Pendidikan

Jangan Anggap Remeh Ngorok Saat Tidur: Bisa Berkaitan dengan Masalah Pernapasan hingga Hipertensi

×

Jangan Anggap Remeh Ngorok Saat Tidur: Bisa Berkaitan dengan Masalah Pernapasan hingga Hipertensi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Jangan Sepelekan Kebiasaan Mendengkur Saat Tidur, Ternyata Bahaya

jurnalistik.co.id – Ngorok saat tidur sering dianggap wajar, apalagi ketika seseorang baru saja beraktivitas berat. Namun, jika kebiasaan itu muncul hampir setiap kali tidur, kondisi ini semestinya tidak dibiarkan begitu saja.

Praktisi kedokteran tidur, dr. Andreas Prasadja, RPSGT, menegaskan bahwa mendengkur secara terus-menerus dapat menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan yang perlu diperhatikan sejak awal. Ia menyebutkan, dalam pengalamannya menangani pasien di Indonesia, banyak orang justru datang ketika keluhan sudah berlangsung lama.

Andreas mengungkapkan bahwa pola tersebut terlihat jelas dari gejala yang menyertai mendengkur, mulai dari mendengkur keras hingga rasa lelah di pagi hari. Keluhan lain yang sering muncul adalah sulit konsentrasi, walau pasien sudah tidur semalaman.

“Selama dua dekade, saya melihat pasien Indonesia datang dengan gejala yang sudah berlangsung bertahun-tahun, mendengkur keras, rasa lelah di pagi hari, sulit konsentrasi, tapi baru mau ke dokter setelah kondisinya sudah serius,” kata Andreas dalam acara Health Talk: Are You Sleeping Right? di Jakarta, dikutip pada Minggu (27/9/2026).

Menurutnya, mendengkur yang sesekali muncul setelah tubuh mengalami kelelahan tidak selalu berarti masalah serius. Perbedaan utama ada pada frekuensi dan konsistensi mendengkur itu sendiri.

“Kalau sesekali mendengkur, memang benar lagi capek doang, enggak apa-apa. Nah, kalau setiap tidur mendengkur, ini yang mesti kita waspadai, enggak boleh diabaikan, karena bisa jadi ada risiko kesehatan,” ujarnya.

Andreas juga menambahkan bahwa gangguan tidur kerap berkaitan dengan kondisi kesehatan lain, terutama gangguan pernapasan saat tidur. Dalam pengamatan terhadap pasien, keluhan tidak berhenti di suara mendengkur saja.

Beberapa keluhan yang disebutnya meliputi rasa lelah yang tetap terasa saat bangun pagi serta kesulitan berkonsentrasi meski sudah tidur semalaman. Sayangnya, ia melihat berbagai gejala tersebut sering dibiarkan berlarut-larut sebelum akhirnya diperiksa.

Lebih lanjut, Andreas menyoroti hubungan langsung gangguan pernapasan saat tidur dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Pernyataan itu ia sampaikan sebagai bagian dari urgensi untuk tidak menunda konsultasi.

“Sejak tahun 2003 sudah dinyatakan sebagai penyebab hipertensi,” ungkapnya.

Dengan demikian, kebiasaan mendengkur yang berulang perlu dipandang sebagai bagian dari gambaran kesehatan yang lebih luas, bukan semata-mata efek kelelahan.

Kualitas tidur, pernapasan, dan tekanan darah

Di forum diskusi yang sama, para dokter membahas bahwa kualitas tidur tidak hanya dilihat dari lama seseorang berada di tempat tidur. Kualitas tidur juga terkait dengan kondisi fisik selama tidur berlangsung, termasuk sistem-sistem tubuh yang terpengaruh.

Dalam pembahasan itu, keterkaitan kualitas tidur juga dikaitkan dengan kesehatan tulang belakang, sistem pernapasan, hingga kondisi urologis. Artinya, tidur yang tidak berfungsi optimal dapat menimbulkan dampak ke berbagai aspek kesehatan, termasuk yang berkaitan dengan tekanan darah.

Selain faktor biologis, kenyamanan tubuh saat tidur juga dipengaruhi oleh sarana yang digunakan, seperti permukaan tempat tidur atau kasur. Karena itu, pilihan kasur tidak hanya soal rasa nyaman, tetapi juga bagaimana tubuh mendapat dukungan saat berbaring.

Forum tersebut menyinggung pengamatan terhadap lebih dari 550 pasien yang menjadi bagian dari riset pengembangan tidur. Riset itu mengevaluasi sejumlah parameter yang mencakup keselarasan tulang belakang (spinal alignment) serta distribusi tekanan pada tubuh selama tidur.

Parameter lain yang dinilai adalah siklus tidur dan frekuensi seseorang terbangun di tengah malam. Dengan pendekatan tersebut, kualitas tidur dinilai sebagai kombinasi dari pergerakan tubuh, respons tidur, hingga perubahan yang muncul sepanjang malam.

Dalam penilaian tersebut, posisi tidur juga menjadi perhatian. Pada saat seseorang tidur dengan posisi menyamping, tekanan tubuh cenderung lebih besar bertumpu pada area bahu dan pinggul.

Pertimbangan keseimbangan antara keselarasan tulang belakang dan titik tekanan tubuh dinilai penting untuk menjaga kesehatan fisik secara menyeluruh. Hal ini disampaikan oleh osteopath Dr. George Michael yang ikut menjelaskan peran kasur terhadap kenyamanan dan keselarasan.

Pengaruh tingkat kekerasan kasur

George menjelaskan bahwa tingkat kekerasan kasur bisa membawa konsekuensi yang berbeda terhadap tubuh. Ia menekankan bahwa kasur yang terlalu keras dan kasur yang lebih empuk sama-sama memiliki potensi dampak tertentu.

“Kasur yang terlalu keras mungkin dapat menjaga keselarasan tulang belakang, tetapi justru meningkatkan tekanan pada titik-titik tertentu. Sementara itu, kasur yang lebih empuk dapat mengurangi tekanan, namun tidak selalu mampu menjaga keselarasan tulang belakang dengan baik,” jelas George.

Penjelasan tersebut memperlihatkan bahwa kenyamanan yang dirasakan saat tidur tetap perlu dipadukan dengan pertimbangan keselarasan tubuh. Dengan kata lain, pilihan kasur semestinya tidak hanya mengikuti preferensi rasa, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana kasur bekerja saat tubuh berada dalam posisi tertentu.

Jika seseorang mendapati pola mendengkur yang hampir selalu terjadi setiap tidur, kombinasi gejala seperti lelah di pagi hari dan sulit konsentrasi menjadi alasan kuat untuk mencari penilaian medis. Andreas juga mengingatkan bahwa banyak pasien datang setelah keluhan berjalan bertahun-tahun, padahal proses perawatan akan lebih efektif bila dilakukan lebih awal.

Karena mendengkur berulang dapat terkait dengan gangguan pernapasan saat tidur dan telah dikaitkan dengan hipertensi sejak tahun 2003, perhatian terhadap kebiasaan tersebut sebaiknya dimulai dari kebiasaan paling sederhana: mengenali perubahan yang terjadi saat tidur. Ketika tanda-tandanya tampak konsisten, konsultasi menjadi langkah yang layak dilakukan.