jurnalistik.co.id – Rui Pinto, peretas yang dikenal lewat rilis dokumen terkait Football Leaks, kembali melontarkan serangan terhadap Gianni Infantino. Ia menilai Presiden FIFA itu “should have no place in the future of the game”.
Pernyataan Pinto muncul di tengah proses yang sedang berjalan di Premier League. Manchester City dinyatakan bersalah atas seluruh pelanggaran aturan finansial Premier League selama periode sembilan tahun, meski klub itu terus membantah kesalahan dan masih memiliki waktu hingga 2 Oktober untuk mengajukan banding.
Sebagai pengingat, penyelidikan Premier League terhadap City berawal dari informasi yang dibawa ke ruang publik pada 2018 lewat Football Leaks. Rangkaian tersebut kemudian diberitakan melalui Der Spiegel, dan ikut tersambung dengan penyelidikan terpisah dari otoritas sepak bola Eropa, UEFA.
Dokumen Football Leaks dan tuduhan baru di media sosial
Dalam pesan yang ia sampaikan melalui X, Rui Pinto—sebutan untuk pencipta Football Leaks—mengulang sejumlah tuduhan yang sudah ia sampaikan pada 2018. Ia menuduh Infantino ikut melakukan intervensi untuk membantu Manchester City dan Paris St-Germain menghindari sanksi terkait Financial Fair Play UEFA.
Menurut laporan Der Spiegel, klub-klub tersebut dianggap melakukan “overvalued sponsorship deals” untuk memenuhi aturan FFP. Ketika berhadapan dengan ancaman sanksi atas isu itu, Pinto mengklaim bahwa dokumen-dokumen yang ia rilis menyebut Infantino membantu mengatur agar hukuman yang diterima lebih ringan pada 2014.
Dalam penulisannya, Pinto menyertakan kutipan yang menegaskan tuduhannya. “Back in 2014, there was a man who was already aware of the irregularities involving Manchester City,” tulis Pinto. Ia kemudian menambahkan: “The infamous Gianni Infantino, then Uefa general secretary, abused his authority, shared confidential documents and, in short, outmanoeuvred the investigatory chamber, doing everything in his power to ensure that both Manchester City and PSG would merely receive a fine, avoiding a deeper investigation that could have led to a Champions League ban.”
Pinto juga menyambungkan klaimnya dengan jejak publikasi dokumen. Ia menulis, “All of these details were also revealed through Football Leaks.” Lalu, ia merumuskan penilaian personal yang langsung mengarah pada Infantino: “Given his actions as Uefa general secretary and, more recently, as Fifa president, I can only say, in my humble opinion, that Gianni Infantino has become a cancer on football and should have no place in the future of the game.”
Penegasan UEFA dan jawaban Infantino saat tuduhan pertama muncul
Saat tuduhan itu pertama kali mengemuka, UEFA menyatakan bahwa peran sekretaris jenderal berada dalam wewenangnya untuk membantu proses investigasi. UEFA menegaskan: “This may include discussions, meetings, assistance to help find solutions, and other interactions to assist the [investigating body] in its work.”
Berita Terkait
Infantino sendiri juga merespons dengan menekankan aspek tugasnya. Ia menyebut bahwa pekerjaannya berkaitan dengan perbincangan dan pertukaran dokumen, dengan kalimat: “So if then this is being portrayed as something bad, I think there’s not much I can do more than my job in an honest way, in a professional way and trying to defend the interests of football.”
Infantino menambahkan penjelasan bahwa keterlibatannya bukan sesuatu yang berdiri sendiri. Ia menyampaikan: “job entails having discussions, having conversations, exchanging documents, drafts, ideas, whatever, on many, many, many, many, topics.” Dengan demikian, ia menempatkan konteks tindakannya sebagai bagian dari fungsi profesional dalam organisasi.
BBC Sport disebut telah menghubungi FIFA setelah pernyataan terbaru Pinto. Dalam perkembangan yang lebih luas, Infantino juga menghadapi tekanan yang meningkat, terutama terkait rencana penjualan saham untuk Piala Dunia yang kini sudah ditunda.
Tuduhan “criminal mismanagement” dan mundurnya dukungan dari asosiasi Swiss
UEFA menuduh Infantino melakukan “criminal mismanagement” terkait skema Fifa Forward Enterprise (FFE). Selain itu, Swiss Football Association (SFV) menjadi asosiasi terbaru yang menarik dukungannya terhadap presiden FIFA tersebut.
Langkah SFV itu disertai pernyataan yang menyoroti evaluasi internal. “The decision follows a comprehensive reassessment of developments over the past few months,” demikian bunyi pernyataan SFV. “From the SFV’s perspective, various incidents raise fundamental questions regarding leadership, governance, transparency and decision-making processes within Fifa.”
Baik FIFA maupun UEFA berkedudukan di Swiss, sehingga isu tata kelola dan kejelasan pengambilan keputusan menjadi sorotan lintas lembaga dalam beberapa bulan terakhir. Dalam atmosfer tersebut, pernyataan Rui Pinto menambah lapisan ketegangan karena ia menautkan klaim intervensi dengan fase 2014 dan dampaknya terhadap hukuman yang dipandang lebih ringan.
Jadwal pemilihan Infantino hingga 2027
Di sisi politik kepemimpinan, Infantino akan menjadi kandidat untuk pemilihan keempat kalinya pada Maret 2027. Lawan-lawan politiknya memiliki tenggat hingga 18 November untuk menemukan kandidat alternatif.
Dengan kata lain, polemik yang melibatkan nama Infantino—baik dari tuduhan terkait Financial Fair Play maupun persoalan tata kelola—berpotensi terus memengaruhi iklim kompetisi internal menjelang periode pemilihan berikutnya. Sementara Manchester City menunggu kepastian banding hingga 2 Oktober, pernyataan Pinto kembali mengingatkan publik bahwa diskusi mengenai dokumen dan investigasi sepak bola Eropa masih berada di titik yang belum selesai.

