jurnalistik.co.id – Smartphone kini menjadi bagian dari aktivitas harian banyak orang. Namun, masalah baterai cepat habis tetap sering muncul dan membuat penggunaan terasa tidak leluasa.
Keluhan semacam ini umumnya dipicu oleh kombinasi penggunaan layar, aplikasi yang terus bekerja di latar belakang, kondisi sinyal seluler, hingga usia perangkat itu sendiri. Berikut sejumlah langkah perawatan yang bisa diterapkan agar baterai lebih awet dan tidak cepat drop.
Mengecilkan beban layar Layar berperan besar dalam konsumsi daya karena perangkat bekerja lebih sering untuk menampilkan konten. Karena itu, mulai dari pengaturan kecerahan hingga refresh rate dapat membantu mengurangi penggunaan baterai.
Untuk memantau pemakaian, masuk ke Pengaturan ponsel. Lalu pilih baterai, tekan menu tiga titik di sudut kanan atas, kemudian buka Battery Usage dan tekan menu tiga titik lagi. Setelah itu pilih Show full device usage agar terlihat penggunaan secara lebih lengkap.
Dari sisi penghematan, kecerahan layar sebaiknya diturunkan. Anda juga bisa mengaktifkan kecerahan adaptif agar tingkat terang menyesuaikan kebutuhan, sekaligus menghemat daya saat kecerahan tidak diperlukan.
Selain itu, kurangi screen refresh rate bila perangkat mendukung pengaturan tersebut. Mengurangi waktu auto-lock juga penting karena layar tidak terus menyala menunggu saat ponsel tidak dipakai.
Gunakan wallpaper tanpa animasi, karena wallpaper animasi membuat ponsel memutar video terus-menerus. Pada perangkat dengan layar AMOLED, wallpaper hitam disebut lebih hemat daya karena tidak perlu mengaktifkan piksel.
Jika memungkinkan, gunakan pengaturan yang membuat layar tampil lebih ringkas. Layar yang lebih kecil dilaporkan mengonsumsi daya baterai lebih sedikit dibanding ponsel berlayar lebar.
Menjaga koneksi seluler agar tidak boros Penerimaan layanan yang buruk dapat menguras baterai lebih cepat. Saat sinyal tidak stabil, ponsel akan terus berupaya tetap terhubung dengan tower terdekat.
Untuk mengatasinya, pertimbangkan ganti operator seluler sesuai keandalan di area Anda. Layanan juga bisa dioptimalkan lewat fitur airplane mode ketika berada di lokasi dengan jaringan yang tidak mendukung agar antena ponsel bisa beristirahat.
Anda juga dapat mempertimbangkan perluasan jaringan internet jika operator menawarkan layanan tersebut. Bila kondisi sinyal sering naik turun saat bepergian dalam waktu lama, opsi ini dapat membantu menjaga koneksi lebih stabil.
Bagi yang menghadapi kendala sinyal di rumah, penguat sinyal dapat menjadi alternatif meski biayanya lebih tinggi. Produk semacam ini menggunakan antena luar untuk menangkap layanan dan membaginya ke antena internal di dalam rumah.
Mengendalikan aplikasi yang menguras baterai Beberapa aplikasi dikenal lebih cepat menghabiskan daya terutama saat digunakan intens. Contohnya Youtube dan Netflix, serta sejumlah layanan streaming lainnya.
Berita Terkait
Namun, pengurasan baterai tidak selalu terjadi saat aplikasi dipakai aktif. Facebook, Messenger, Instagram, dan WhatsApp juga disebut bisa menguras daya meski tidak digunakan secara langsung.
Langkah yang dapat dilakukan adalah menghapus aplikasi yang tidak diperlukan. Aplikasi yang jarang dipakai tetap bisa aktif di latar belakang dan menyedot daya, sehingga pembersihan aplikasi yang tidak penting dapat membantu.
Selanjutnya, hentikan aktivitas aplikasi di background. Caranya dengan membuka pengaturan, lalu masuk ke Apps & notifications, pilih Select the app pada aplikasi tertentu, kemudian masuk ke Advanced, lanjut ke Battery. Dari sana, atur Background restriction dan menuju Restrict agar pembatasan berlaku.
Jika ada aplikasi yang berperilaku tidak semestinya dan memicu konsumsi berlebih, pertimbangkan untuk menutupnya. Anda bisa buka Settings, masuk ke Apps & notifications, pilih Select the app, lalu tekan Force stop untuk menghentikan proses aplikasi tersebut.
Praktik lain yang tak kalah penting adalah memakai ponsel secara bijak. Meski seseorang mungkin ingin baterai lebih awet, penggunaan untuk game, menonton film, atau berselancar di jejaring sosial dalam waktu panjang tetap akan mempercepat penurunan daya.
Memahami usia baterai dan pengaruh suhu Baterai smartphone akan kehilangan kinerjanya seiring waktu, dan panas yang konstan juga mempercepat penurunan. Usia perangkat disebut menjadi alasan utama mengapa masa pakai baterai semakin pendek.
Di bagian ini, sumber juga menyinggung bahwa pengguna “memotong usia kapasitas baterai satu atau dua detik setiap kali mengisinya”. Makna utamanya adalah proses pengisian berulang tetap memberi dampak pada kondisi baterai dari waktu ke waktu.
Jika baterai sudah berada di fase lemah, pilihan yang disarankan lebih menekankan tindakan nyata. Salah satunya membeli ponsel baru, karena pada kondisi tertentu tidak banyak yang bisa dilakukan selain mengganti perangkat.
Apabila ponsel memakai baterai yang bisa dilepas, pengguna dapat mengganti baterai dengan yang baru. Namun, untuk ponsel yang baterainya tidak dapat dilepas, penggantian membutuhkan pembukaan perangkat dan disebut memerlukan pengetahuan teknis, sekaligus memiliki risiko.
Perangkat lain yang juga ikut “mengambil” daya Ada pula fitur yang menggunakan baterai meski daya yang dipakai tidak besar. GPS, Wifi, dan Bluetooth disebut tetap memerlukan konsumsi, sehingga sebaiknya dimatikan ketika tidak dibutuhkan.
Kamera juga dapat menghabiskan daya karena proses pengambilan foto dan video cenderung lebih berat. Karena itu, hindari menggunakan kamera terlalu sering bila tujuan Anda adalah membuat baterai lebih tahan lama.
Suhu dingin juga disebut berdampak pada baterai. Roger Gurney, pemilik Arctic Tech Solution, menyampaikan bahwa baterai lithium-ion berhenti mengeluarkan listrik saat cuaca sangat dingin. Solusi yang direkomendasikan tetap menjaga ponsel dekat dengan Anda agar suhu tubuh membantu ponsel tetap hangat.
Terakhir, pastikan sistem ponsel selalu up-to-date. Pembaruan software biasanya membawa peningkatan terkait masa pakai baterai, sehingga sebaiknya lakukan perbaruan ke versi terbaru secepatnya.
Jika Anda butuh cadangan saat mobilitas tinggi, pengisi daya portabel atau paket baterai disebut dapat membuat daya tahan baterai lebih lama tanpa harus terlalu sering melakukan charge. Dengan kombinasi langkah perawatan tersebut, baterai diharapkan tidak cepat mengalami penurunan dan tetap mendukung aktivitas harian.












