Bisnis & Ekonomi

Asing Mengakumulasi Saham ANTM senilai Rp300 Miliar

×

Asing Mengakumulasi Saham ANTM senilai Rp300 Miliar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Investor Asing Diam-diam Borong Saham ANTM Rp300 Miliar - Market

jurnalistik.co.id – Perdagangan saham Rabu, 9 September 2026, ditutup dengan pelemahan pada indeks acuan Bursa Efek Indonesia. IHSG merosot 8,24 poin atau 0,12% ke level 6.678.

Di tengah tekanan tersebut, aktivitas investor asing menjadi salah satu faktor yang terlihat dari arus transaksi. Berdasarkan data pasar reguler, investor asing mencatat jual bersih (net sell) sebesar Rp621,4 miliar pada perdagangan kemarin.

Meski demikian, gambaran yang lebih luas menunjukkan net sell investor asing juga terjadi di seluruh pasar. Secara akumulatif, nilai net sell di seluruh pasar tercatat Rp438,87 miliar.

Net sell terbesar datang dari BBCA

Tekanan paling menonjol pada pergerakan saham berasal dari aksi jual asing terhadap PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Investor asing membukukan net sell terbesar senilai Rp638,62 miliar pada saham tersebut.

Imbasnya, saham BBCA ikut melemah pada akhir sesi Rabu. Perdagangan saham BBCA ditutup turun 2,25% di posisi Rp6.525 per saham.

Selain BBCA, sejumlah saham lain juga mengalami net sell dalam nilai yang relatif besar. Berikut sepuluh saham dengan angka net sell paling masif oleh investor asing sepanjang perdagangan kemarin, Rabu (9/9/2026): PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp638,62 miliar; PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp166,36 miliar; PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Rp142,49 miliar; PT Astra International Tbk (ASII) Rp68,6 miliar; PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp67,31 miliar; PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp45,31 miliar; PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) Rp44,46 miliar; PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) Rp42,87 miliar; PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp40,8 miliar; dan PT Indosat Tbk (ISAT) Rp40,15 miliar.

Pola arus dana yang terkonsentrasi pada beberapa saham besar dan menengah tersebut turut membantu menjaga IHSG tetap tertekan. Dengan mayoritas saham mencatat net sell, sentimen saat penutupan cenderung masih dibayangi aksi pelepasan oleh investor non-domestik.

Namun asing justru akumulasi ANTM

Di balik net sell yang dominan, investor asing juga tercatat melakukan pembelian pada saham tertentu. Pada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), investor asing mencatat net buy terbesar sebesar Rp373,93 miliar.

Dalam konteks perdagangan kemarin, saham ANTM disebut mengalami akumulasi oleh investor asing dengan nilai mencapai Rp300 miliar lebih. Aksi pembelian itu menjadi kontras terhadap tekanan yang terjadi pada saham-saham lain dalam daftar net sell.

Respons pasar terhadap pembelian tersebut terlihat dari pergerakan harga ANTM saat ditutup. Saham ANTM menguat 3,91% dan berada di posisi Rp3.200 per saham pada akhir sesi Rabu.

Dengan demikian, perdagangan Rabu, 9 September 2026, menunjukkan dua wajah sekaligus pada transaksi investor asing. Di satu sisi, net sell yang besar menekan IHSG, namun di sisi lain, pembelian bersih pada ANTM memberikan dukungan pada pergerakan saham tersebut di tengah arus yang melemah pada indeks.

Jika dilihat dari komposisi arus transaksi, tekanan asing tidak hanya tercermin pada besarnya penurunan IHSG, tetapi juga pada konsentrasi penjualan di sejumlah saham yang likuid. Saat net sell terkumpul pada beberapa emiten besar, dampaknya cenderung cepat terlihat pada sentimen penutupan yang cenderung melemah.

Rincian pergerakan juga memperlihatkan adanya pergeseran fokus investor asing pada saham tertentu. Pada saat BBCA menjadi penopang utama aksi jual dengan net sell Rp638,62 miliar dan penurunan 2,25% ke Rp6.525, saham lain justru menunjukkan reaksi berbeda ketika mencatat net buy, sebagaimana terlihat pada ANTM.

Perbedaan tersebut membantu menjelaskan mengapa suasana pasar tetap tidak sepenuhnya satu arah. Di tengah akumulasi net sell di seluruh pasar senilai Rp438,87 miliar, pembelian bersih pada ANTM senilai Rp373,93 miliar—disertai penguatan 3,91% hingga Rp3.200—memberikan penyangga sementara atas laju indeks.

Dengan demikian, perdagangan Rabu tidak hanya dirangkum oleh pelemahan indeks, tetapi juga oleh kontras arah transaksi investor asing: dominan melepas pada banyak saham, namun melakukan akumulasi pada ANTM. Kombinasi dua arus inilah yang membuat penutupan tetap menunjukkan tekanan sekaligus dukungan pada saham-saham terpilih.