Bisnis & Ekonomi

Lima Tips Pakar Agar Rumah Kontrakan Terasa Seperti Milik Sendiri

×

Lima Tips Pakar Agar Rumah Kontrakan Terasa Seperti Milik Sendiri

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Experts' five tips to make a rented property feel like home

jurnalistik.co.id – Mengubah tempat sewa agar terasa seperti “punya sendiri” sering kali menjadi tugas yang rumit. Di satu sisi, penyewa ingin hunian tetap hangat dan personal, tetapi di sisi lain ada batasan biaya dan kekhawatiran pada risiko deposit ketika perombakan dilakukan tanpa izin.

Kabar baiknya, para pakar menilai transformasi dapat dilakukan tanpa renovasi besar. Dengan persiapan yang matang, budget yang relatif terukur, serta pilihan perubahan yang ramah penyewa, bahkan hunian yang tampak hambar bisa terasa lebih nyaman dan berkarakter.

Graham Bell—Chief Executive B&Q—bersama desainer interior Lara Clarke dan Lydia Lloyd membagikan lima kiat yang dinilai tidak membebani dan tidak membuat pemilik properti keberatan. Berikut rangkuman langkah yang dapat diikuti, sekaligus penyesuaian yang tetap menghormati ketentuan sewa.

1) Mulai dari aturan sewa, bukan dari ide

Sebelum memasang atau mengganti sesuatu yang sifatnya permanen, hal paling mendasar adalah meninjau ulang perjanjian sewa. Bell menegaskan bahwa banyak pemilik rumah bersedia pada perbaikan yang “masuk akal”, terutama bila yang dilakukan adalah pembaruan pada bagian tertentu, bukan perubahan besar yang mengubah karakter properti.

Namun, izin tetap menjadi penentu. Dengan cara ini, penyewa tidak terjebak pada konflik saat pindah dan harus mengembalikan kondisi awal.

Bell juga mengingatkan bahwa persiapan bukan langkah formalitas. Ia menyatakan, “The biggest mistake is that people don’t plan enough,” lalu menambahkan, “It’s all the planning that goes into it that’s important, making sure you have everything.” Ia menutup dengan nasihat yang sering diulang, “My dad would tell me to always measure twice and cut once.”

Menurutnya, putuskan dahulu target yang ingin dicapai, ukur ruang, dan siapkan kebutuhan sebelum mulai bekerja. Bila pekerjaan yang dipilih termasuk DIY yang relatif sederhana, tutorial daring dapat membantu agar eksekusi tidak melenceng dari rencana.

2) Pilih perubahan yang bisa dibawa saat pindah

Jika tujuan Anda adalah tidak mengeluarkan biaya besar untuk memperbaiki properti orang lain, fokuskan pada perubahan yang bersifat sementara. Bell merekomendasikan produk yang “renter-friendly”, seperti ubin tempel untuk area dapur, penataan penyimpanan dengan daya hisap di kamar mandi, serta tirai yang bisa dipasang tanpa perlu pengeboran.

Kunci pendekatannya adalah memastikan apa pun yang dipasang tetap bisa dilepas tanpa meninggalkan masalah baru. Dengan begitu, rumah sewa tetap mengalami peningkatan kenyamanan tanpa mengganggu kewajiban saat masa sewa berakhir.

3) Gunakan karya seni agar ruang terasa selesai

Lara Clarke melihat seni dekoratif sebagai cara paling mudah untuk memberi kesan “tinggal di dalamnya”. Ia menilai karya yang tepat bisa langsung mengubah persepsi ruang: “instantly makes a space feel more occupied and finished”.

Clarke menyarankan mencari opsi yang terjangkau seperti lukisan minyak vintage, poster pameran, atau sketsa berbingkai di pasar barang antik. Setelah menemukan pilihan yang sesuai, karya tersebut dapat dipasang menggunakan command strips agar dapat dilepas tanpa menimbulkan lubang pada plester.

