Hukum & Kriminal

Luigi Mangione Mengaku Menembak Brian Thompson dan Mengaku Bersalah Dakwaan Federal

×

Luigi Mangione Mengaku Menembak Brian Thompson dan Mengaku Bersalah Dakwaan Federal

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Luigi Mangione admits killing healthcare CEO and pleads guilty to federal charges

jurnalistik.co.id – Luigi Mangione mengaku bersalah atas dakwaan federal terkait penuntutan lintas negara yang berujung kematian Brian Thompson, CEO UnitedHealthcare. Pengakuan itu ia sampaikan di Pengadilan federal Manhattan pada Jumat, setelah sebelumnya menyatakan tidak bersalah baik di tingkat federal maupun negara bagian.

Dalam pernyataannya kepada pengadilan, Mangione mengatakan, “I shot Mr Thompson in Manhattan and he died.” Ia menyebut perbuatannya terjadi di Manhattan, dan menegaskan kematian Thompson terjadi setelah penembakan.

Berdasarkan dakwaan, Thompson berusia 50 tahun—ayah dari dua anak—ditembak dari belakang pada 4 Desember 2024 saat berjalan menuju sebuah hotel di kawasan midtown Manhattan. Insiden tersebut kemudian menjadi pangkal tuntutan pidana yang melibatkan proses di ranah federal dan juga pengadilan negara bagian.

Jaksa federal menilai kasus ini termasuk dakwaan stalking antarnegara bagian yang mengakibatkan kematian. Setelah sesi persidangan pengakuan bersalah, keluarga Thompson merilis pernyataan yang menyebut pengakuan itu sebagai “an important step toward justice for Brian and for our family”.

Mangione menghadapi ancaman pidana maksimum berupa penjara seumur hidup. Meski demikian, ia juga masih berhadapan dengan dakwaan di tingkat negara bagian. Kuasa hukumnya berupaya agar perkara negara bagian dapat dihentikan setelah pengakuan bersalah di tingkat federal.

Selama proses di pengadilan, Mangione terlihat mengenakan pakaian penjara berwarna krem dan tampak serius. Pengacara Mangione menyampaikan bahwa ia berencana mengajukan pengakuan bersalah untuk dua dakwaan federal yang diajukan kepadanya.

Ketika membaca pernyataan yang disampaikan ke pengadilan, Mangione menyebut bahwa ia merencanakan serangan terlebih dahulu, menyeberang lintas negara dengan niat untuk membunuh, serta menggunakan senjata yang ia cetak dengan printer 3-D. Ia kemudian melengkapinya dengan peredam suara (silencer) serta magasin.

Ia juga menyampaikan bahwa dorongan untuk membunuh Thompson berkaitan dengan pengalamannya bersama sistem layanan kesehatan. Mangione mengatakan ia telah mengalami “after years of enduring severe pains from a broken back”, yakni bertahun-tahun menjalani rasa sakit berat akibat kondisi tulang punggung yang retak atau cedera.

Dalam keterangannya, Mangione menyatakan ia mengetahui UnitedHealthcare akan menyelenggarakan konferensi investor tahunan di Manhattan pada Desember 2024. Ia kemudian melakukan perjalanan ke New York untuk acara tersebut.

Lebih lanjut, Mangione mengemukakan bahwa ia mengirim email kepada UnitedHealthcare sebelum konferensi, dengan menyamar sebagai seorang investor. Ia menyampaikan bahwa ia meminta informasi dengan pertanyaan seputar acara. Dalam pernyataannya, ia mengatakan, “I emailed UnitedHealthcare with the intent to shoot Brian Thompson,”

Pada pagi hari tanggal 4 Desember 2024, Mangione menyatakan ia menembak Thompson di punggungnya. Ia menegaskan dalam kalimat, “On the morning of Dec. 4, 2024 I shot Mr. Thompson in Manhattan in his back.”

Adapun tahap penentuan hukuman untuk dakwaan federal dijadwalkan pada 18 Desember. Sementara itu, keluarga Thompson menyatakan mereka akan terus mencari keadilan di dua wilayah, yakni negara bagian New York dan Pennsylvania—tempat Mangione ditangkap.

Keluarga Thompson juga menegaskan bahwa meski tak ada yang dapat meringankan kehilangan tersebut, mereka mengaku bersyukur sistem peradilan federal telah meminta pertanggungjawaban terhadap pelaku atas tindakan keji itu. Mereka kemudian menambahkan bahwa kini perhatian diarahkan agar putusan hukuman mencerminkan beratnya kejahatan.

Pengakuan bersalah di tingkat federal berpotensi memengaruhi proses di tingkat negara bagian. Pengadilan negara bagian dijadwalkan akan mulai memasuki persidangan pada September, dengan delapan dakwaan terhadap Mangione. Di antaranya termasuk dakwaan pembunuhan tingkat dua, kepemilikan instrumen palsu—yang dikaitkan dengan dugaan pembuatan dan penggunaan SIM palsu—serta enam dakwaan kepemilikan senjata secara kriminal.

Di luar ruang sidang, tim hukum Mangione berargumen bahwa pengakuan bersalah di pengadilan federal membuat perkara negara bagian berpotensi bertentangan dengan prinsip double jeopardy, sebuah perlindungan konstitusional yang mencegah seseorang diproses dua kali untuk perkara yang sama.

Pengacara Karen Friedman Agnifilo menyatakan, “New York law does not permit a person to be prosecuted and punished twice for the exact same crime,”. Ia juga mengungkapkan bahwa dengan mengaku bersalah di pengadilan federal, Mangione telah menerima tanggung jawab penuh atas kematian Brian Thompson dengan frasa “full responsibility”.

Namun, kantor Kejaksaan Distrik Manhattan menyatakan kesiapan untuk melanjutkan penuntutan di tingkat negara bagian. Mereka menyampaikan bahwa pihak keluarga Thompson memperoleh ukuran akuntabilitas pada hari itu, sembari menegaskan bahwa proses litigasi atas upaya pembelaan akan tetap berjalan.

Dalam pernyataannya, kantor kejaksaan menyebut, “We are encouraged that Mr Thompson’s family received a measure of accountability today.” Mereka menambahkan, “While federal sentencing is pending, we are prepared to litigate the defence motions. The Manhattan DA’s Office remains committed to seeking justice for Mr Thompson and his family.”