Peristiwa

Jakarta Barat Dijuluki “Gotham City” akibat Rentetan Begal dan Kejahatan Jalanan

11
×

Jakarta Barat Dijuluki “Gotham City” akibat Rentetan Begal dan Kejahatan Jalanan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Dijuluki "Gotham City", Rentetan Begal dan Kejahatan Jalanan Bikin Warga Jakbar Waswas Pulang Malam

jurnalistik.co.id – Rentetan aksi kejahatan jalanan yang brutal dan berulang dalam beberapa waktu terakhir membuat warga Jakarta Barat dilanda keresahan. Maraknya kriminalitas yang disertai kekerasan terhadap korban membuat wilayah itu bahkan dijuluki bak “Gotham City”, kota fiktif yang identik dengan sarang penjahat dalam serial film pahlawan super Batman.

Rasa waswas itu paling terasa saat warga harus pulang malam. Salah satunya dialami Fajar (26), pekerja di kawasan SCBD, Jakarta Pusat, yang tinggal di Duri Kosambi, Cengkareng. Rute pulang yang biasa ia lalui lewat Jalan Arjuna Utara, Kebon Jeruk, kini membuatnya lebih berhati-hati karena kawasan itu belakangan sering dikaitkan dengan aksi kekerasan jalanan.

Fajar menyoroti salah satu kejadian yang baru saja terjadi di kawasan tersebut, yakni pembegalan pada Senin (4/5/2026) dini hari. Dalam peristiwa itu, korban didorong ke selokan lalu dibacok oleh komplotan bersenjata tajam. Kejadian tersebut membuat rasa aman warga yang melintas di malam hari makin menurun.

“Sebenarnya mau kita muter ke tempat lain pun sama aja, sekarang di mana-mana bahaya. Udah kayak Gotham City, isinya banyak penjahat, kriminal, kekerasan semua. Takutlah kalau kita pulang kerja kenapa-kenapa pas malam,” ucap Fajar.

Dalam catatan Kompas.com, setidaknya terdapat sepuluh kasus kejahatan dengan kekerasan yang terjadi di Jakarta Barat dalam tiga pekan terakhir. Kasus-kasus itu meliputi curanmor bersenjata api di Kebon Jeruk dan Palmerah, begal dan jambret bersenjata tajam di Palmerah dan Tamansari, penyiraman air keras di Rawa Buaya, hingga pembacokan berkedok tawuran di Tambora dan Grogol Petamburan.

Warga ubah cara pulang

Untuk mengurangi risiko menjadi korban, Fajar kini memilih memacu kendaraannya di atas batas aman saat melintasi kawasan rawan. Ia juga menjadi lebih waspada terhadap siapa pun yang berada di pinggir jalan pada malam hari. Menurutnya, situasi seperti ini membuat perjalanan pulang tak lagi bisa dijalani dengan santai seperti dulu.

“Sekarang kalau lewat situ ngebut aja udah, bawa 80-90 (km/jam) kalau memang kosong, yang penting enggak dibegal. Terus jadi panik kalau misal lihat ada orang berhenti atau berdiri di pinggir jalan, bawaannya waswas,” ujarnya.

Tak hanya itu, Fajar juga sempat meminta rekan kerjanya untuk pulang bersama atau berkonvoi saat melintasi jalur tersebut pada malam hari. Langkah itu ia ambil agar perjalanan terasa lebih aman, terutama ketika kondisi jalan sepi dan ancaman kejahatan sulit diprediksi.

Rasa takut serupa juga dirasakan warga lain, salah satunya Shadam, warga Cengkareng yang bekerja di kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Deretan kabar kriminalitas bersenjata yang ramai di media sosial membuatnya semakin cemas ketika harus berkendara malam hari, apalagi saat melintasi wilayah yang dianggap rawan.

“Jangankan malam, sekarang orang kalau nyolong motor itu pasti bawa senpi, dan mereka berani siang-siang, pas lagi ramai. Terus entar kalau misal ada yang ngejar ditembak pakai pistol, kan kita ngeri juga,” ucap Shadam.

Rentetan aksi kejahatan jalanan yang brutal dan berulang dalam beberapa waktu terakhir membuat warga Jakarta Barat dilanda keresahan. Maraknya kriminalitas yang disertai kekerasan terhadap korban membuat wilayah itu bahkan dijuluki bak “Gotham City”, kota fiktif yang identik dengan sarang penjahat dalam serial film pahlawan super Batman.

Rasa waswas itu paling terasa saat warga harus pulang malam. Salah satunya dialami Fajar (26), pekerja di kawasan SCBD, Jakarta Pusat, yang tinggal di Duri Kosambi, Cengkareng. Rute pulang yang biasa ia lalui lewat Jalan Arjuna Utara, Kebon Jeruk, kini membuatnya lebih berhati-hati karena kawasan itu belakangan sering dikaitkan dengan aksi kekerasan jalanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *