jurnalistik.co.id – Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menyampaikan perkembangan rencana pemerintah terkait penyaluran bantuan sosial berbasis digital melalui pembagian telepon seluler (HP) dan pembukaan rekening penerima.
Menurut Dradjad, program itu juga akan disertai pembukaan rekening bagi masyarakat pada desil 1-4, sebagai bagian dari skema penyaluran bansos secara digital.
Ia mengatakan, pihaknya belum memastikan kapan HP tersebut akan mulai dibagikan. Namun, Dradjad tidak menutup kemungkinan bahwa pembagian HP dan pembukaan rekening dilakukan pada waktu yang sama.
“[Tapi] kita harapkan bisa dilakukan [bersamaan]. Karena memang [pembukaan rekening] kita siapkan untuk 2026,” kata Dradjad di sela-sela acara ISEF 2026 di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Dradjad menegaskan arah persiapan program pembukaan rekening sudah dimatangkan lebih dulu. Pemerintah menyiapkan alokasi anggaran untuk pembukaan rekening bagi warga negara Indonesia (WNI) yang berusia di atas 17 tahun pada desil 1-4.
Di dalam alokasi tersebut, terdapat saldo awal untuk rekening penerima sebesar Rp50.000. Ia menyebut bahwa komponen anggaran beserta saldo awal tersebut akan diimplementasikan pada 2026.
“…dan bakal diimplementasikan pada 2026,” lanjut Dradjad dalam kesempatan yang sama.
Dalam konteks program bansos digital, pernyataan Dradjad memberi gambaran bahwa tahapan yang berkaitan dengan kesiapan pembukaan rekening telah memasuki tahap perencanaan yang lebih konkret. Pembagian HP disebut masih berada pada bagian penjadwalan, meski kemungkinan sinkronisasi dengan jadwal rekening tetap dibuka.
Berita Terkait
Dradjad juga menunjukkan bahwa meskipun belum ada kepastian waktu untuk distribusi perangkat, pemerintah berupaya menyelaraskan eksekusi agar program berjalan beriringan. Dengan demikian, penerima yang berada pada desil 1-4 dapat memperoleh akses penyaluran bansos melalui mekanisme digital pada tahun yang ditargetkan.
Rincian yang ia sampaikan mencakup ukuran penerima yang dituju, yakni masyarakat dengan usia di atas 17 tahun serta berada pada desil 1-4. Anggaran yang disiapkan juga memuat saldo awal Rp50.000, yang menjadi bagian dari implementasi program pada 2026.
Sejauh ini, informasi yang muncul dari Dradjad menekankan dua komponen utama yang tengah disiapkan: pembukaan rekening bagi penerima dan pembagian HP sebagai sarana penyaluran bansos secara digital. Keduanya, menurut pernyataannya, dapat direncanakan berjalan bersamaan, mengikuti kesiapan yang sudah dipatok untuk 2026.
Dengan adanya target implementasi pada 2026, pemerintah berharap skema bansos digital dapat memasuki fase pelaksanaan secara terencana. Pernyataan Dradjad juga menjadi penanda bahwa penyiapan anggaran tidak hanya mencakup mekanisme pembukaan rekening, tetapi juga dukungan saldo awal bagi penerima pada desil 1-4.
Hingga saat ini, pemerintah masih menunggu kejelasan jadwal distribusi HP. Meski demikian, Dradjad menyatakan harapan agar pembagian perangkat dan pembukaan rekening dapat dilakukan bersamaan, selaras dengan rencana pembukaan rekening yang sudah disiapkan untuk tahun 2026.
Pada kesempatan yang sama, Dradjad menempatkan rencana bansos digital sebagai rangkaian langkah yang saling melengkapi. Pembagian telepon seluler diposisikan sebagai sarana akses dalam proses penyaluran, sedangkan pembukaan rekening diarahkan untuk menyiapkan kanal penerimaan bantuan secara lebih tertata.
Ia juga menegaskan bahwa persiapan tidak berhenti pada level gagasan, melainkan sudah masuk pada tahap penganggaran dan perincian teknis. Pemerintah menyiapkan dukungan untuk warga negara Indonesia berusia di atas 17 tahun pada kelompok desil 1-4, termasuk adanya saldo awal senilai Rp50.000 yang akan dijalankan sebagai bagian dari implementasi pada 2026.
Meski jadwal distribusi perangkat masih belum dapat dipastikan, arah koordinasi tetap diarahkan agar program berjalan serentak sesuai target waktu. Dengan penjadwalan yang mempertimbangkan kesiapan pembukaan rekening, pemerintah berharap penerima di rentang kelompok yang dituju dapat memperoleh akses penyaluran bantuan melalui mekanisme digital pada tahun yang direncanakan.












