jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah nyaris 1% pada perdagangan pagi hari ini, Senin (28/9/2026).
Pada sesi awal, indeks bergerak hingga menyentuh 6.179,85.
Pelemahan terjadi tepat pada hari perdana kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mengubah ketentuan batas bawah harga saham.
Jika sebelumnya batas bawah (floor price) berada di level Rp50, ketentuan baru menetapkan level Rp1.
Di tengah perubahan aturan tersebut, tekanan utama disebut berasal dari PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Koreksi pada GOTO disebut menekan IHSG hingga 12,9 poin.
Dampak koreksi GOTO terhadap indeks juga dikaitkan dengan bobot saham tersebut yang besar dalam perhitungan IHSG.
GOTO terkoreksi hingga menyentuh ARB
Saham GOTO bergerak turun hingga titik terendah Auto Reject Bawah (ARB) terbaru.
Pada level tersebut, antrean jual disebut menembus 1 miliar lot pada harga Rp43 per saham.
GOTO sebelumnya pernah menjadi salah satu perusahaan paling bernilai di pasar.
Kapitalisasi itu tercatat sempat menembus US$32 miliar setelah pencatatan saham perdana GOTO pada April 2022.
Pada perdagangan hari ini, perhatian pasar kemudian tertuju pada pergerakan harga GOTO di Rp43 dan antrean jual yang terbentuk saat mekanisme ARB bekerja.
Aturan BEI: penghapusan floor price dari Rp50 ke Rp1
Pembukaan batas harga saham Rp50, yang juga disebut gocap, merupakan implementasi tahap awal dari Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00136/BEI/09-2026.
Keputusan tersebut memuat perubahan terhadap Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas.
Dalam konteks sebelumnya, BEI mengakui bahwa pembukaan floor price Rp50 berlaku di pasar reguler dan tunai.
Berita Terkait
Penghapusan batas bawah dalam kebijakan ini kemudian disebut dapat menambah tekanan pada IHSG.
Hari ini menjadi fase penyesuaian ketentuan batas harga untuk sejumlah saham yang terdaftar.
Dengan demikian, pelaku pasar menghadapi level batas harga yang berbeda dari periode sebelum kebijakan ini berjalan.
DADA turut terimbas, antrean jual di Rp43
Selain GOTO, saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) juga disebut turut tertekan.
DADA menjadi salah satu pemberat IHSG pada perdagangan pagi hari ini.
Menurut penelusuran Tim Riset Bloomberg Technoz, puluhan ribu investor ritel masih menggenggam saham DADA.
Di harga Rp43 per saham, antrean jual DADA disebut membeludak hingga 4,85 juta lot.
Antrean jual pada level yang sama ikut membentuk tekanan pada pergerakan DADA di sesi awal.
Pada pembukaan perdagangan, antrean jual di harga Rp43 juga tercatat pada saham GOTO dan DADA.
Secara keseluruhan, IHSG pagi ini berada dalam tekanan nyaris 1% dengan level 6.179,85.
GOTO disebut menjadi sumber penekan utama melalui koreksi hingga menyentuh ARB serta antrean jual di harga Rp43.
DADA ikut terimbas melalui antrean jual di harga Rp43, seiring kebijakan baru BEI terkait floor price yang mulai diberlakukan pada hari ini.
Pasar kemudian menantikan respons harga pada sesi lanjutan setelah ketentuan batas harga berjalan sesuai aturan terbaru.
Perubahan ketentuan batas bawah juga disebut memengaruhi cara pelaku pasar membaca pergerakan harga, karena level minimum yang sebelumnya Rp50 kini digeser menjadi Rp1. Penyesuaian ini berlangsung bersamaan dengan aktivitas perdagangan awal.
Pada GOTO, mekanisme saat harga mencapai area ARB membuat antrean jual cepat terbentuk. Saat berada di kisaran Rp43, klaim yang muncul menyebut antrean jual menembus lebih dari 1 miliar lot, sehingga sentimen tetap tertekan di sesi pagi.
Momentum tersebut kembali mengingatkan pelaku pasar pada posisi GOTO sebelumnya yang sempat tercatat bernilai sangat besar setelah pencatatan saham perdana pada April 2022, saat kapitalisasi disebut menembus US$32 miliar.
Sementara itu, tekanan juga diarahkan pada DADA. Di harga Rp43, antrean jual disebut membeludak hingga 4,85 juta lot, dan riset yang disebutkan mengindikasikan masih ada puluhan ribu investor ritel yang memegang saham tersebut, membuat dinamika perdagangan pagi tetap berlanjut.












