jurnalistik.co.id – BEI menegaskan bahwa penerapan auto rejection yang kembali dibuat simetris tidak akan berjalan otomatis tanpa mempertimbangkan kondisi pasar. Langkah ini diposisikan sebagai bagian dari kesiapan bursa menjelang periode implementasi yang telah dijadwalkan.
Dalam ketentuan yang disebutnya, skema auto rejection simetris dijadwalkan mulai awal 2027, seiring Perubahan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Namun, otoritas bursa tetap membuka ruang penyesuaian jika dinamika pasar belum dianggap kondusif.
Pandangan BEI: pasar jadi penentu sebelum simetris diterapkan
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, menyampaikan bahwa pihaknya akan mengamati perkembangan pasar lebih dulu sebelum mengembalikan batas auto rejection menjadi simetris. Ia menyatakan penilaian tersebut dilakukan hingga akhir tahun, meskipun kerangka waktu implementasi telah tercantum.
Irvan menyampaikan hal itu kepada wartawan di Jakarta pada Rabu (23/9/2026). Ia menjelaskan, keputusan mengenai bentuk penerapan auto rejection akan mengikuti situasi pasar yang terjadi di fase menjelang akhir tahun.
“Memang kondisi normalnya begitu (auto rejection simetris). Kondisi normalnya, makanya kami akan lihat perkembangan terakhir sampai akhir tahun. Nanti, sementara ini rencana yang begitu,” kata Irvan kepada wartawan di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Pernyataan tersebut memperjelas bahwa jadwal awal 2027 lebih berfungsi sebagai rencana, bukan janji penerapan yang sepenuhnya tanpa evaluasi. Dengan kata lain, BEI memprosesnya sebagai keputusan berbasis monitoring, bukan sekadar pemenuhan kalender.
Monitoring hingga detik-detik terakhir
Irvan menambahkan bahwa BEI tidak hanya memerhatikan gambaran besar, tetapi tetap memantau perkembangan pasar sampai waktu implementasi mendekat. Ia menggambarkan evaluasi yang berlangsung bertahap, sambil menilai apakah situasi yang ada memungkinkan skema dijalankan sesuai desain.
Berita Terkait
Ia mencontohkan kebutuhan penyesuaian kebijakan di area lain yang pernah diterapkan regulator dengan mempertimbangkan kondisi pasar. Melalui analogi itu, Irvan menekankan bahwa keputusan bisa bergerak mengikuti kesiapan ekosistem dan kemampuan pelaksanaan aturan.
“Contoh, seperti short sell , kan, OJK waktu itu menunda, sampai September. Ternyata kondisinya memungkinkan untuk OJK memberikan izin,” ujarnya.
Dengan rujukan tersebut, BEI ingin memastikan bahwa penentuan batas auto rejection yang simetris benar-benar datang dari kondisi yang dinilai memungkinkan. Pendekatan ini juga menunjukkan adanya prinsip kehati-hatian terhadap dinamika transaksi, khususnya ketika aturan otomatis terkait batas penolakan perdagangan mulai dipertimbangkan perubahan bentuknya.
Potensi penundaan jika pasar belum kondusif
Meski skema simetris disebut akan mulai diterapkan awal 2027, BEI memperlihatkan bahwa prosesnya tetap bergantung pada hasil monitoring sampai akhir tahun. Irvan menyiratkan bahwa jika kondisi yang diamati belum sesuai ekspektasi, implementasi dapat ditunda atau disesuaikan tanpa mengubah kerangka perencanaan awal sepenuhnya.
Poin utama yang ditekankan adalah hubungan langsung antara kondisi pasar dan pengambilan keputusan terkait auto rejection. BEI memposisikan evaluasi sebagai tahapan penting sebelum melakukan perubahan batas dari bentuk yang berlaku menuju versi simetris.
Dalam konteks aturan, Perubahan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas menjadi dasar bahwa arah kebijakan sudah dirancang. Namun, pengaktifan skema dan bentuk penerapannya tetap dikaitkan dengan kesiapan pasar, sehingga jadwal awal dipahami sebagai target implementasi yang masih bisa menunggu konfirmasi kondisi.
Secara keseluruhan, pernyataan Irvan menegaskan bahwa BEI tidak ingin mengambil langkah yang berisiko apabila situasi pasar dinilai belum mendukung. BEI memilih menjaga fleksibilitas kebijakan agar penerapan auto rejection simetris tetap sejalan dengan prinsip normalnya skema tersebut, sambil memperhitungkan perkembangan aktual hingga akhir tahun dan waktu implementasi.
Dengan demikian, publikasi jadwal awal 2027 tidak otomatis berarti penerapan akan langsung berlangsung tanpa peninjauan. BEI memperjelas bahwa mekanisme yang kembali simetris akan diputuskan setelah kondisi pasar dinilai memadai, sesuai evaluasi yang terus dipantau hingga fase terakhir.












