jurnalistik.co.id – Perdagangan saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) dalam dua hari terakhir, yakni 24 dan 26 Agustus 2026, diwarnai aksi beli bersih dari beberapa sekuritas. Bloomberg Technoz mencatat Maybank Sekuritas (ZP) dan CGS International Sekuritas (YU) muncul sebagai dua broker dengan pembelian bersih paling menonjol pada periode tersebut.
Maybank Sekuritas (ZP) tercatat melakukan akumulasi pembelian saham ANTM secara besar-besaran. Harga rata-rata transaksi beli yang dibukukan ada di level Rp3.214 per saham, dengan net value atau transaksi bersih traders mencapai Rp46,38 miliar lebih dalam dua hari perdagangan.
Selain Maybank, CGS International Sekuritas (YU) juga turut membukukan pembelian bersih saham ANTM. CGS International mencatat harga rata-rata beli Rp3.213 per saham, sedangkan net value pembelian bersih mencapai Rp18,55 miliar lebih.
Di luar dua sekuritas tersebut, terdapat broker lain yang juga tercatat melakukan pembelian bersih namun dengan nilai yang lebih rendah. RHB Sekuritas disebut membukukan net value Rp17,52 miliar lebih dengan harga rata-rata beli Rp3.204 per saham, sementara Mirae Asset Sekuritas mencapai Rp14,57 miliar lebih dengan harga rata-rata Rp3.209 per saham.
Supra Sekuritas melengkapi daftar pembelian bersih pada periode yang sama. Broker ini membukukan net value Rp9,53 miliar lebih dengan harga rata-rata beli Rp3.281 per saham.
Sentimen harga emas dan euforia pasar
Aksi beli besar-besaran oleh Maybank Sekuritas dikaitkan dengan euforia sentimen kenaikan harga emas dunia. Dalam artikel disebutkan, harga emas dunia menguat hingga level tertinggi dalam tiga bulan terakhir, dan dalam sebulan terakhir harga emas dunia meroket lebih dari 13%.
Berita Terkait
Dengan latar tersebut, pembelian bersih saham ANTM diposisikan berjalan seiring dengan respons pelaku pasar terhadap pergerakan komoditas emas. Maybank Sekuritas disebut “terungkap” sebagai salah satu pihak yang paling getol memborong saham ANTM pada rentang 24 dan 26 Agustus 2026.
CGS International Sekuritas yang ikut membukukan pembelian bersih juga memperlihatkan bahwa minat pasar terhadap saham ANTM tidak datang dari satu pihak saja. Nilai net value yang terkumpul, harga rata-rata pembelian, serta jarak waktu dua hari perdagangan tersebut menjadi indikator pola akumulasi yang dicatat dalam laporan.
Gambaran akumulasi dalam dua hari
Ringkasnya, dalam periode dua hari perdagangan yang disebutkan, Maybank Sekuritas (ZP) membukukan net value Rp46,38 miliar lebih dengan harga rata-rata Rp3.214 per saham. CGS International (YU) menyusul dengan net value Rp18,55 miliar lebih dan harga rata-rata Rp3.213 per saham.
Sementara itu, RHB Sekuritas tercatat Rp17,52 miliar lebih (Rp3.204 per saham), Mirae Asset Sekuritas Rp14,57 miliar lebih (Rp3.209 per saham), dan Supra Sekuritas Rp9,53 miliar lebih (Rp3.281 per saham). Keseluruhan angka tersebut dirangkum berdasarkan data yang ditampilkan dalam laporan Bloomberg Technoz untuk transaksi beli bersih pada tanggal 24 dan 26 Agustus 2026.
Jika dilihat dari daftar pembelian bersih yang disebutkan, posisi teratas ditempati Maybank Sekuritas (ZP) dan CGS International Sekuritas (YU). Keduanya justru menjadi rujukan utama karena nilai net value yang tercatat jauh lebih menonjol dibanding broker lain pada periode yang sama, meski beberapa sekuritas lainnya tetap menunjukkan aktivitas beli bersih dengan nilai yang lebih rendah.
Perbedaan harga rata-rata beli antar broker juga memberikan gambaran bahwa akumulasi tidak terjadi dengan satu titik harga yang identik. Maybank tercatat di Rp3.214 per saham, CGS International di Rp3.213 per saham, RHB Sekuritas di Rp3.204 per saham, Mirae Asset Sekuritas di Rp3.209 per saham, sedangkan Supra Sekuritas berada pada Rp3.281 per saham. Variasi angka tersebut memperlihatkan adanya perbedaan level masuk yang terekam dalam dua sesi perdagangan yang disebutkan.
Di sisi lain, pembelian bersih tersebut dikaitkan dengan perkembangan sentimen harga emas yang menguat hingga level tertinggi dalam tiga bulan terakhir, serta dalam sebulan terakhir disebut meroket lebih dari 13%. Dengan latar itu, pergerakan ANTM diposisikan selaras dengan respons pelaku pasar terhadap komoditas emas, sehingga minat beli yang muncul pada beberapa sekuritas sekaligus dapat dibaca sebagai pola akumulasi yang terhubung dengan euforia pasar, bukan berasal dari satu pelaku saja.












