, tetapi tekanan Garcia membatasi ruang gerak. Tantangan Benn juga dinilai sempat dipengaruhi konteks perubahan bobot, karena sebelumnya ada pembahasan apakah kepindahan ke 10st 7lb (67kg) membuatnya terkuras. Tanpa klausul rehidrasi, Benn tampil lebih besar pada malam laga.

Walau demikian, dalam pertarungan yang berjalan pada momen paling menentukan, perbedaan kemampuan dan kendali tetap terasa lebih dominan. Ada dugaan di sekitar ring bahwa penghentian terjadi terlalu cepat karena Benn masih bergerak, tetapi keputusan wasit dianggap tepat untuk mencegah hukuman lanjutan yang berlebihan.

Setelah laga berakhir, para petarung saling menyapa. Perhatian kemudian langsung mengarah ke Garcia, yang bertukar kata dengan juara WBO Teofimo Lopez di pinggir ring. Sementara itu, Benn meninggalkan arena dengan raut yang kecewa.

Langkah selanjutnya untuk Benn

Benn masuk sebagai penantang nomor satu WBC, namun cara kekalahan terjadi akan memperkuat pandangan bahwa ia belum siap untuk tantangan gelar dunia. Jalan kariernya memang digambarkan berbeda, karena ia beralih ke profesional dengan pengalaman amatir yang terbatas dan tidak mengikuti jalur gelar tradisional di level Britania Raya dan Eropa.

Prospek komersial Benn bisa saja terpengaruh. Meski begitu, ia tetap disebut sebagai salah satu petinju Inggris yang paling mudah dikenali, termasuk karena statusnya sebagai penandatangan baru bersama Zuffa Boxing.

Terkait rencana berat badan, Benn menyebut penurunan bobot itu membawanya ke “pits of hell” dan mengatakan ia tetap berniat naik kelas meski apa pun hasil pertarungannya. Ia juga tidak menutup kemungkinan duel trilogi dengan Chris Eubank Jr, sehingga akan terlihat apakah Benn segera mengejar nama besar lain atau memilih jalur yang lebih terukur menuju peluang gelar dunia berikutnya.

Pada akhirnya, banyak pengamat menilai kejutan sulit terjadi dalam konteks yang sama. Pengalaman, rekam amatir, dan kemampuan Garcia di level tertinggi dinilai terlalu kuat untuk Benn, sehingga kemenangan itu menjadi hasil yang, meskipun tetap membutuhkan eksekusi tepat, tetap dianggap selaras dengan gambaran sebelum laga.