Bisnis & Ekonomi

CNG dari GTM 200 Bar: Cara PGN Menurunkan Tekanan Sampai ke Regulator Rumah Tangga

×

CNG dari GTM 200 Bar: Cara PGN Menurunkan Tekanan Sampai ke Regulator Rumah Tangga

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: CNG Diangkut pada Tekanan 200 Bar, Bagaimana Gas Aman Sampai ke Kompor?

jurnalistik.co.id – Pengoperasian CNG untuk kebutuhan rumah tangga tidak berhenti pada angka tekanan tinggi saat gas tiba di lokasi. Pada jaringan yang dijalankan PGN Group di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, tekanan sekitar 200 bar dari CNG yang dibawa melalui GTM justru diturunkan bertahap agar aman hingga siap digunakan di kompor.

Dengan mekanisme itu, tekanan tinggi yang dibutuhkan saat pengangkutan tidak “dipaksa” langsung sampai ke perangkat di rumah. Penurunan dilakukan lewat rangkaian pengatur tekanan sebelum gas dialirkan ke pipa distribusi dan akhirnya melewati meter pelanggan.

“CNG itu kan memang compressed natural gas. Jadi gas yang dikompres, kemudian dibawa oleh trucking, kemudian disalurkan,” kata Direktur Utama PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) Santiaji Gunawan di Sleman, Yogyakarta, Selasa (19/8/2026).

Penurunan bertahap dari GTM ke jaringan distribusi

Santiaji menjelaskan bahwa tekanan tinggi diperlukan pada proses pengangkutan, karena CNG merupakan gas yang dikompresi. Namun sebelum digunakan pelanggan, tekanannya harus diturunkan terlebih dahulu melalui fasilitas pengatur tekanan yang disiapkan dalam alur penyaluran.

Tim Operasional OMM Area Semarang Faisal Belasokani menerangkan bahwa tekanan sekitar 200 bar di dalam GTM diturunkan menggunakan pressure regulating station (PRS) hingga mencapai output sekitar 3 bar. Faisal menegaskan proses itu memanfaatkan perangkat yang tersusun dari beberapa komponen untuk menurunkan gas dari tekanan awal secara terkendali.

“Dari truk tersebut, kita turunkan tekanannya melalui fasilitas yang bernama pressure regulating station. Itu merupakan perangkat yang tersusun dari beberapa komponen alat untuk menurunkan gas dari 200 bar tadi sampai output-nya di 3 bar,” kata Faisal.

Setelah berada pada kisaran output 3 bar, gas kemudian dialirkan melalui pipa distribusi menuju titik penyaluran berikutnya. Pada tahap ini, pelanggan rumah tangga masih belum menerima tekanan yang sama seperti yang dibawa dalam GTM, karena sistem terus melakukan penyesuaian agar sesuai kebutuhan penggunaan.

RS dan regulator di meter pelanggan

Untuk pelanggan rumah tangga, gas dialirkan melalui regulating station (RS) yang kembali menurunkan tekanan menjadi sekitar 0,3 bar. Dari RS, gas kemudian menuju meter di masing-masing rumah, yang menjadi tahap akhir penyesuaian tekanan sebelum digunakan.

Di meter pelanggan, perangkat regulator menurunkan tekanan dari sekitar 0,3 bar menjadi sekitar 0,03 bar. Dengan pola tersebut, pelanggan rumah tangga tidak perlu memasang regulator tambahan seperti yang lazim digunakan pada tabung LPG, karena penurunan tekanan telah diatur dalam sistem penyaluran jaringan.

Dengan kata lain, arsitektur tekanan pada sistem CNG disusun untuk “mengunci” keselamatan pada tiap segmen jaringan. Gas bergerak dari tekanan tinggi saat pengangkutan menuju tekanan yang lebih rendah secara bertahap, lalu masuk ke tingkat tekanan yang sesuai untuk pemakaian domestik.

Skema untuk kebutuhan komersial

Faisal menyebut bahwa mekanismenya berbeda untuk pelanggan komersial dibandingkan rumah tangga. CNG dapat dikirim secara point-to-point, dan tabung ditempatkan dalam gas room untuk kebutuhan operasional.

Santiaji menjelaskan tekanan untuk kebutuhan komersial dapat berada di kisaran 1-2 bar. Penyesuaian ini menandakan bahwa sistem pengaturan tekanan mengikuti karakter kebutuhan pengguna, bukan sekadar memakai satu angka yang sama di seluruh segmen.

Pengawasan jaringan dan patroli operasional

Selain penurunan tekanan, pengoperasian jaringan juga disertai pengawasan melalui patroli. Dalam pemaparan operasional, disebutkan terdapat dua operator yang disiagakan selama 24 jam.

Petugas tersebut bertugas melakukan patroli jaringan untuk mendeteksi kemungkinan kebocoran serta melakukan pencatatan meter pelanggan. Pengawasan berkelanjutan ini menjadi bagian dari proses agar penyaluran CNG berjalan sesuai standar operasional dan kebutuhan pelanggan dapat dipenuhi secara konsisten.