jurnalistik.co.id – SAMARINDA – Borneo FC Samarinda menutup kompetisi Super League 2025-2026 dengan kemenangan besar di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (23/5/2026). Pesut Etam membungkam Malut United dengan skor telak 7-1 dalam laga yang menjadi penutup manis di hadapan ribuan pendukung sendiri.
Peluit panjang yang dibunyikan wasit pada pukul 18.53 Wita langsung disambut sorak-sorai suporter Borneo FC yang memenuhi stadion. Hasil ini membuat Borneo FC mengakhiri musim dengan cara yang sangat meyakinkan, meski mereka tetap harus puas finis di posisi kedua klasemen akhir.
Borneo FC tampil dominan sejak menit awal dan langsung memberi tekanan kepada Malut United. Serangan demi serangan yang dibangun tuan rumah membuat pertahanan lawan kewalahan, sementara peluang yang tercipta terus mengalir sepanjang pertandingan.
Mariano Peralta menjadi sosok paling menonjol pada babak pertama. Ia membuka keunggulan Borneo FC pada menit ke-7, lalu kembali mencetak gol empat menit berselang pada menit ke-11. Aksinya membuat Borneo FC melesat cepat dan menempatkan Malut United dalam posisi sulit sejak awal laga.
Tak lama kemudian, Juan Villa menambah keunggulan pada menit ke-13. Gol itu membuat Borneo FC unggul 3-0 dan semakin leluasa mengendalikan jalannya pertandingan. Dominasi Pesut Etam terus berlanjut tanpa banyak hambatan dari tim tamu.
Empat gol sebelum turun minum
Koldo Obieta ikut meramaikan pesta gol Borneo FC melalui dua golnya pada menit ke-27 dan menit ke-58. Dengan tambahan dua gol tersebut, Borneo FC sudah mengunci keunggulan 4-0 ketika turun minum, sekaligus menunjukkan efektivitas mereka dalam memanfaatkan setiap celah pertahanan Malut United.
Memasuki babak kedua, alur pertandingan tak banyak berubah. Borneo FC tetap menjaga tekanan dan terus mencari ruang untuk menambah gol. Kualitas serangan mereka membuat Malut United sulit keluar dari tekanan dan terus bertahan di area sendiri.
Malut United akhirnya mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-78 melalui Frets Butuan. Gol bernomor punggung 21 itu membuat skor berubah menjadi 5-1, namun keadaan tersebut tak banyak mengubah arah pertandingan yang sudah sepenuhnya dikuasai Borneo FC.
Setelah itu, Pesut Etam kembali menambah dua gol lagi lewat Muhammad Sihran pada menit ke-79 dan Kaio Nunes pada menit ke-90+4. Dua gol penutup itu memastikan Borneo FC menuntaskan laga dengan kemenangan 7-1 dan menutup musim dengan produktivitas yang sangat tinggi.
Tim paling subur, tapi tetap runner-up
Kemenangan besar ini sekaligus menegaskan status Borneo FC sebagai tim paling subur di Super League 2025-2026. Sepanjang musim, mereka mencetak total 74 gol, jumlah terbanyak dibanding tim lain di kompetisi tersebut.
Meski begitu, Borneo FC tetap harus puas berada di peringkat kedua klasemen akhir dengan 79 poin. Poin mereka sama dengan Persib yang memastikan diri menjadi juara Super League 2025-2026, tetapi Borneo FC kalah head-to-head sehingga harus rela menempati posisi runner-up.
Kemenangan besar itu juga memperlihatkan betapa rapinya Borneo FC menjaga intensitas permainan sejak awal hingga akhir. Mereka tidak memberi banyak ruang bagi Malut United untuk mengembangkan permainan, dan setiap serangan yang dibangun tuan rumah nyaris selalu menghadirkan ancaman nyata ke lini belakang lawan.
Dari sisi penutup musim, hasil ini terasa semakin lengkap karena Borneo FC mampu menunjukkan produktivitas tinggi di laga terakhir. Meski gelar juara lepas ke tangan Persib, performa Pesut Etam tetap meninggalkan kesan kuat bahwa mereka menjadi salah satu tim paling konsisten dan paling berbahaya sepanjang kompetisi.
Atmosfer di Stadion Segiri pun berubah menjadi perayaan besar setelah gol demi gol terus tercipta. Dukungan ribuan suporter memberi energi tambahan bagi tim tuan rumah, sementara skor telak 7-1 menjadi penegasan bahwa Borneo FC menutup musim dengan cara yang layak dikenang oleh para pendukungnya.









