jurnalistik.co.id – Harga emas dunia menguat tajam sepanjang pekan ini, dengan lonjakan mingguan terbesar dalam sekitar tujuh bulan terakhir. Kenaikan dipicu lemahnya data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) serta perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Pada penutupan perdagangan Jumat (7/8/2026) waktu setempat, harga emas spot naik 2,3 persen menjadi 4.336,02 dollar AS per troy ounce. Sebelum ditutup, emas sempat mencatat kenaikan lebih dari 3 persen dan menyentuh level tertinggi sejak 17 Juni 2026.
Secara per pekan, pergerakan emas spot berada di jalur kenaikan lebih dari 7 persen. Dengan capaian tersebut, lonjakan mingguan emas menjadi yang tertinggi sejak 19 Januari 2026.
Sementara itu, harga emas berjangka AS juga menguat sebesar 2,3 persen dan ditutup pada 4.399,70 dollar AS per troy ounce.
Data tenaga kerja memengaruhi ekspektasi The Fed
Kenaikan harga emas terjadi setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan penurunan jumlah pekerja nonpertanian (nonfarm payrolls) sebanyak 23.000 pekerjaan pada Juli. Angka tersebut berbanding terbalik dengan kenaikan 20.000 pekerjaan pada Juni, yang juga direvisi turun.
Data yang keluar pada Juli juga berada jauh di bawah ekspektasi ekonom yang disurvei Reuters, yakni perkiraan penambahan 80.000 pekerjaan.
Direktur perdagangan logam High Ridge Futures, David Meger, menilai data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan menurunkan peluang The Fed untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya. Pernyataan itu menggarisbawahi bagaimana pasar menilai arah kebijakan moneter dalam waktu dekat.
Meger menambahkan, penurunan harga energi serta berkurangnya kemungkinan kenaikan suku bunga AS berpotensi menekan nilai tukar dollar AS dan mendorong harga emas lebih tinggi. Emas batangan sendiri dipandang lebih menarik dibanding aset lain karena tidak memberikan imbal hasil.
Dari sisi penetapan harga di pasar, data LSEG menunjukkan peluang The Fed untuk menaikkan suku bunga pada September sebesar 43,9 persen. Angka tersebut turun dari 57 persen sebelum data ketenagakerjaan dirilis.
Berita Terkait
Sebaliknya, peluang The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada bulan depan meningkat menjadi 56,1 persen dari 43,2 persen sebelum data diumumkan.
Faktor geopolitik tetap menjadi penopang
Selain isu suku bunga, harga emas juga memperoleh dukungan dari ketidakpastian geopolitik. Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa ia meyakini perang dengan Iran akan segera berakhir.
Di tengah dinamika tersebut, UBS memperkirakan harga emas dapat naik hingga 5.000 dollar AS per troy ounce pada paruh pertama 2027.
Dengan berbagai pendorong yang datang dari sisi data ekonomi maupun sentimen geopolitik, emas sepanjang pekan ini berhasil mencatat kenaikan yang berlapis: lonjakan harian yang menonjol dan laju mingguan yang menjadi yang terbesar dalam waktu sekitar tujuh bulan.
Pergerakan tersebut juga memperlihatkan sensitivitas emas terhadap perubahan ekspektasi pasar. Ketika peluang kenaikan suku bunga bergeser dan prospek imbal hasil tetap tidak ada pada emas batangan, daya tarik aset ini cenderung ikut meningkat.
Sampai akhir pekan, kombinasi pembacaan pasar atas data nonfarm payrolls, revisi ekspektasi The Fed, serta ketegangan geopolitik menjadi faktor yang menopang penguatan harga emas di pasar global.
Lonjakan ini turut tercermin dari perubahan cepat pada ekspektasi kebijakan moneter. Setelah rilis data yang lebih lemah dari perkiraan, peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve untuk September turun ke 43,9 persen, sedangkan peluang mempertahankan suku bunga pada bulan berikutnya naik menjadi 56,1 persen.
Selain faktor tenaga kerja, beberapa komponen sentimen juga ikut memperkuat laju emas. Penurunan harga energi dan melemahnya prospek kenaikan suku bunga dinilai berpotensi menekan nilai tukar dollar AS, sehingga emas—yang tidak menawarkan imbal hasil—mendapat dukungan tambahan dari sisi minat pasar.
Di saat yang sama, ketidakpastian geopolitik tetap memberikan penopang. Pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai keyakinannya bahwa perang dengan Iran akan segera berakhir menambah sentimen kehati-hatian, dan UBS bahkan memproyeksikan harga emas bisa menanjak hingga 5.000 dollar AS per troy ounce pada paruh pertama 2027.












