jurnalistik.co.id – Morgan Stanley & Co International Plc kembali menambah kepemilikannya pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Langkah akumulasi saham ini tercatat melalui laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Berdasarkan keterbukaan informasi, pada Rabu (23/9/2026) perusahaan tersebut melaporkan transaksi pembelian saham GOTO. Pembelian dilakukan pada 18 September 2026 dengan harga Rp27 per saham.
Dalam transaksi itu, Morgan Stanley membeli sebanyak 400 juta saham GOTO. Dengan nilai transaksi tersebut, total pembelian disebut mencapai sekitar Rp10,8 miliar.
Setelah transaksi, porsi kepemilikan Morgan Stanley pada GOTO mengalami kenaikan. Kepemilikan perusahaan tercatat naik dari 80,54 miliar saham menjadi 80,94 miliar saham.
Perubahan jumlah saham tersebut juga berdampak pada persentase kepemilikan. Morgan Stanley naik dari 6,9951% menjadi 7,0299%, sehingga posisinya menembus level di atas 7%.
Transaksi yang dilakukan disebut berbentuk pembelian saham biasa secara langsung. Perusahaan juga mencantumkan tujuan transaksi untuk investasi, bukan untuk aksi lain yang bersifat operasional.
Selain itu, dalam laporan kepemilikan yang sama, Morgan Stanley disebut sebagai pemegang saham nonpengendali. Artinya, penambahan saham tersebut tetap tidak mengubah status perusahaan sebagai pihak yang tidak mengendalikan perseroan.
Aksi pembelian ini muncul di tengah dinamika korporasi GOTO. Perseroan disebut memiliki rencana untuk menghapus sebagian saham treasuri yang sebelumnya diperoleh melalui program buyback.
Berita Terkait
Rencana penghapusan saham treasuri itu menjadi salah satu latar yang relevan untuk dibaca bersama transaksi Morgan Stanley. Dengan adanya perubahan komposisi kepemilikan dan rencana korporasi di internal perseroan, perhatian pasar terhadap struktur saham menjadi lebih tinggi.
Secara angka, kenaikan kepemilikan Morgan Stanley dari sisi volume menunjukkan akumulasi yang konsisten. Setelah pembelian 400 juta saham, total kepemilikan bertambah sekitar 0,40 miliar saham, sejalan dengan kenaikan persentase kepemilikan.
Kenaikan dari 6,9951% ke 7,0299% memperlihatkan bahwa penambahan tersebut dilakukan dalam kisaran yang cukup spesifik. Perusahaan memanfaatkan transaksi pada satu hari bursa, yaitu 18 September 2026, dengan harga yang disebutkan Rp27 per saham.
Bagi pelaku pasar, informasi kepemilikan seperti ini biasanya dipakai untuk menilai perkembangan struktur investor pada suatu emiten. Dalam kasus GOTO, laporan ini sekaligus menegaskan bahwa Morgan Stanley tetap berperan sebagai investor nonpengendali meski porsinya sudah melewati 7%.
Sementara itu, rencana korporasi terkait penghapusan saham treasuri dari hasil buyback memberi gambaran bahwa GOTO juga menempuh langkah-langkah untuk merapikan struktur modalnya. Kombinasi antara aksi investasi investor institusional dan agenda perseroan menjadi faktor yang dapat memengaruhi pembacaan arah kepemilikan ke depan.
Dengan demikian, pembelian Morgan Stanley sebanyak 400 juta saham pada Rp27 per saham menjadi bagian dari pola akumulasi yang mendorong kepemilikan melewati ambang 7%. Nilai transaksi sekitar Rp10,8 miliar tercatat melalui pelaporan kepada OJK, bersamaan dengan konteks aksi korporasi GOTO terkait saham treasuri.
Laporan kepemilikan yang dirujuk dalam keterbukaan informasi tersebut menggambarkan bahwa transaksi penambahan saham Morgan Stanley tidak hanya bersifat akumulasi, tetapi juga terdokumentasi secara formal melalui pelaporan kepada OJK. Dengan pencatatan waktu transaksi pada 18 September 2026 dan rincian harga Rp27 per saham, data tersebut memberi acuan yang lebih jelas bagi pembaca laporan untuk melihat arah perubahan kepemilikan.
Dari sisi korporasi GOTO, langkah yang disebut terkait penghapusan saham treasuri hasil buyback memberi konteks bahwa perseroan tengah menata komposisi sahamnya. Dalam pembacaan pasar, kombinasi antara agenda perseroan dan perubahan porsi investor institusional seperti ini biasanya membuat struktur pemegang saham menjadi lebih menjadi perhatian, karena bisa memengaruhi cara pelaku pasar menilai pembagian kepemilikan.
Meski kepemilikan Morgan Stanley menembus level di atas 7%, statusnya tetap dicantumkan sebagai pemegang saham nonpengendali. Penegasan tujuan transaksi sebagai investasi, bukan untuk keperluan operasional lain, turut memperkuat gambaran bahwa pergerakan yang terjadi merupakan bagian dari strategi penempatan dana. Dengan nilai transaksi sekitar Rp10,8 miliar dan penambahan 400 juta saham, akumulasi tersebut menjadi penanda kuat bahwa perhatian investor terhadap dinamika struktur modal GOTO masih berlanjut.












