Bisnis & Ekonomi

Investor Asing Manfaatkan Celah Pasar, Borong BMRI Rp255 M Sehari

×

Investor Asing Manfaatkan Celah Pasar, Borong BMRI Rp255 M Sehari

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Investor Asing Lihat Celah, Borong BMRI Rp255 M dalam Sehari - Market

jurnalistik.co.id – Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencuri perhatian investor asing pada perdagangan kemarin. Kendati harga masih tertekan oleh sentimen terkait pemblokiran rekening Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriono alias Botok Pati, aktivitas beli dari pihak asing justru terlihat agresif.

Pada penutupan perdagangan Rabu (26/8/2026), BMRI melemah 40 poin atau setara 0,95% ke level Rp4.160 per saham. Di saat harga turun, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp255,2 miliar.

Nilai net buy tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang perdagangan Rabu. Dengan kata lain, pergerakan harga BMRI tidak sepenuhnya mencerminkan arus transaksi investor asing yang justru memilih menambah posisi.

Tekanan pada BMRI sebelumnya muncul seiring sentimen pemblokiran rekening milik Botok Pati. Bagi pelaku pasar, informasi seperti ini kerap memengaruhi persepsi risiko dan menimbulkan kehati-hatian, setidaknya dalam jangka pendek.

Meski demikian, laporan dari perseroan menunjukkan bahwa Bank Mandiri telah mengaktifkan kembali seluruh transaksi pada rekening milik Botok Pati pada hari sebelumnya. Langkah tersebut menjadi pemicu pergeseran ekspektasi pelaku pasar terhadap arah pergerakan saham.

Dalam dinamika seperti ini, investor asing umumnya melihat peluang dari perubahan sentimen yang cepat. Saat ketidakpastian yang memicu tekanan mulai mereda, pasar sering memberi ruang bagi arus beli, terutama dari pihak yang memiliki horizon investasi dan akses likuiditas yang kuat.

Net buy yang besar pada satu sesi menunjukkan adanya preferensi transaksi yang lebih kuat dibanding sekadar respons sesaat terhadap pelemahan harga. Walaupun BMRI sempat terkoreksi hingga akhir perdagangan, arus beli asing mengindikasikan bahwa penilaian terhadap kondisi perusahaan tidak sepenuhnya sejalan dengan tekanan sentimen pada fase sebelumnya.

Perlu dicermati pula bahwa pergerakan harga dan arus transaksi bisa berjalan tidak serentak. Harga yang turun tidak otomatis berarti tidak ada akumulasi, terutama ketika sebagian pelaku melakukan pembelian di rentang penurunan.

Dengan BMRI yang turun 0,95% menjadi Rp4.160 per saham, investor asing tetap memilih mengambil posisi melalui net buy Rp255,2 miliar. Kombinasi antara pelemahan harga dan pembelian bersih yang kuat ini kerap menjadi sinyal bahwa pasar menilai ada ruang untuk pemulihan setelah faktor pemicu tekanan mulai ditangani.

Di sisi lain, informasi bahwa Bank Mandiri mengaktifkan kembali seluruh transaksi pada rekening Botok Pati juga mengandung pesan operasional yang relevan bagi sentimen. Perubahan status pemblokiran dapat memengaruhi cara pelaku pasar menilai kepastian proses dan risiko yang sebelumnya menjadi perhatian.

Secara keseluruhan, perdagangan kemarin menampilkan pola yang menarik: BMRI tertekan di level penutupan, namun investor asing justru menjadi pembeli bersih dengan nilai Rp255,2 miliar—yang tertinggi pada sesi tersebut. Kondisi ini menggambarkan bagaimana arus modal bisa memanfaatkan celah ketika pasar merespons informasi secara bertahap.

Ke depan, perhatian pasar biasanya akan kembali pada konsistensi sentimen dan reaksi lanjutan setelah aktivitas transaksi pada rekening yang diblokir diaktifkan kembali. Bagaimanapun, keputusan investor asing untuk melakukan net buy sebesar itu menunjukkan bahwa mereka melihat peluang di tengah volatilitas yang masih melekat pada saham.

Pola yang terlihat di sesi tersebut memperlihatkan adanya pemisahan antara reaksi harga jangka pendek dan keputusan alokasi modal. Ketika sentimen risiko sempat menekan, sebagian pelaku bisa saja memilih mengurangi kepemilikan, namun di saat yang sama investor asing justru melakukan penambahan posisi melalui transaksi bersih yang signifikan.

Untuk menilai apakah pembelian bersih itu berkelanjutan atau hanya respons atas mereda-nya ketidakpastian, pasar biasanya akan menunggu konfirmasi lanjutan dari pergerakan transaksi dan arah harga pada sesi-sesi berikutnya. Dengan BMRI yang sebelumnya tertahan oleh isu pemblokiran lalu diikuti pengaktifan kembali transaksi, arah ekspektasi pelaku pasar dinilai dapat bergeser, tetapi dampaknya tetap perlu dilihat dari konsistensi arus modal.