Bisnis & Ekonomi

Saham BYAN Di-“Tawar Murah” Haji Isam, Investor Asing Langsung Beralih Jual

×

Saham BYAN Di-“Tawar Murah” Haji Isam, Investor Asing Langsung Beralih Jual

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Investor Asing Lepas Saham BYAN Usai Ditawar Murah Haji Isam - Market

jurnalistik.co.id – Investor asing ramai-ramai melepas saham PT Bayan Resources (BYAN) setelah ditawar murah oleh Andi Syamsuddin Arsyad atau yang dikenal sebagai Haji Isam.

Pergerakan tersebut tercermin dari data transaksi di pasar reguler pada perdagangan Rabu (9/9/2026) yang menunjukkan adanya jual bersih investor asing pada saham BYAN.

Sepanjang hari itu, investor asing mencatat jual bersih senilai Rp10,06 miliar di pasar reguler.

Angka tersebut menjadi bagian dari tren yang lebih panjang, karena posisi jual bersih investor asing di saham BYAN juga masih berlanjut di periode setelah kabar pengambilalihan oleh Haji Isam mulai beredar di kalangan pelaku pasar.

Dalam satu bulan terakhir, posisi jual bersih investor asing mencapai Rp94,09 miliar.

Nilai jual bersih yang terkonsentrasi dalam rentang waktu tersebut memperlihatkan bahwa pelepasan saham tidak hanya terjadi pada satu sesi, tetapi berlangsung bertahap dalam beberapa pekan.

Selain aktivitas investor asing, penjualan juga dibayangi oleh distribusi yang dilakukan sebagian pialang institusi lokal.

Di antara pihak yang disebut melakukan penjualan adalah broker afiliasi Garibaldi ‘Boy’ Thohir, yaitu PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (LG).

Dalam catatan transaksi selama satu bulan terakhir, LG disebut menjual 23,6 ribu lot saham BYAN dengan valuasi Rp35,2 miliar.

Penjualan tersebut dilakukan pada harga rata-rata Rp15.044 per saham selama periode yang sama.

Aktivitas transaksi dan dampaknya pada perdagangan

Perincian nilai jual bersih investor asing pada satu hari perdagangan dan akumulasi sebulan terakhir menggambarkan adanya tekanan jual yang terukur di pasar reguler.

Dengan jual bersih yang tercatat, BYAN menjadi salah satu emiten yang menarik perhatian pelaku pasar pada periode tersebut.

Kondisi pasar juga dipengaruhi oleh konteks penawaran harga yang disebut berlangsung “murah”, yang membuat perhatian berpindah ke strategi yang dilakukan investor setelah kabar itu mencuat.

Di saat yang sama, arus transaksi dari pihak institusi lokal turut memberikan sinyal bahwa distribusi saham terjadi bersama dengan pelepasan yang dilakukan investor asing.

Informasi mengenai penjualan oleh broker afiliasi Garibaldi ‘Boy’ Thohir memperkuat gambaran bahwa aksi di pasar tidak hanya datang dari satu kelompok pelaku.

Rentang periode satu bulan yang sama antara jual bersih investor asing dan penjualan oleh LG juga menunjukkan pola pergerakan yang berjalan paralel dalam waktu relatif berdekatan.

Perubahan posisi investor asing dari nilai jual bersih harian Rp10,06 miliar pada Rabu (9/9/2026) menuju akumulasi Rp94,09 miliar selama sebulan terakhir, sekaligus menandai bahwa saham BYAN berada dalam fokus perdagangan.

Dengan adanya penawaran murah oleh Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam sebagai konteks yang disebut di pemberitaan, keputusan pelepasan saham oleh investor asing menjadi bagian dari dinamika yang tengah dibaca pasar.

Adapun rincian penjualan LG sebesar 23,6 ribu lot dengan valuasi Rp35,2 miliar pada harga rata-rata Rp15.044 per saham menambah detail aktivitas transaksi yang menyertai arus pelepasan tersebut.

Secara keseluruhan, kombinasi data jual bersih investor asing serta penjualan oleh institusi lokal memberikan gambaran bahwa BYAN mengalami tekanan jual yang nyata pada periode setelah kabar penawaran dan pembicaraan pengambilalihan berkembang di pasar.

Akumulasi jual bersih investor asing sebesar Rp94,09 miliar dalam satu bulan terakhir, dengan rujukan transaksi Rabu (9/9/2026) yang mencapai Rp10,06 miliar, menunjukkan bahwa tekanan jual tersebut tidak berhenti pada satu waktu, melainkan berjalan dalam rentang beberapa pekan.

Di sisi lain, aktivitas distribusi yang melibatkan pihak institusi lokal juga ikut memperjelas pola pelepasan. LG disebut menurunkan kepemilikan BYAN melalui penjualan 23,6 ribu lot senilai Rp35,2 miliar, dengan harga rata-rata Rp15.044 per saham pada periode yang sama.

Dengan adanya konteks penawaran yang disebut “murah” serta kabar pengambilalihan yang mulai dibicarakan, perhatian pelaku pasar kemudian bergeser menjadi respons terhadap dinamika perdagangan. Gabungan arus jual bersih investor asing dan penjualan yang melibatkan broker institusi lokal membuat BYAN tetap menjadi salah satu emiten yang dipantau pada fase setelah informasi tersebut mengemuka.