jurnalistik.co.id – Persaingan smartphone flagship di China makin rapat setelah OPPO dan Xiaomi menghadirkan perangkat kelas tertingginya dalam waktu berdekatan. Bloomberg Technoz mencatat, OPPO memperkenalkan Find X10 Pro Max pada 22 September 2026, lalu Xiaomi menyusul dengan Xiaomi 18 Pro Max sehari sesudahnya.
Di kedua kubu, benang merahnya jelas: penggunaan chip berbasis fabrikasi 2 nanometer (2nm) dan kapasitas baterai yang menembus lebih dari 8.000 mAh. Keduanya juga mengedepankan sektor kamera dan layar sebagai elemen pembeda di pasar kelas atas.
Chip 2nm dan baterai 8.000 mAh+
Dengan pilihan fabrikasi 2nm, kedua model ini menempatkan fondasi performa pada generasi chip terbaru. Spesifikasi baterainya pun dirancang berorientasi daya tahan, karena keduanya sama-sama mengusung kapasitas di atas 8.000 mAh.
Komposisi spesifikasi tersebut menjadikan Find X10 Pro Max dan Xiaomi 18 Pro Max tampil sebagai “flagship” yang tidak hanya mengejar kecepatan, melainkan juga keseimbangan kebutuhan harian.
OPPO Find X10 Pro Max: fokus pada kamera utama 200 MP
OPPO merancang Find X10 Pro Max dengan mengutamakan kamera sebagai fitur sentral. Pada bagian belakang, perangkat ini membawa tiga kamera beresolusi masing-masing 200 megapiksel (MP).
Dari sisi desain, OPPO mempertahankan ciri modul kamera persegi dengan sudut membulat khas lini Find. Di dalam modul tersebut, tiga kamera ditempatkan berdampingan, sementara lampu LED disusun pada elemen berbentuk pil di sisi modul.
Branding Hasselblad juga muncul di bagian belakang perangkat, menambah identitas visual bagi lini Find. Untuk variasi warna, OPPO menyiapkan beberapa pendekatan material: varian Moon White menggunakan konstruksi kaca dengan dua tekstur berbeda, sedangkan Warm Orange dan Light Titanium mengandalkan lapisan bertekstur sanded.
Berita Terkait
Untuk layar utama, OPPO menggunakan panel OLED LTPO berukuran 6,78 inci dengan kecerahan puncak 3.600 nit. Layar tersebut mendukung peredupan PWM 3.840Hz dan sensor cahaya ambient lima kanal.
Xiaomi 18 Pro Max: layar AMOLED 2,9 inci di bagian belakang
Xiaomi memilih cara yang berbeda dalam menarik perhatian pengguna. Pada Xiaomi 18 Pro Max, perusahaan menempatkan layar tambahan AMOLED berukuran 2,9 inci pada bagian belakang perangkat.
Layar belakang ini dapat mencapai refresh rate hingga 120Hz dengan kecerahan maksimum 4.000 nit. Fungsinya tidak berhenti pada tampilan statis, karena layar tersebut bisa dipakai untuk menampilkan avatar, foto, notifikasi, kontrol cepat, hingga lebih dari 100 kartu aplikasi.
Menariknya, Xiaomi juga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat avatar yang kemudian dapat ditampilkan di layar belakang. Perusahaan turut menyediakan aksesori boneka kecil berbasis NFC yang dapat ditempelkan pada bagian belakang perangkat.
Integrasi ekosistemnya juga terasa lewat dukungan asisten suara Xiaomi. Layar belakang dirancang untuk menjalankan berbagai perintah melalui asisten tersebut, sehingga pengguna tidak selalu bergantung pada layar depan ketika ingin melakukan kontrol cepat.
Dari sisi fisik, Xiaomi menyiapkan beberapa pilihan material bodi: versi fiberglass memiliki bobot sekitar 235 gram, sedangkan versi kaca mencapai 240 gram. Xiaomi juga menyediakan edisi transparan dengan bagian belakang tembus pandang bernuansa merah, dan edisi ini hanya tersedia pada konfigurasi RAM 16GB serta penyimpanan 1TB.
Dua pendekatan, satu arah flagship
Kalau OPPO menonjolkan kekuatan pada sistem kamera belakang tiga lensa 200 MP, Xiaomi menonjolkan pengalaman layar tambahan di bagian belakang dengan dukungan AI, NFC accessory, serta pemanfaatan asisten suara. Keduanya sama-sama membidik performa melalui chip 2nm dan daya lewat baterai lebih dari 8.000 mAh.
Dengan peluncuran yang berselisih sehari, Find X10 Pro Max dan Xiaomi 18 Pro Max sama-sama menempatkan diri sebagai jawaban untuk pengguna yang mencari flagship modern—baik dari sisi fotografi, maupun interaksi berbasis layar yang lebih “dekat” dengan aktivitas sehari-hari.










