Bisnis & Ekonomi

Futures Aset Kripto Berpeluang Tumbuh, Edukasi Risiko Jadi Faktor Utama

×

Futures Aset Kripto Berpeluang Tumbuh, Edukasi Risiko Jadi Faktor Utama

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pasar Berjangka Aset Kripto Potensial, Edukasi Risiko jadi Kunci

jurnalistik.co.id – Pasar berjangka (futures) aset kripto di Indonesia dinilai punya ruang untuk berkembang, terutama ketika edukasi risiko dan literasi pelaku pasar makin kuat. Bittime Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) menyebut pemahaman yang meningkat sebagai faktor kunci agar produk futures bisa tumbuh secara lebih sehat.

Dalam skema futures, pembeli dan penjual menyepakati kontrak jual atau beli suatu aset pada hari ini, sementara penyerahan barang dilakukan pada waktu di masa depan. Dengan karakter seperti itu, aktivitas futures juga menjadi bagian yang melekat dalam ekosistem perdagangan aset digital di banyak negara.

Di tingkat global, perdagangan derivatif pada periode tertentu dilaporkan menyumbang sekitar 79 persen dari total volume perdagangan aset kripto. Namun di Indonesia, perdagangan aset kripto masih didominasi pasar spot, sehingga futures dipandang masih punya peluang untuk memperluas kontribusinya di pasar domestik.

OJK mencatat nilai transaksi aset kripto mencapai Rp 28,58 triliun pada Juni 2026. Angka tersebut naik 24,20 persen secara bulanan month-to-month (mtm) dibanding Rp 23,01 triliun pada Mei 2026, sementara jumlah investor juga telah mencapai lebih dari 22 juta.

Faktor edukasi dan literasi mendorong peluang futures

Ryan Lymn, Direktur Operasional Bittime, menilai kondisi tersebut membuka kesempatan bagi futures untuk berkembang seiring pemahaman pelaku pasar yang makin matang. Ia menekankan pentingnya literasi dan edukasi dalam ekosistem kripto, termasuk pembahasan karakteristik futures dan cara memandang risikonya.

“Pasar futures Indonesia masih memiliki ruang yang besar untuk berkembang. Seiring semakin banyaknya pelaku pasar yang memahami karakteristik futures , kami melihat peluang bagi produk ini untuk menjadi bagian yang semakin penting dalam ekosistem aset digital Indonesia. Perkembangan ini juga bisa didukung dengan adanya peningkatan literasi dan edukasi dalam pasar kripto ,” ujar Ryan dalam keterangan tertulis, Rabu (19/8/2026).

Pada periode beta, aktivitas Bittime Futures menunjukkan profil trader yang beragam. Lima pasangan perdagangan dengan aktivitas tertinggi tercatat adalah BTC/USDT, ETH/USDT, PUMP/USDT, HYPE/USDT, dan PEPE/USDT, yang memperlihatkan minat tidak hanya pada Bitcoin dan Ethereum, tetapi juga pada aset kripto alternatif.

Lebih lanjut, Bittime Futures saat ini menyediakan 49 pasangan perdagangan, memungkinkan posisi long dan short, dengan leverage hingga 25 kali. Platform juga menawarkan cross margin dan isolated margin, sekaligus mewajibkan pengguna menyelesaikan tes pengetahuan (knowledge test) sebelum mengakses futures.

Dalam pandangan Ryan, pertumbuhan aktivitas futures tetap perlu berjalan beriringan dengan peningkatan literasi dan pemahaman risiko, bukan semata dorongan frekuensi transaksi. Ia menempatkan edukasi sebagai bagian penting untuk memperkuat kualitas keputusan trader.

“Pertumbuhan Futures tidak hanya berkaitan dengan peningkatan aktivitas perdagangan, tetapi juga bagaimana trader memahami karakteristik produk dan risiko yang menyertainya. Edukasi dan dialog dengan berbagai pelaku ekosistem menjadi bagian penting untuk mendukung perkembangan pasar Futures yang sehat,” tutur Ryan.

Dialog lewat acara di Bali

Upaya penguatan literasi tersebut, menurut keterangan yang sama, turut dilakukan melalui sebuah event Bittime pada 19 Agustus 2026 di Bali. Acara ini diperkirakan dihadiri sekitar 150 audiens, yang terdiri dari VIP Customer, KOL, trader, komunitas, dan mitra institusi Bittime.

Dalam forum tersebut, pembahasan diarahkan pada potensi crypto futures di Indonesia sekaligus penguatan pemahaman mengenai karakteristik futures. Selain itu, peserta juga memperoleh penjelasan terkait strategi perdagangan dan manajemen risiko yang menyertai produk berjangka.

Bittime juga berharap pertemuan berbagai profil pelaku ekosistem aset digital dapat memberi gambaran perkembangan futures dari sisi peluang maupun tantangan yang dihadapi di lapangan. Melalui pertukaran sudut pandang, diskusi diharapkan membantu pengguna memandang futures secara lebih terukur.

“Pertukaran perspektif antara trader, komunitas, KOL, dan mitra diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai penggunaan Futures secara lebih terukur dan bertanggung jawab,” tutup dia.

Dengan kondisi transaksi yang terus tumbuh dan jumlah investor yang telah melewati angka 22 juta, penguatan edukasi risiko menjadi relevan untuk memperbesar peluang futures berkembang. Pada akhirnya, pasar futures tidak hanya soal peningkatan aktivitas perdagangan, tetapi juga soal cara pelaku pasar memahami produk serta risikonya sebelum mengambil keputusan.