Bisnis & Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp17.000, Buyback Mengalami Pelemahan

×

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp17.000, Buyback Mengalami Pelemahan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp17.000, Buyback Jatuh - Market

jurnalistik.co.id – Perdagangan Selasa, 29 September 2026, mencatat harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) bergerak melemah. Pada hari tersebut, seluruh penyesuaian harga mengacu pada pergerakan yang terjadi di pasar.

Logam Mulia Antam dibanderol Rp2.580.000 per gram. Harga ini turun Rp17.000 dibandingkan posisi harga pada hari sebelumnya.

Selain harga jual, harga pembelian kembali atau buyback oleh Antam juga mengalami koreksi. Antam menetapkan buyback di Rp2.375.000 per gram pada Selasa.

Buyback tersebut terkoreksi Rp47.000 dari harga kemarin. Dengan angka penurunan yang berbeda, pasar melihat pelemahan terjadi pada dua komponen harga emas yang diperdagangkan.

Data hari ini menunjukkan bahwa penurunan harga tidak hanya muncul pada sisi pembelian kembali. Harga jual dan buyback sama-sama berada di wilayah yang lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya.

Di sisi lain, pergerakan emas batangan Antam juga dikaitkan dengan kondisi harga emas dunia. Saat harga emas global mengalami penurunan, penyesuaian pada produk emas di dalam negeri umumnya turut terjadi.

Kemarin, harga emas dunia di pasar spot ditutup pada US$4.127,3 per troy ons. Penutupan tersebut menunjukkan adanya koreksi dibandingkan periode sebelumnya.

Harga spot itu turun 3,68% dibandingkan posisi penutupan akhir pekan lalu. Perbedaan persentase tersebut menggambarkan tekanan yang terjadi pada perdagangan internasional.

Selain penurunan persentase, harga emas spot juga disebut berada pada level terendah dalam rentang waktu tertentu. Dalam laporan tersebut, disebutkan harga terendah sejak 5 Agustus.

Kondisi di pasar spot yang melemah kemudian menjadi rujukan yang tercermin ke harga emas Antam. Karena itu, harga Logam Mulia pada hari ini bergerak searah dengan perubahan yang terjadi di pasar global.

Untuk konteks perdagangan hari ini, harga jual berada di Rp2.580.000 per gram. Sementara itu, buyback berada di Rp2.375.000 per gram, mengikuti arah koreksi yang sama namun dengan besaran perubahan yang berbeda.

Perbedaan angka pada harga jual dan buyback memberi gambaran tentang struktur harga emas yang dipertimbangkan oleh pelaku pasar. Namun, keduanya sama-sama menunjukkan tren penurunan dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa, penyesuaian tercatat spesifik pada besaran Rp17.000 untuk harga jual. Untuk buyback, koreksinya sebesar Rp47.000 dari hari kemarin.

Dengan demikian, dinamika harga emas Antam pada hari ini dapat ditelusuri melalui dua lapis informasi. Pertama, perubahan harga yang terjadi di pasar domestik pada Selasa. Kedua, pergerakan harga emas dunia di pasar spot yang ditutup lebih rendah dibanding penutupan akhir pekan lalu.

Seluruh rangkaian angka tersebut memperlihatkan hubungan antara pasar internasional dan harga produk emas batangan di dalam negeri. Saat emas dunia berakhir lebih rendah, Logam Mulia Antam juga mengalami koreksi pada harga jual dan buyback.

Di penutupan perdagangan Selasa, harga emas Antam tercatat tetap mengikuti arah pelemahan yang tercermin dari harga spot global. Dengan harga jual Rp2.580.000 per gram dan buyback Rp2.375.000 per gram, pergerakan hari ini menjadi bagian dari tren penurunan yang sedang berlangsung.

Selain melihat besaran penurunan harian, pelaku pasar juga memantau perbedaan antara harga yang dibayarkan saat buyback dan harga jual yang dibanderol ke konsumen. Pada perdagangan ini, keduanya bergerak ke bawah, sehingga selisih angka tidak hanya menjadi gambaran nilai transaksi, tetapi juga menunjukkan respons harga yang konsisten terhadap kondisi pasar yang sedang melemah.

Dengan harga emas dunia yang ditutup lebih rendah pada akhir sesi spot, sentimen tersebut kemudian tercermin pada penyesuaian harga produk Logam Mulia di dalam negeri. Pola yang terlihat pada hari Selasa memperlihatkan bahwa perubahan di pasar internasional tidak berhenti pada level global, melainkan ikut memengaruhi struktur harga jual maupun buyback, sesuai arah koreksi yang sama.