jurnalistik.co.id – Dirlantas Polda Gorontalo mendorong seluruh personelnya agar rutin berolahraga guna menjaga kebugaran tubuh.
Dalam apel pagi gabungan yang digelar di Lapangan Apel Mapolda Gorontalo pada Jumat (30/10/2026), Kombes Pol. Lukman Cahyono, S.I.K., M.H. memimpin jalannya kegiatan.
Apel tersebut diikuti Irwasda, para Pejabat Utama (PJU), serta personel Polda Gorontalo, sebagai wujud penguatan disiplin dan kesiapan pelaksanaan tugas.
Fokus arahan: kesehatan dan kesiapan dinas
Di sela pengarahan, Dirlantas menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan dan pengelolaan keuangan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kesehatan merupakan aspek yang harus diperhatikan setiap personel, karena berkaitan langsung dengan kemampuan menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Polri.
Ia juga mengingatkan personel agar tidak mengabaikan kebiasaan berolahraga, sebab kebugaran tubuh berpengaruh pada performa dalam aktivitas dinas maupun pelayanan kepada masyarakat.
Olahraga kardio untuk daya tahan
Dalam kesempatan itu, Kombes Pol. Lukman Cahyono turut mengarahkan agar personel rutin melakukan aktivitas fisik.
Salah satu jenis olahraga yang dianjurkan adalah olahraga kardio (cardio), yang dinilai bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan jantung sekaligus memperkuat daya tahan tubuh.
Penekanan pada kardio dimaksudkan agar program kebugaran tidak berhenti pada aktivitas sesaat, melainkan menjadi bagian dari pola hidup yang konsisten.
Berita Terkait
Rangkaian kegiatan setelah apel
Usai pelaksanaan apel, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan jalan kaki mengelilingi area Mako Polda Gorontalo sebanyak lima putaran.
Setelah itu, kegiatan diteruskan dengan olahraga mandiri oleh masing-masing personel, sesuai arahan yang disampaikan dalam apel.
Melalui keseluruhan rangkaian tersebut, Dirlantas berharap seluruh personel Polda Gorontalo semakin menyadari pentingnya menerapkan pola hidup sehat, menjaga kebugaran fisik, dan meningkatkan kesiapan.
Dengan kebugaran yang terjaga, personel diharapkan dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat secara lebih optimal, baik dari sisi kesiapan fisik maupun konsistensi menjalankan tugas harian.
Penguatan yang disampaikan juga menegaskan bahwa pembinaan kebugaran bukan sekadar rutinitas sesaat, melainkan bagian dari disiplin yang perlu dijaga dalam setiap tahapan pelaksanaan tugas. Dengan demikian, personel diharapkan tetap siap menghadapi dinamika pekerjaan di lapangan.
Dalam arahan tersebut, Dirlantas mengingatkan agar personel mampu mengatur pola hidup sehari-hari secara seimbang. Kesehatan ditempatkan sebagai fondasi, sementara pengelolaan kebutuhan dan prioritas menjadi bagian dari upaya menjaga kestabilan kondisi tubuh agar tetap prima.
Upaya menjaga kebugaran juga dikaitkan dengan kemampuan menjalankan tanggung jawab sebagai anggota Polri secara optimal. Kebugaran yang terpelihara dinilai akan membantu personel lebih fokus, lebih lincah, dan lebih mampu mempertahankan performa selama aktivitas kedinasan maupun saat memberikan layanan kepada masyarakat.
Lebih lanjut, pengarahan olahraga kardio diarahkan agar kegiatan fisik memiliki dampak berkelanjutan. Aktivitas kardio dipilih sebagai langkah yang mendukung peningkatan daya tahan dan kesehatan jantung, sehingga program kebugaran dapat membentuk kebiasaan konsisten, bukan hanya dilakukan ketika waktu luang.
Setelah apel selesai, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan jalan kaki mengelilingi area Mako sebagai wujud penerapan arahan secara langsung. Pelaksanaan beberapa putaran memberikan kesempatan bagi seluruh personel untuk menjaga ritme fisik sekaligus menanamkan semangat kebersamaan dalam membangun kebiasaan hidup sehat.
Usai kegiatan bersama, personel kemudian melaksanakan olahraga mandiri sesuai arahan yang telah disampaikan. Melalui kesinambungan antara kegiatan kolektif dan latihan secara pribadi, Dirlantas berharap setiap personel mampu mempertahankan kebugaran serta meningkatkan kesiapan untuk bekerja lebih baik dalam rutinitas harian.
Dengan pola yang terbangun secara disiplin, diharapkan kesiapan fisik personel makin matang dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal. Harapannya, setiap individu tidak hanya memahami pentingnya kesehatan, tetapi juga menjadikannya bagian yang melekat dalam cara bekerja dan bertugas.












