jurnalistik.co.id – Lionel Messi mengaku lega sekaligus bangga setelah Timnas Argentina menjalani comeback dramatis untuk mengalahkan Mesir 3-2 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta, Amerika Serikat, pada Selasa (7/7/2026) tengah malam WIB.
Argentina sempat tertinggal 0-2 hingga menit ke-78, sebelum akhirnya mencetak tiga gol dalam rentang sekitar 14 menit untuk memastikan tiket perempat final.
“Kami merasa sangat lega. Tidak mudah bangkit setelah tertinggal dua gol, tetapi seperti yang selalu saya katakan, tim ini tidak pernah menyerah,” ujar Messi kepada wartawan setelah pertandingan melalui penerjemah, sebagaimana dilansir Reuters.
Kapten Albiceleste itu menambahkan, “Apa yang dilakukan tim ini di babak gugur sungguh luar biasa. Saya sangat bahagia, terutama untuk semua orang yang bisa merayakan dan menikmati keberhasilan kami lolos. Semoga kami bisa terus melangkah.”
Menurut Messi, daya juang menjadi identitas utama Argentina dalam laga gugur. Ia menegaskan timnya tidak mengubah sikap meski menghadapi situasi sulit sepanjang pertandingan.
Gagal penalti, Messi bangkit di babak kedua
Messi sempat mengalami momen sulit pada babak pertama ketika eksekusi penalti yang ia lakukan berhasil ditepis kiper Mesir, Mostafa Shoubir.
Catatan itu membuat Messi menjadi pemain pertama yang gagal mengeksekusi lebih dari satu penalti dalam satu edisi Piala Dunia.
Namun, pemain berusia 39 tahun tersebut merespons dengan performa yang lebih tajam pada babak kedua, hingga terlibat langsung pada proses gol-gol Argentina.
Umpan yang ia kirim pada menit ke-79 disundul Cristian Romero menjadi gol pertama Argentina. Perubahan momentum itu membuat permainan Argentina kembali hidup setelah sebelumnya tertinggal dua gol.
Empat menit berselang, Messi sendiri mencetak gol penyama kedudukan setelah memanfaatkan umpan Gonzalo Montiel.
Berita Terkait
Gol kemenangan lahir di masa injury time
Setelah kedudukan 2-2, Argentina menutup laga dengan gol penentu yang datang pada masa injury time.
Julian Alvarez mengirim bola panjang kepada Lautaro Martinez, lalu Martinez melepaskan umpan silang ke depan gawang. Bola tersebut kemudian diselesaikan Enzo Fernandez dengan sundulan.
Dengan hasil itu, Argentina menang 3-2 setelah sempat berada di belakang, dan memastikan langkah ke perempat final.
Selain memastikan kemenangan, gol Messi juga memperpanjang jejak statistiknya di ajang tersebut. Berkat golnya ke gawang Mesir, Messi kini telah mencetak 21 gol sepanjang sejarah Piala Dunia.
Ia juga memperpanjang rekor mencetak gol dalam sembilan laga Piala Dunia secara beruntun.
Di Piala Dunia 2026, total delapan gol yang sudah dibukukan Messi membuatnya memimpin daftar sementara perebutan Sepatu Emas.
Kemenangan atas Mesir menjadi salah satu penegasan bahwa Argentina mampu mengubah arah pertandingan di fase-fase akhir. Setelah tertinggal sejak awal, tim kemudian menumpuk peluang dan akhirnya menemukan tiga gol dalam periode yang relatif singkat.
Performa tersebut tidak hanya mengantar Argentina lolos, tetapi juga menghadirkan momen-momen kunci yang melibatkan banyak nama: peran Messi sejak menit ke-79, keterlibatan Cristian Romero melalui sundulan, gol penyama oleh Messi setelah umpan Gonzalo Montiel, hingga gol penentu lewat kerja sama Julian Alvarez, Lautaro Martinez, dan Enzo Fernandez.
Setelah tertinggal sejak awal hingga angka 0-2 bertahan sampai menit ke-78, Argentina kemudian menunjukkan respons yang konsisten dengan menekan hingga menyamakan kedudukan dan akhirnya menang. Kunci dari laga ini terlihat pada rentang waktu ketika tiga gol tercipta cukup berdekatan, termasuk gol penentu yang datang ketika laga memasuki masa tambahan. Perubahan ritme itu membuat duel di Atlanta bergeser dari dominasi Mesir pada fase awal menjadi panggung comeback Albiceleste.
Bagi Messi, pertandingan ini menjadi gambaran tentang kemampuan tim menahan tekanan dan tetap menjalankan rencana permainan meski berada dalam kondisi sulit. Setelah penalti pada babak pertama gagal berbuah, ia justru tampil lebih tajam di paruh kedua dan ikut terlibat langsung pada rangkaian gol. Keterlibatan tersebut terasa sejak momen umpan yang berujung sundulan untuk gol pertama, lalu berlanjut pada kontribusinya saat kedudukan disamakan, sebelum laga ditutup dengan gol kemenangan di menit-menit akhir.
Hasil tersebut sekaligus mempertegas catatan pribadi Messi di Piala Dunia. Golnya ke gawang Mesir membawa total torehan golnya di turnamen menjadi 21 sepanjang sejarah, sekaligus memperpanjang tren mencetak gol dalam sembilan laga Piala Dunia secara beruntun. Di edisi 2026, kontribusinya dengan total delapan gol membuatnya memimpin daftar sementara perebutan Sepatu Emas, sehingga kemenangan atas Mesir memiliki dampak ganda: membawa Argentina lolos dan menambah jejak statistik Messi.












