jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah dan melemah pada Sesi I Jumat (25/9/2026), turun 0,55% ke 6.263,73. Pergerakan indeks sempat menguat di awal perdagangan sebelum akhirnya bergeser ke zona merah.
Pada pembukaan, IHSG bergerak positif dan sempat menyentuh level tertinggi intraday di 6.328,41. Setelah itu, indeks komposit berangsur-angsur melemah hingga berada di 6.261,47 sebelum akhirnya ditutup Sesi I pada 6.263,73.
Tekanan berasal dari saham-saham berkapitalisasi besar
Dalam perdagangan Sesi I, saham-saham berkapitalisasi besar menjadi salah satu faktor yang membebani pergerakan IHSG. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) serta PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) tercatat menjadi pemberat indeks ketika mayoritas investor cenderung menekan harga.
Selain BYAN dan BNBR, sentimen negatif juga terlihat pada kelompok saham-saham industri, infrastruktur, dan properti yang ikut tertekan. Pergerakan terdalam terjadi pada saham sektor perindustrian yang melemah 2,07%, disusul infrastruktur yang turun 1,31% dan properti yang melemah 1,01%.
Dari sisi aktivitas pasar, Bursa Efek Indonesia mencatat nilai perdagangan selama Sesi I sebesar Rp4,51 triliun. Sebanyak 20,96 miliar saham ditransaksikan dengan frekuensi perdagangan mencapai 946 ribu kali.
Saham-saham yang menjadi top laggards per Sesi I Jumat (25/9/2026)
Berita Terkait
Beberapa emiten berkontribusi menekan indeks pada fase akhir Sesi I. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengurangi 4,5 poin, disusul PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) yang mengurangi 3,51 poin.
Penurunan juga tercermin pada saham PT Astra International Tbk (ASII) yang mengurangi 2,45 poin dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang mengurangi 2,24 poin. Tekanan berlanjut pada PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) yang mengurangi 1,85 poin serta PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang mengurangi 1,85 poin.
Di kelompok perbankan dan multifinansial, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengurangi 1,46 poin dan PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) mengurangi 1,4 poin. Sementara itu, PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) mengurangi 1,36 poin dan PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) mengurangi 1,18 poin.
Dengan struktur pelemahan yang cukup menyebar pada beberapa sektor serta sejumlah big caps yang bergerak turun, IHSG akhirnya tidak mampu mempertahankan momentum awal. Alhasil, indeks memilih jalur koreksi dan mengakhiri Sesi I Jumat (25/9/2026) pada level 6.263,73 atau melemah 0,55% dibanding penutupan sebelumnya.
Perubahan arah pergerakan itu terlihat dari dinamika sepanjang sesi, ketika indeks sempat menampilkan daya tarik di awal perdagangan tetapi kemudian melemah secara bertahap. Pergeseran dari kenaikan menuju penutupan di zona merah memberi sinyal bahwa sentimen yang menopang lonjakan awal tidak mampu bertahan hingga akhir fase transaksi.
Dalam konteks pergerakan sektoral, komposisi penurunan yang terjadi tidak hanya terkonsentrasi pada satu industri. Pelemahan pada saham-saham industri, yang menjadi yang terdalam di Sesi I, diikuti koreksi pada infrastruktur serta properti, menunjukkan bahwa tekanan jual hadir di beberapa segmen utama pergerakan. Pola seperti ini biasanya membuat indeks lebih sulit kembali menguat karena dorongan beli tidak cukup merata.
Dari sisi emiten, daftar saham yang mengurangi poin juga memperlihatkan karakter pelemahan yang luas. Big caps seperti BYAN, MORA, ASII, dan BRMS ikut menekan pergerakan, disusul pergerakan melemah pada VKTR serta TLKM. Di saat yang sama, tekanan juga datang dari kelompok perbankan dan multifinansial melalui BBRI dan SMMA, serta masih berlanjut pada BNBR dan MPRO, sehingga gambaran yang muncul adalah konsistensi distribusi jual di berbagai lapisan pasar.
Meskipun Bursa Efek Indonesia mencatat nilai transaksi Rp4,51 triliun dengan 20,96 miliar saham yang berpindah tangan melalui 946 ribu kali transaksi, arah IHSG tetap condong koreksi. Dengan kata lain, aktivitas perdagangan yang cukup aktif tidak otomatis mengangkat indeks ketika mayoritas pelaku pasar memilih menahan kenaikan atau memperkuat posisi jual, sehingga penutupan Sesi I berakhir pada 6.263,73 dengan pelemahan 0,55%.












