Bisnis & Ekonomi

Purbaya Siapkan Rp2 Triliun per Hari untuk Bantu BI Jaga Rupiah

12
×

Purbaya Siapkan Rp2 Triliun per Hari untuk Bantu BI Jaga Rupiah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Purbaya Guyur Rp2 T Tiap Hari Bantu BI Selamatkan Rupiah

jurnalistik.co.id – Jakarta, Kementerian Keuangan mengaktifkan Bond Stabilitaion Fund (BSF) untuk membantu Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Langkah ini ditempuh lewat intervensi di pasar obligasi, dengan tujuan menjaga tingkat imbal hasil atau yield tetap kompetitif.

Skema yang dijalankan memanfaatkan dana BSF yang dikumpulkan untuk membeli SBN atau surat utang yang dilepas investor asing. Dengan begitu, pemerintah berharap tekanan di pasar obligasi bisa diredam dan kondisi rupiah tetap terkendali.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, anggaran yang disiapkan untuk menopang skema tersebut mencapai Rp2 triliun per hari. “Saya minta masuk Rp 2 triliun setiap hari,” kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (18/5/2026).

Menurut Purbaya, APBN masih memiliki ruang untuk menggelontorkan dana stabilisasi di pasar obligasi melalui skema cash management. Ia juga menegaskan bahwa dana yang diinvestasikan pemerintah itu tidak akan hilang.

“Kan duitnya enggak hilang, cuma diputar saja supaya ada sedikit sentimen positif di pasar obligasi,” katanya.

Sentimen pasar dan arah rupiah

Purbaya menjelaskan, sentimen positif di pasar obligasi diharapkan bisa mencegah dana asing keluar dari pasar dan memicu tekanan pada pasokan dolar di dalam negeri. Ia menilai, ketika pasar obligasi lebih stabil, investor asing cenderung tetap bertahan bahkan masuk kembali.

“Kalau sentimen positif di situ (bond market), biasanya asing juga ikut masuk dan Rupiah cenderung terkendali, kenapa? karena uangnya enggak keluar lagi. Yang asing enggak jual bond dan kabur keluar. Karena Bond-nya stabil harganya,” kata Purbaya.

Ia menambahkan, stabilnya harga obligasi juga membuka peluang turunnya yield. Bila yield turun, harga bond akan naik dan pemerintah berpeluang memperoleh capital gain. Dengan kondisi itu, pasar obligasi dinilai bisa menjadi lebih menarik.

“Karena bond-nya stabil harganya. Artinya kalau stabil, kalau memang yieldnya turun kita targetkan bisa turun, kalau yield-nya turun kan berarti harga bond-nya naik. Nanti ada potensi capital gain, jadi harusnya sih pasar bond kita menarik,” tambahnya.

Masih dihitung, strategi belum dibuka

Meski begitu, Purbaya menyebut pemerintah masih mengukur sejauh mana intervensi tersebut akan dilakukan. Saat ini, pemerintah juga memiliki Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung langkah itu.

“Kita lihat seberapa jauh kita butuhkan masuk ke sana. Kan saya punya Rp 420 triliun cash yang bisa saya putar di sana, bisa saya putar uang cash saya ke sana, jadi cukup bisa berkesinambungan dilakukan,” katanya.

Di sisi lain, mantan Ketua Dewan Komisioner LPS itu belum bersedia membeberkan rincian teknis skema BSF yang dijalankan. Ia menegaskan, detail strateginya masih menjadi bagian internal pemerintah.

“Nanti itu. Itu strategi kita sendiri,” tuturnya.

Dengan pengaktifan BSF tersebut, pemerintah menunjukkan upaya menjaga stabilitas rupiah bukan hanya melalui kebijakan moneter, tetapi juga lewat dukungan di pasar obligasi. Fokus utamanya adalah menahan gejolak yield, menjaga minat investor, dan mencegah keluarnya dana asing yang bisa memperberat tekanan terhadap kurs.

Jakarta, Kementerian Keuangan mengaktifkan Bond Stabilitaion Fund (BSF) untuk membantu Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Langkah ini ditempuh lewat intervensi di pasar obligasi, dengan tujuan menjaga tingkat imbal hasil atau yield tetap kompetitif.

Skema yang dijalankan memanfaatkan dana BSF yang dikumpulkan untuk membeli SBN atau surat utang yang dilepas investor asing. Dengan begitu, pemerintah berharap tekanan di pasar obligasi bisa diredam dan kondisi rupiah tetap terkendali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *