jurnalistik.co.id – Hampir tiga pekan setelah mengajukan perpindahan alamat layanan internet MyRepublic, pelanggan masih menerima status laporan “Dalam Proses” tanpa kepastian waktu penyelesaian.
Keluhan ini disampaikan oleh Moza M., yang mengajukan permohonan perpindahan alamat layanan pada 26 Juni 2026. Hingga 15 Juli 2026, proses tersebut dinilainya belum beres, sementara laporan yang ia pantau tetap menunjukkan tahapan yang sama.
Menurut Moza, pada awalnya ia berharap proses perpindahan bisa berjalan cepat sesuai penjelasan yang ia terima. Namun, ketika menghubungi Customer Service MyRepublic, ia mendapatkan jawaban yang berulang: laporannya masih ditangani oleh tim terkait.
Ia menyebut bahwa tidak ada penjelasan yang memberikan perkiraan waktu lebih jelas. Dengan kata lain, setiap kali ditanya, informasi yang diterima hanya mengarah pada status proses tanpa estimasi penyelesaian.
Dalam keterangan yang disampaikan, Moza juga menyatakan bahwa alasan yang disampaikan pihak MyRepublic berkaitan dengan alamat tujuan. Ia mengaku diberi penjelasan bahwa lokasi yang hendak dituju pernah digunakan oleh pelanggan lain, sehingga perpindahan belum dapat dilakukan.
Moza menilai alasan tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi yang ia ketahui. Ia menyebut alamat yang dimaksud sudah tidak lagi dipakai oleh pelanggan sebelumnya, sehingga kendala seharusnya dapat dipetakan dan diselesaikan melalui pengecekan langsung.
Selama masa penantian itu, ia mengaku terus menyampaikan informasi yang ia miliki kepada pihak MyRepublic. Akan tetapi, hingga waktu yang ia laporkan, tidak ada perubahan berarti dalam perkembangan layanan.
Moza juga mempertanyakan ketiadaan langkah teknis di lapangan. Menurutnya, dalam rentang hampir tiga minggu tersebut belum ada teknisi yang datang untuk melakukan survei atau pengecekan lokasi.
Ia berpendapat bahwa bila memang ada masalah pada alamat tujuan, seharusnya pengecekan langsung dilakukan agar hambatan dapat segera terverifikasi. Dengan begitu, proses perpindahan tidak terus berputar pada status “Dalam Proses” tanpa kelanjutan yang nyata.
Berita Terkait
Sebagai pelanggan yang tetap membayar layanan, Moza mengatakan ia merasa dirugikan. Baginya, internet tidak lagi diposisikan sebagai kebutuhan tambahan, melainkan bagian dari aktivitas sehari-hari untuk bekerja, belajar, berkomunikasi, serta mengakses layanan digital.
Ia menambahkan bahwa riwayat laporan dalam aplikasi MyRepublic memperlihatkan adanya beberapa tiket terkait perpindahan alamat. Bahkan, tiket terbaru yang dibuat pada 15 Juli 2026 masih berstatus “Dalam Proses”, tanpa indikasi pembaruan atau tindak lanjut yang dapat ia lihat.
Moza mengatakan tulisannya bertujuan bukan untuk menjatuhkan nama MyRepublic, melainkan sebagai bentuk kekecewaan sekaligus permintaan agar kualitas pelayanan dan penanganan pelanggan diperbaiki. Ia menekankan bahwa yang ia cari adalah kepastian terkait kelanjutan proses yang ia ajukan.
Tanggapan MyRepublic
Atas keluhan tersebut, MyRepublic menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan. Dalam tanggapan tertulis yang diterbitkan pada 22 Juli 2026, perusahaan menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi serta tindak lanjut untuk memastikan proses perpindahan layanan dapat diselesaikan.
Perusahaan juga menyebut telah berkomunikasi langsung dengan Moza untuk menyampaikan permohonan maaf dan memberikan penjelasan mengenai tahapan yang berlangsung. Dalam penjelasan itu, MyRepublic menegaskan adanya proses internal untuk merampungkan perpindahan alamat layanan.
Dalam informasi lanjutan, MyRepublic menyampaikan bahwa perpindahan alamat layanan telah direalisasikan. Layanan internet di lokasi baru disebut sudah aktif dan dapat digunakan secara normal.
MyRepublic menutup tanggapan dengan komitmen untuk meningkatkan kualitas layanan dan proses penanganan pelanggan. Perusahaan menyampaikan bahwa tujuan penanganan yang dilakukan adalah memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh pelanggan.
Sementara itu, kasus yang disampaikan Moza memperlihatkan pentingnya kejelasan informasi bagi pelanggan selama menunggu proses perpindahan layanan. Di sisi lain, pembaruan yang akhirnya dilakukan menjadi penentu bagi kelanjutan layanan di alamat baru yang menjadi tujuan perpindahan.








