jurnalistik.co.id – Seorang pria yang diadili di Manchester mengaku bersalah atas sejumlah dakwaan serius terkait perlakuan seksual terhadap istrinya selama bertahun-tahun.
Pengakuan itu disampaikan di Minshull Street Crown Court, pada 14 September 2026 pukul 17:31 BST, dalam sidang lanjutan yang kemudian diumumkan masih terus diperbarui dalam beberapa menit terakhir.
Di ruang sidang, istri terdakwa menyaksikan proses persidangan dari galeri publik dengan didampingi anggota keluarga. Kehadiran keluarga tersebut terlihat saat persidangan berlangsung.
Terdakwa, yang berusia di kisaran enam puluhan, mengulang kata “guilty” di hadapan pengadilan berkali-kali saat menghadapi puluhan dakwaan, termasuk beberapa dakwaan terkait pemerkosaan.
Ia juga mengakui perbuatan yang melibatkan pemerkosaan tanpa sepengetahuan istrinya, serta pelanggaran lain yang mencakup tindakan seksual dengan kekerasan, penyerangan yang melibatkan penetrasi, dan pemberian suatu zat dengan maksud tertentu.
Pengadilan mencatat bahwa pria tersebut mengakui 60 lebih dakwaan terhadap istrinya. Untuk melindungi hak hukum sang istri terkait anonimitas, identitas terdakwa tidak boleh disebutkan.
Pada bagian yang sama, hakim sempat mengundang terdakwa untuk duduk di kursi peradilan (dock) ketika terdakwa terlihat sangat emosional saat mengulang pengakuannya atas banyak tuduhan.
Jaksa menyebutkan, pihak lain yang turut didakwa berjumlah beberapa orang, dengan total 12 terdakwa lainnya yang menolak seluruh dakwaan mengenai tindak pidana seksual serius terhadap perempuan yang sama. Sidang ini dijadwalkan berlanjut dalam beberapa minggu ke depan.
Dakwaan terhadap terdakwa yang mengaku bersalah akan mengarah pada penjatuhan hukuman setelah persidangan terhadap seluruh perkara selesai, pada akhir proses persidangan.
Berita Terkait
- Penyidik menemukan imigran ditahan di kandang luar kecil di “Alligator Alcatraz” Florida
- Juri Dibatalkan Tanpa Putusan di Persidangan Dugaan Ganggu Resepsi Pernikahan Boris Johnson
- Staf NHS Tertidur Saat Hugo Flint-Cahan Dibunuh di Unit Kesehatan Jiwa London Timur: Rolando Torres-Pena, 22, dicekik
Sejauh waktu terjadinya, pengadilan menyebut bahwa perbuatan terdakwa terhadap istrinya berlangsung dalam rentang waktu yang dapat ditelusuri hingga tahun 2004. Sementara itu, tuduhan yang melibatkan terdakwa lain berada pada rentang September 2018 hingga November 2025.
Selain pria utama tersebut, disebutkan pula bahwa seorang terdakwa ke-13 sebelumnya telah mengaku bersalah terkait pelanggaran seksual terhadap perempuan yang sama. Namun, detail identitasnya tidak disebutkan dalam uraian persidangan ini.
Terkait terdakwa lain yang tidak mengakui dakwaan, berikut daftar nama yang disebut di persidangan beserta usia dan asalnya. Philip Wild (58) dari Stockport, Sean Peers (38) dari Stockport, Jordan Wallace (31) dari Manchester, Alan Keelan (42) dari Manchester, dan Jonathan Kirk (43) dari Stockport.
Selain itu, Robert Stewart (70) dari Stockport, Mohammed Sabir (28) dengan status tempat tinggal tidak tetap (no fixed abode), Graham Brougham (74) dari Northwich, Cheshire, serta Richard Townsend (37) dari Rochdale.
Daftar lainnya meliputi Karl Lindsay (55) dari Taunton, Somerset; Daniel Rayner (42) dari Whitstable, Kent; dan David Graves (59) dari Ilkeston, Derbyshire.
Dengan demikian, struktur perkara yang dibahas di ruang sidang memperlihatkan adanya satu terdakwa yang mengaku atas puluhan dakwaan sejak masa lalu, sementara belasan terdakwa lainnya masih menjalani proses peradilan karena menolak pengakuan atas tuduhan yang sama.
Pengakuan terdakwa utama itu menjadi bagian penting dalam rangkaian persidangan di Minshull Street Crown Court, sekaligus menentukan bahwa vonis untuk dakwaan yang telah ia akui akan dijatuhkan setelah persidangan terhadap seluruh perkara selesai.
Sementara itu, proses pemeriksaan terhadap terdakwa yang menyangkal dakwaan akan berlangsung pada fase-fase berikutnya, sesuai jadwal yang diumumkan bahwa persidangan akan berlanjut dalam beberapa minggu.
Selama persidangan, pengadilan menegaskan perlunya menjaga kerahasiaan identitas terdakwa utama demi melindungi hak hukum sang istri, sehingga rincian yang menyangkut orang yang diadili tidak dipaparkan.
Dengan pengakuan tersebut, fokus sidang berikutnya bergeser pada tahapan lanjutan untuk para terdakwa lain yang menolak seluruh dakwaan, sementara proses berjalan dan putusan atas dakwaan yang telah diakui menunggu akhir pemeriksaan perkara secara keseluruhan.












