jurnalistik.co.id – Argentina tampil dengan kepala dingin saat laga tampak berada di luar jangkauannya. Tim asuhan mampu mengamankan kemenangan 3-2 atas Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta, Selasa (7/7/2026) dini hari WIB, setelah sebelumnya tertinggal 0-2 hingga menit ke-78.
Dalam pertandingan yang berlangsung sengit, Argentina mencetak tiga gol dalam rentang sekitar 14 menit untuk membalikkan keadaan. Hasil ini memastikan langkah mereka ke perempat final turnamen.
Pencapaian comeback tersebut mendapatkan sorotan besar dari Enzo Fernandez. Gelandang Chelsea itu menjadi penentu kemenangan melalui gol sundulan dari jarak dekat pada menit ke-90+3, usai menyambut umpan silang panjang Lautaro Martinez.
Namun, titik balik Argentina tidak hadir sejak awal. Mesir justru memimpin lebih dulu saat laga baru berjalan 15 menit. Yasser Ibrahim mencetak gol melalui tandukan memanfaatkan situasi bola mati sehingga membawa Pharaohs unggul 1-0.
Keunggulan itu juga memiliki arti tersendiri bagi Argentina. Gol tersebut menjadi kali pertama mereka tertinggal dalam pertandingan Piala Dunia sejak kekalahan dari Arab Saudi pada laga pembuka edisi 2022.
Empat menit berselang, Argentina memperoleh peluang untuk menyamakan kedudukan. Nicolas Tagliafico dilanggar di kotak penalti, dan wasit menunjuk titik putih.
Lionel Messi yang menjadi eksekutor tidak mampu menjalankan tugasnya. Tendangan penaltinya ditepis kiper Mesir, Mostafa Shoubir, yang menjatuhkan diri ke sisi kiri gawang. Catatan tersebut membuat Messi menjadi pemain pertama yang gagal mencetak lebih dari satu penalti dalam satu edisi Piala Dunia.
Di waktu lain, kegagalan Messi pada penalti berlanjut dengan momen yang nyaris menciptakan gol. Menjelang akhir babak pertama, ia sempat membentur tiang lewat tendangan bebas pada menit ke-31.
Berita Terkait
Mesir sempat menambah keunggulan pada menit ke-59, tetapi gol tersebut tidak disahkan. Wasit menemukan adanya pelanggaran dalam proses terjadinya gol sehingga skor tetap bertahan 2-0 saat itu.
Kemenangan Mesir justru benar-benar menguat pada menit ke-67. Serangan balik cepat berujung pada umpan mendatar Haissem Hassan yang diselesaikan Mostafa Zico dari depan gawang, mengunci keunggulan 2-0.
Memasuki fase akhir, Argentina mulai terlihat menemukan ritme untuk mengejar jarak. Pada menit ke-79, Cristian Romero memperkecil keadaan lewat sundulan. Gol itu lahir dari umpan yang dilepas Messi kepada pemain yang berada di ruang tembak.
Hanya empat menit setelahnya, Messi menebus kegagalan penalti. Ia akhirnya mencetak gol untuk membuat pertandingan kembali hidup, sekaligus menegaskan bahwa waktu tersisa masih bisa dimanfaatkan.
Setelah momen penyama kedudukan, pertandingan bergerak menuju klimaks. Ketika laga memasuki masa tambahan, Enzo Fernandez menyelesaikan babak akhir dengan gol kemenangan melalui sundulan pada menit ke-90+3.
Dengan tiga gol yang tercipta dalam rentang sekitar 14 menit, Argentina menegaskan karakter juara mereka di panggung Piala Dunia 2026. Kombinasi kegigihan mengejar ketertinggalan dan ketajaman di menit-menit krusial akhirnya membawa mereka menyingkirkan Mesir dan melangkah ke perempat final.
Kegagalan Messi dari titik penalti pada babak pertama menjadi salah satu momen yang paling menekan jalannya laga. Selain penaltinya ditepis, upaya Messi lain juga sempat tidak berbuah maksimal karena tendangan bebasnya pada menit ke-31 hanya membentur tiang. Meski demikian, penampilan Argentina tidak berhenti pada ketidakberuntungan tersebut. Mereka tetap mencari celah setelah setiap momen serang, termasuk saat peluang datang lewat situasi di kotak penalti dan ketika pertandingan memasuki fase akhir yang menentukan.
Secara keseluruhan, pertandingan memperlihatkan bagaimana Mesir sempat mampu mengontrol jalannya waktu melalui keunggulan yang dibangun secara bertahap. Keunggulan awal lahir dari situasi bola mati melalui tandukan Yasser Ibrahim, lalu jarak 2-0 sempat terjaga setelah gol pada menit ke-59 tidak disahkan karena pelanggaran dalam proses terjadinya. Mesir kemudian menegaskan keunggulan lewat serangan balik cepat pada menit ke-67 yang berujung penyelesaian Mostafa Zico. Namun ketika memasuki menit-menit krusial, pola bertahan itu mulai retak: Romero memperkecil keadaan, Messi menyamakan, dan Enzo Fernandez menutup pertandingan dengan gol di masa tambahan.












