Nasional

KNPI Pohuwato Sambut Kapolda Gorontalo Baru: Mengawal Harapan, Sekaligus Mengingatkan

×

KNPI Pohuwato Sambut Kapolda Gorontalo Baru: Mengawal Harapan, Sekaligus Mengingatkan

Sebarkan artikel ini

jurnalistik.co.id – Pergantian pimpinan di Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat pelayanan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. KNPI Pohuwato juga memandang momentum ini penting untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Menanggapi amanah yang diberikan kepada Irjen Pol. Nurworo Danang, S.I.K. sebagai Kapolda Gorontalo, Ketua DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pohuwato, Fardiyanto Mohi, menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi. Menurut Fardiyanto, kedatangan figur baru tidak semata-mata dimaknai sebagai pergantian figur, tetapi juga harus menjadi kesempatan menghadirkan energi, perspektif, dan pola kerja baru dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami percaya setiap pemimpin datang membawa pengalaman dan cara kerja yang berbeda. Karena itu, kedatangan Kapolda baru harus dimaknai sebagai kesempatan mempererat hubungan antara kepolisian, pemerintah, pemuda, dan masyarakat,” ujar Fardiyanto, Selasa (06/10/2026).

Meski demikian, KNPI Pohuwato mengingatkan agar perubahan kepemimpinan tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Fardiyanto menegaskan, masyarakat tidak hanya membutuhkan jargon dan seremonial, tetapi juga membutuhkan kehadiran polisi ketika dibutuhkan, ketegasan terhadap pelanggaran, pendekatan humanis, serta keterbukaan dalam menerima kritik.

Fardiyanto juga mengapresiasi upaya kepolisian dalam membangun sinergi bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan sosial. Ia menilai hal-hal positif yang telah berjalan harus dilanjutkan dan diperkuat di bawah kepemimpinan Kapolda yang baru.

Namun, apresiasi tidak berarti KNPI berhenti mengkritisi. “KNPI akan tetap menjadi mitra strategis sekaligus mitra kritis Polda Gorontalo. Kalau polisi bekerja baik, KNPI akan memberikan apresiasi. Jika ada program yang bermanfaat bagi masyarakat, KNPI akan mendukung. Tetapi kalau ada persoalan yang perlu dibenahi, kami akan menyampaikan kritik secara terbuka dan konstruktif,” katanya.

KNPI Pohuwato juga berharap Kapolda Gorontalo yang baru dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas bagi pemuda. Menurutnya, pemuda tidak seharusnya hanya dilibatkan dalam kegiatan seremonial, tetapi juga diberikan ruang berdiskusi dan berkontribusi dalam berbagai persoalan daerah.

Beberapa isu yang dinilai penting antara lain keamanan dan ketertiban masyarakat, penyalahgunaan narkoba, radikalisme, kriminalitas, lalu lintas, konflik sosial, persoalan ruang digital, hingga aktivitas pertambangan. “Pemuda jangan hanya ditemui ketika ada acara seremonial. Libatkan pemuda dalam diskusi mengenai berbagai persoalan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Selain komunikasi dengan pemuda, KNPI mendorong agar pendekatan humanis terus diperkuat tanpa menghilangkan ketegasan aparat dalam menegakkan hukum. “Humanis bukan berarti lembek. Tegas bukan berarti keras kepada rakyat. Ketegasan terhadap pelanggaran dan kelembutan kepada masyarakat harus berjalan bersamaan,” kata Fardiyanto.

Ia juga berharap kritik dari masyarakat maupun organisasi kepemudaan dapat ditempatkan sebagai bagian dari proses evaluasi, bukan dianggap sebagai ancaman terhadap institusi. Menurutnya, demokrasi memberikan ruang bagi perbedaan pendapat dan kritik, sehingga institusi negara harus mampu mendengar kritik tanpa kehilangan kewibawaan.

“Negara yang sehat bukan negara yang tidak pernah dikritik. Negara yang sehat adalah negara yang mampu mendengar kritik tanpa kehilangan kewibawaan,” ujarnya.

Lebih jauh, Fardiyanto menilai keberhasilan kepemimpinan Kapolda baru tidak hanya dapat diukur dari program internal kepolisian, tetapi juga dari tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Menurutnya, kewibawaan polisi tidak hanya lahir dari seragam, pangkat, atau kewenangan, melainkan dari keyakinan masyarakat bahwa kepolisian mampu berdiri di tengah, tidak memihak kepentingan tertentu, terbuka terhadap kritik, dan konsisten menegakkan hukum.

“KNPI bukan cheerleader pemerintah atau aparat. KNPI adalah mitra yang siap berjalan bersama, sekaligus mengingatkan ketika arah perjalanan mulai perlu diluruskan,” tegasnya.

Fardiyanto pun menyampaikan pesan kepada Kapolda Gorontalo yang baru agar kehadiran kepolisian benar-benar mampu menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. “Jangan hanya membuat masyarakat merasa aman ketika melihat polisi. Buat masyarakat merasa aman bahkan ketika polisi tidak terlihat. Itulah ukuran kehadiran institusi,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Ketua DPD II KNPI Pohuwato itu menegaskan pihaknya menyambut kepemimpinan baru dengan penghormatan dan apresiasi, sekaligus membuka ruang kolaborasi. Namun KNPI juga memastikan akan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara konstruktif.

“Kapolda baru, harapan baru. Mari kita lihat bukan hanya apa yang berubah di kantor Polda, tetapi apa yang benar-benar berubah di tengah masyarakat Gorontalo,” pungkas Fardiyanto Mohi.