Pendekatan ini membantu ruang terlihat lebih matang secara visual, sekaligus memberi identitas yang tidak terasa generik. Dengan satu atau dua elemen yang dipilih cermat, suasana rumah bisa bergerak dari “sementara” menjadi “nyaman untuk ditinggali”.

4) Lapisi pencahayaan, bukan hanya ganti satu lampu

Menurut Bell, pencahayaan adalah cara paling cepat untuk mengubah rasa sebuah ruangan. Ia menyoroti bahwa properti sewa sering dilengkapi lampu yang terlalu terang, sehingga suasana terasa kaku atau kurang hangat.

Ia menyarankan untuk bereksperimen dengan variasi warna cahaya melalui penggantian bohlam atau penggunaan strip lighting. Di dapur, strip lighting memang kerap ditemui, tetapi cahaya yang lebih lembut dapat memengaruhi keseluruhan karakter ruangan tanpa menuntut renovasi besar.

Clarke menambahkan bahwa ketergantungan pada satu lampu plafon biasanya membuat suasana terasa datar. Ia menyarankan membangun beberapa sumber cahaya di berbagai sudut ruangan. Clarke berkata, “Mood lighting really helps make a space feel more cosy and homely,” dan melanjutkan, “Add table and floor lamps too and there are plenty of battery-powered options around now so you don’t have to worry about finding a plug socket.”

Untuk membuat efeknya semakin terasa, Clarke juga mengaitkan pencahayaan dengan tekstil yang lembut. Ia menyebut tirai yang menjangkau dari lantai hingga plafon serta bantal-bantal dekoratif dengan beragam warna dan pola sebagai kombinasi yang dapat menghadirkan kenyamanan tambahan.

5) Bangun sudut berkarakter, lalu perkuat dengan aroma

Salah satu cara agar rumah sewa tidak terasa “temporer” adalah menciptakan area kecil yang mencerminkan siapa Anda. Lloyd, yang bekerja sebagai home designer di M&S, mengatakan bahwa hal ini tidak harus mahal; ia menyatakan, “few carefully chosen accessories [can] make a big difference”.

Ia menekankan peran benda-benda yang membawa cerita pribadi. Lloyd berkata, “Books, framed photographs, decorative objects and houseplants help tell your story and can make even a temporary space feel more personal and lived in.”

Clarke melengkapi dengan saran memilih elemen yang memiliki karakter. Ia berkata, “sourcing characterful pieces,” lalu menambahkan, “Avoid flatpack furniture,”. Clarke menyarankan mengambil furnitur dan dekor dari pasar online atau pasar barang antik untuk menemukan potongan yang unik dan terasa lebih “kurasi” dari waktu ke waktu.

Langkah terakhir yang juga menentukan suasana adalah aroma. Lloyd meyakini bahwa scent adalah cara sederhana namun kuat untuk membuat rumah terasa mengundang. Ia menyebut, “simple but powerful way to make a home feel inviting”.

Ia menganjurkan penggunaan lilin, diffuser, dan room sprays untuk membantu membentuk atmosfer hangat dan nyaman, “especially as we move into the colder months”. Dari pilihan wewangian, Lloyd menyebut sandalwood, cedarwood, cinnamon, dan cardamom, yang ia nilai, “are perfect for bringing a sense of comfort into the home”.

Selain aroma, ia juga menyarankan menambah lapisan tekstur melalui bantal, throw, dan selimut. Ide utamanya adalah memadukan material seperti velvet, boucle, atau chunky knits agar ruang terasa lebih berlapis dan hangat.

Dengan lima langkah tersebut—mulai dari aturan sewa, memilih perubahan yang bisa dibawa, menata karya seni, melapisi pencahayaan, membangun sudut berkarakter, lalu memperkuatnya dengan aroma—rumah kontrakan dapat perlahan terasa seperti tempat sendiri. Prosesnya tidak bergantung pada renovasi besar, melainkan pada pilihan kecil yang konsisten dan direncanakan.