jurnalistik.co.id – Seorang pelanggan menyampaikan keluhan terkait layanan perbaikan laptop Mac di Service Center iBOX Plaza Indonesia. Nazly mengatakan ia datang pada 30 Oktober 2025 karena layar mengalami garis-garis.
Menurut Nazly, laptop tersebut kemudian diperiksa dalam waktu yang panjang. Ia juga menyebut prosesnya berlarut-larut dan harus melalui beberapa kali respons yang tidak berjalan sesuai harapannya.
Hingga akhirnya, Nazly menyatakan laptop Mac tersebut baru bisa dibetulkan pada 25 Desember 2025. Setelah perbaikan selesai, ia mengambil perangkat tersebut pada bulan Januari 2026.
Dalam keterangannya, Nazly menyebut biaya yang harus dibayarkan sebesar Rp 9 juta. Ia menggambarkan rangkaian proses itu sebagai pengalaman yang membuatnya kecewa.
Keluhan tersebut, lanjut Nazly, bermula dari ekspektasi pelanggan yang menganggap layanan tersebut dikelola oleh teknisi yang berpengalaman dan berkompetensi. Namun, Nazly menyatakan bahwa yang ia rasakan justru hanya kekecewaan.
Selain pengalaman pada 2025, Nazly juga memaparkan riwayat permasalahan serupa yang pernah terjadi sebelumnya pada perangkat tersebut. Ia mengatakan pada 28 Mei 2015 laptopnya sama sekali tidak menyala.
Menurut Nazly, ia kemudian membawa laptop itu kembali ke Service Center. Di tahap itu, ia mengaku diberitahu bahwa untuk mengetahui bagian yang rusak perangkat perlu direset ulang.
Nazly menyatakan keberatan dengan mekanisme tersebut. Ia menegaskan kekhawatirannya terhadap kemungkinan kehilangan isi data di dalam laptop jika harus dilakukan reset.
Karena tidak ingin mengambil risiko pada data yang tersimpan, Nazly mengatakan ia mencari tempat service lain. Ia mengaku menemukan layanan perbaikan komputer di Sarinah.
Berita Terkait
Ia menyebut proses perbaikan di tempat baru tersebut jauh lebih cepat. Nazly mengatakan dalam waktu empat hari laptopnya kembali seperti semula.
Dalam ceritanya, Nazly menekankan bahwa perbaikan dari Sarinah tidak memerlukan reset. Ia juga menyatakan data tidak hilang dan prosesnya tidak harus menunggu lama.
Nazly membandingkan biaya layanan di Sarinah dengan biaya yang ia keluarkan di iBOX Plaza Indonesia. Ia menyebut biaya di tempat lain tersebut setengah dari biaya Service Center iBOX Plaza Indonesia.
Lebih lanjut, Nazly menuliskan bahwa keluhan yang ia sampaikan belum ditanggapi oleh pihak terkait. Ia menyampaikan hal itu sebagai bentuk perhatian terhadap layanan perbaikan yang menurutnya tidak sesuai harapan pelanggan.
Melalui keluhan tersebut, Nazly ingin menyampaikan pengalaman proses yang ia jalani. Ia berharap layanan perbaikan dapat memberikan kepastian waktu yang lebih jelas, serta prosedur yang tetap mempertimbangkan kebutuhan pelanggan terhadap data yang tersimpan.
Dalam pengaduannya, Nazly juga menyoroti perbedaan cara penanganan yang ia terima saat laptop yang sama sebelumnya mengalami kendala tidak menyala. Ia menggambarkan bahwa saat itu, langkah yang ditawarkan berpotensi melibatkan proses reset untuk mengidentifikasi komponen yang bermasalah, sehingga menimbulkan kekhawatiran berulang tentang keselamatan data.
Ia menilai, persoalan tidak berhenti pada durasi pengerjaan yang memakan waktu panjang, tetapi juga pada ketidakjelasan respons yang ia terima selama rangkaian layanan berlangsung. Menurut Nazly, setiap tahapan yang ia lalui membuatnya merasa tidak mendapatkan arah yang tegas, mulai dari proses pemeriksaan sampai kepastian kapan perangkat akhirnya dapat dipulihkan.
Lebih lanjut, Nazly menyebut perbandingan dengan layanan di Sarinah sebagai bagian penting dari pengaduan tersebut. Ia menjelaskan bahwa perbaikan di tempat lain berjalan lebih singkat, tanpa kebutuhan reset seperti yang sempat dikhawatirkannya, serta berujung pada perangkat yang kembali berfungsi dan data yang tetap aman. Dari sisi biaya, ia menilai selisih yang ia alami juga cukup signifikan dibandingkan biaya yang dikenakan di iBOX Plaza Indonesia.
Melalui pengalaman itu, Nazly berharap pihak terkait dapat menanggapi keluhan yang disampaikan dan menghadirkan prosedur yang lebih mempertimbangkan kebutuhan pelanggan terhadap data. Ia juga menegaskan pentingnya kepastian waktu yang lebih jelas sejak awal, agar layanan perbaikan tidak menimbulkan kekecewaan serupa di masa mendatang.











