jurnalistik.co.id – Pemerintah Provinsi Gorontalo menegaskan komitmennya dalam pembinaan atlet berprestasi melalui program olahraga khusus pelajar yang berlanjut hingga jenjang profesional.
Hal itu disampaikan menyusul prestasi atlet sepak takraw asal daerah yang meraih medali pada ajang ASEAN Games.
Menurut Pemerintah Provinsi Gorontalo, capaian tersebut menjadi bukti bahwa proses pembinaan yang dijalankan tidak berhenti pada tahap latihan, tetapi juga menyiapkan ruang bagi atlet untuk berkembang di level yang lebih tinggi.
Pembinaan melalui PPLP dan SPOBDA
Atlet yang meraih medali ASEAN Games merupakan jebolan program pembinaan olahraga berprestasi yang dilaksanakan Pemprov Gorontalo melalui Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP), yang kini disebut sebagai Sentra Pembinaan Olahraga Berprestasi Daerah (SPOBDA) Provinsi Gorontalo.
Kepala Disparekrafpora Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, menyebut prestasi para atlet tersebut sebagai hasil nyata dari pembinaan yang diselenggarakan pemerintah daerah.
“Kita patut berbangga karena atlet-atlet jebolan PPLP atau SPOBDA Provinsi Gorontalo mampu meraih prestasi sampai ke tingkat internasional. Ini menunjukkan bahwa proses pembinaan yang dilakukan pemerintah daerah memberikan fondasi bagi mereka untuk berkembang dan melanjutkan karier sebagai atlet profesional,” ujar Sultan Kalupe.
Ia menjelaskan bahwa selama menempuh pembinaan di SPOBDA, para atlet tidak hanya memperoleh program latihan. Mereka juga mendapatkan dukungan pembiayaan serta fasilitas tempat tinggal atau mondok selama masa pendidikan.
“Selama kurang lebih tiga tahun mereka dibina, dibiayai dan tinggal di SPOBDA. Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, mereka kemudian melanjutkan karier sebagai atlet profesional. Jadi, proses pembinaan itu nyata dan mereka sendiri yang kemudian membuktikan hasilnya melalui prestasi,” jelasnya.
Dalam konteks pembinaan, Sultan juga menekankan bahwa proses yang berjalan pada periode tertentu memungkinkan atlet menjalani fase pendidikan dan latihan secara terstruktur sebelum kemudian berkiprah sebagai atlet profesional.
Menjawab anggapan kurang perhatian
Sultan menanggapi adanya anggapan bahwa Pemprov Gorontalo tidak memberikan perhatian terhadap atlet berprestasi.
Ia menilai pernyataan tersebut tidak sesuai dengan fakta pembinaan yang selama ini berlangsung.
Berita Terkait
“Kalau ada anggapan bahwa Pemprov membiarkan atau tidak memperhatikan atlet, saya rasa itu pernyataan yang tidak memiliki dasar yang kuat. Faktanya, ada proses pembinaan yang dilakukan sejak mereka masih menjadi atlet pelajar melalui PPLP atau SPOBDA. Bahkan hari ini kita bisa melihat mereka mampu berprestasi sampai ke level internasional,” tegas Sultan.
Baginya, capaian para atlet menjadi indikator bahwa sistem pembinaan yang dijalankan memiliki kesinambungan dan menghasilkan kualitas yang dapat diukur dari prestasi.
Atlet yang disebut sebagai jebolan SPOBDA
Sultan menyebut sejumlah atlet sepak takraw yang mengukir prestasi di antaranya Gelvin Usman, Risky Djaina (lulus tahun 2022), dan Jelki Ladada (lulus tahun 2020).
Ketiganya, menurut Sultan, merupakan atlet yang pernah mendapatkan pembinaan melalui SPOBDA Provinsi Gorontalo.
Lebih lanjut, Noldi Husain disebut sebagai bagian penting dalam sistem pembinaan tersebut karena turut berperan sebagai pelatih yang mengantarkan atlet meraih prestasi.
Noldi merupakan ASN pada Disparekrafpora Provinsi Gorontalo sekaligus pelatih di SPOBDA Provinsi Gorontalo.
“Pelatihnya juga merupakan bagian dari Pemprov Gorontalo. Noldi Husain adalah ASN di Disparekrafpora dan juga pelatih di SPOBDA. Ini menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan tidak berhenti pada proses pendidikan dan latihan, tetapi ada kesinambungan hingga atlet mampu berkembang dan berprestasi di level yang lebih tinggi,” kata Sultan.
Ia melihat keterlibatan pelatih yang berada langsung di lingkungan pemerintah daerah sebagai gambaran kesinambungan pembinaan dari jenjang pelajar hingga prestasi yang lebih tinggi.
Prestasi sebagai motivasi memperkuat pembinaan
Menurut Sultan, prestasi yang diraih para atlet seharusnya menjadi motivasi untuk terus memperkuat sistem pembinaan olahraga di Gorontalo.
“Prestasi ini bukan hanya milik atlet, tetapi juga menjadi kebanggaan Gorontalo. Kita ingin pembinaan seperti ini terus berlanjut, sehingga semakin banyak anak-anak Gorontalo yang memiliki kesempatan untuk berkembang dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.
Sultan juga menegaskan bahwa langkah pembinaan tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie dalam mendorong peningkatan prestasi olahraga.
Bagi Pemprov Gorontalo, keberhasilan atlet sepak takraw menjadi salah satu wujud bahwa program pembinaan yang dijalankan secara terstruktur dapat menghasilkan atlet yang siap bersaing pada ajang internasional.












