Bisnis & Ekonomi

MBMA Tanggapi Kabar Dual Listing di Hong Kong: Belum Putuskan Rencana Depositary Receipts

×

MBMA Tanggapi Kabar Dual Listing di Hong Kong: Belum Putuskan Rencana Depositary Receipts

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Penjelasan Merdeka Battery (MBMA) Soal Dual Listing di Hong Kong - Market

jurnalistik.co.id – PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mengklarifikasi kabar mengenai rencana perseroan mengkaji pencatatan saham di Bursa Hong Kong.

Melalui surat keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 10/9/2026, Sekretaris Perusahaan MBMA, Teddy Nuryanto Oetomo, menyampaikan bahwa perseroan belum mengambil keputusan apa pun.

Penegasan ini muncul sebagai respons atas informasi yang beredar mengenai kemungkinan skema pencatatan melalui depositary receipts di Hong Kong.

Dalam keterangannya, Teddy menyatakan MBMA belum memiliki keputusan maupun rencana definitif terkait pencatatan tersebut.

“Perseroan belum menetapkan keputusan maupun recana definitif terkait pencatatan saham di Bursa Hong Kong,” kata Teddy lewat keterbukaan informasi, Kamis (10/9/2026).

Ia menambahkan bahwa sampai saat ini perseroan juga belum memiliki informasi yang dapat dibagikan kepada publik sehubungan dengan rencana penjualan depositary receipts yang dimaksud.

Dengan demikian, pihak perseroan menilai belum ada aspek operasional maupun substansi strategis yang sudah ditetapkan secara konkret untuk dijelaskan kepada pemegang saham dan pasar.

Lebih lanjut, Teddy menuturkan bahwa rincian yang masih berada dalam tahap pengkajian belum dapat disampaikan, termasuk tujuan pencatatan, jadwal pelaksanaan, hingga proyeksi dampaknya terhadap kinerja perusahaan.

“Termasuk mengenai tujuan pencatatan, perkiraan waktu pelaksanaan, dampak terhadap kinerja dan strategi jangka panjang perseroan,” tuturnya.

Klarifikasi tersebut menegaskan bahwa setiap pembahasan yang mengarah pada opsi pencatatan di Hong Kong masih berada pada koridor evaluasi, bukan keputusan yang telah diputuskan untuk segera dijalankan.

Dalam konteks pemberian keterbukaan, pernyataan Teddy juga sekaligus menjadi batas informasi yang bisa diteruskan kepada publik pada periode yang sama.

Dengan kata lain, pasar belum memperoleh kepastian mengenai bentuk implementasi, kapan rencana itu akan berlangsung, serta arah strategi jangka panjang yang dikaitkan dengan skema depositary receipts.

Pernyataan ini memberi gambaran bahwa MBMA memilih untuk tidak menyampaikan detail lanjutan sebelum perseroan menetapkan langkah yang bersifat definitif.

Sejauh keterangan yang disampaikan, fokus klarifikasi adalah memastikan tidak adanya keputusan final terkait pencatatan saham di Bursa Hong Kong.

Perseroan juga menegaskan keterbatasan informasi yang tersedia pada tahap ini, sehingga aspek tujuan, perkiraan waktu, dampak terhadap kinerja, maupun strategi jangka panjang masih belum dapat dipaparkan.

Langkah klarifikasi semacam ini biasanya berfungsi untuk menjaga transparansi dan memastikan publik memperoleh informasi yang sesuai dengan status pengambilan keputusan perusahaan.

Melalui surat kepada BEI, Teddy menempatkan perkembangan rencana depositary receipts tersebut pada posisi “belum diputuskan”, sekaligus merinci ruang yang masih belum bisa dibagikan.

Dengan demikian, hingga keterbukaan yang disampaikan pada Kamis 10/9/2026, MBMA tidak menyebut adanya rencana pelaksanaan yang sudah ditentukan, maupun dampak yang telah diestimasi untuk kinerja perusahaan.

Status pengkajian dan belum adanya rencana definitif

Dalam pernyataannya, MBMA menyampaikan bahwa perseroan belum menetapkan keputusan maupun rencana definitif terkait pencatatan saham di Bursa Hong Kong.

Penekanan ini membuat kabar mengenai dual listing atau pencatatan melalui depositary receipts tidak dapat diperlakukan sebagai kepastian kebijakan perusahaan pada saat keterbukaan tersebut dirilis.

Selanjutnya, ruang informasi yang belum dapat dibagikan mencakup sejumlah komponen penting yang biasanya menjadi bahan penilaian pasar ketika sebuah rencana korporasi sudah masuk tahap rencana eksekusi.

MBMA, lewat Teddy, menyatakan belum memiliki informasi yang bisa disampaikan terkait tujuan pencatatan, perkiraan waktu pelaksanaan, dampak terhadap kinerja, serta strategi jangka panjang perseroan.

Karena komponen-komponen itu masih belum dipastikan, publik juga belum bisa menarik kesimpulan berbasis data yang disampaikan langsung oleh perseroan.

Oleh karena itu, klarifikasi MBMA pada keterbukaan informasi ini dapat dipahami sebagai pengaturan ekspektasi bahwa keputusan akhir belum ditetapkan.

Pernyataan tersebut juga menjadi rujukan mengenai batas komunikasi yang dilakukan perusahaan pada periode yang sama, yaitu hanya menyampaikan bahwa proses masih belum mencapai tahap keputusan definitif.

Ke depannya, setiap informasi yang berhubungan dengan keputusan, jadwal, dampak, atau strategi jangka panjang akan bergantung pada tahap lanjutan yang akan ditentukan perseroan setelah pengkajian berjalan.

Sementara itu, keterangan yang disampaikan Teddy pada Kamis 10/9/2026 tetap menegaskan bahwa MBMA belum menetapkan rencana definitif terkait pencatatan di Bursa Hong Kong, termasuk penjualan depositary receipts.

Dengan posisi tersebut, pasar diharapkan menunggu keterbukaan lanjutan jika perseroan nantinya telah menyelesaikan proses evaluasi dan mencapai keputusan yang dapat disampaikan.