Olahraga

Berlin Marathon: Tigst Assefa Juara, Cedera Menghentikan Upaya Rekor Dunia Putri

×

Berlin Marathon: Tigst Assefa Juara, Cedera Menghentikan Upaya Rekor Dunia Putri

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Berlin Marathon: Tigst Assefa wins but injury halts world record time

jurnalistik.co.id – Tigst Assefa memenangkan Berlin Marathon, namun cedera membuatnya gagal mengejar rekor dunia putri. Pelari asal Ethiopia itu menuntaskan lomba dengan langkah pincang setelah sebelumnya tampak mengendalikan balapan.

Assefa menyentuh garis finis pada Minggu dengan kondisi yang tidak lagi ideal. Setelah melewati garis, ia sempat kolaps dan harus dibantu dari area lintasan, meski tetap keluar sebagai juara.

Meski terhambat di bagian akhir, Assefa tetap mencatat waktu 2 jam 11 menit 4 detik. Catatan tersebut merupakan waktu tercepat ketiga sepanjang sejarah cabang nomor putri.

Tantangan terbesar sebenarnya bukan sekadar kemenangan, melainkan upaya memecahkan rekor dunia. Rekor tersebut saat ini dipegang Ruth Chepngetich dengan catatan 2:09:56 yang ditorehkan pada Chicago Marathon 2024.

Hasil Chepngetich di Chicago 2024 memang menyisakan bayangan lain, karena ia menerima larangan doping tiga tahun pada 2025. Meski demikian, angka rekor dunia tetap merujuk pada waktu 2:09:56 itu.

Dalam perlombaan di Berlin, Assefa memulai dengan tempo cepat sejak awal. Pada titik 15 km, ia sudah memimpin rombongan dengan keunggulan sekitar satu menit, menandakan rencana balapan berjalan sesuai harapannya.

Di sekitar 35 km, ia bahkan berada di depan ritme yang diperlukan untuk memotong rekor dunia. Assefa dikenal sebagai finisher cepat, sehingga banyak indikator mengarah pada peluang besar untuk menurunkan catatan rekor.

Namun, menjelang tahap akhir, tubuh Assefa mulai menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan yang nyata. Ia perlahan kehilangan akselerasi, ritmenya melambat, dan dorongan untuk memaksa kecepatan puncak tidak lagi bisa dipertahankan.

Walau demikian, hasil Assefa tetap meninggalkan capaian penting. Ia berhasil memecahkan rekor lintasan Berlin yang sebelumnya 2:11:53, catatan yang juga ia bukukan pada tahun 2023.

Performa itu juga menjadi peningkatan dibanding rekor pribadinya sebelum balapan kali ini. Sebelumnya, Assefa memiliki waktu terbaik 2:15:41 yang ia catat pada London Marathon di awal tahun.

Di klasemen putri, balapan menunjukkan dominasi Ethiopia. Lima besar ditempati seluruhnya oleh pelari asal Ethiopia, dengan Bedatu Hirpa meraih posisi kedua dan Dera Dida berada di peringkat ketiga.

Assefa sendiri tercatat sebagai peraih medali perak pada Olimpiade Paris dua tahun lalu. Meski berangkat dengan reputasi sebagai salah satu pelari tercepat, kali ini cedera menjadi penentu yang menghentikan upayanya mencapai rekor dunia.

Di nomor putra, Guye Adola menjadi pemenang. Ia menuntaskan lomba dengan waktu 2:02:50, sekaligus melanjutkan keberhasilan Ethiopia pada edisi Berlin Marathon tersebut.

Kemenangan Assefa dengan waktu 2:11:04 tetap menegaskan kualitasnya, terutama mengingat ia sempat memimpin lebih dari satu menit di pertengahan lomba. Akan tetapi, momen ketika ketidaknyamanan mulai terasa di bagian akhir memperlihatkan bahwa cedera tidak memberi ruang untuk melakukan serangan penuh di detik-detik krusial.

Dengan demikian, Berlin Marathon kali ini menjadi cerita ganda: Ethiopia meraih tampuk juara lewat Assefa di nomor putri, sementara rekor dunia putri tetap berada di tangan Chepngetich. Walau gagal memecahkan rekor, Assefa tetap memahat rekor lintasan baru dan menambah catatan perbaikan atas waktu terbaiknya sendiri.

Keunggulan Assefa sejak fase awal membuat persaingan mulai terasa seperti upaya mengejar batas yang lebih tinggi, bukan sekadar memenangkan balapan. Namun, ketika memasuki periode krusial menuju garis akhir, perubahan pada kondisi fisiknya langsung terasa: dorongan untuk memacu kecepatan puncak meredup, dan ia lebih banyak bergantung pada daya tahan yang tersisa.

Meski rekor dunia putri tidak berhasil dipecahkan, perlombaan tetap menghadirkan catatan yang memperjelas arah peningkatan karier Assefa. Di Berlin, ia memperbarui rekor lintasan yang sempat ia bukukan sebelumnya pada 2023, sekaligus memperbaiki waktu terbaiknya sendiri dari 2:15:41. Di saat yang sama, dominasi Ethiopia juga terlihat dari sapuan posisi lima besar di klasemen putri.