jurnalistik.co.id – John Healey akan membuka konferensi tahunan Partai Buruh dengan sebuah janji mengenai “new age of industrialisation” untuk Inggris. Dalam pidato pertamanya sebagai kanselir yang dijadwalkan pada Senin, ia menegaskan arah kebijakan industri yang berfokus pada manufaktur lanjutan.
Seperti dilaporkan Brian Wheeler dan Iain Watson, Healey akan menyampaikan kepada para delegasi bahwa “our coal mines are not coming back”. Ia juga menggarisbawahi bahwa Buruh berupaya merombak jejak industri Inggris dari masa lalu agar relevan “for the modern age”, terutama lewat dukungan bagi sektor manufaktur yang lebih maju.
Pidato tersebut tidak hanya membahas manufaktur. Healey juga akan mengumumkan rencana untuk memperkuat industri galangan kapal Inggris, termasuk rencana pemesanan baru untuk kebutuhan Angkatan Laut Kerajaan, seperti dok apung Royal Navy serta sebuah kapal riset maritim.
Menjelang pidato, tekanan politik dan ekonomi turut membayangi kanselir. Tinggal sekitar sebulan sebelum Budget pertamanya, Healey menghadapi tuntutan untuk memangkas belanja atau menaikkan pajak guna menekan biaya pembiayaan utang pemerintah yang terus meningkat. Namun, ia diperkirakan tidak akan merinci isi paket Budget dalam pidato konferensi di Liverpool.
Sebagai gantinya, Healey akan mencoba membangun gambaran optimistis mengenai masa depan industri Inggris. Ia dijadwalkan mempresentasikan visi yang akan ia sebut sebagai “new confidence in Britain”, sekaligus menempatkan agenda industri sebagai bagian dari strategi pemulihan kepercayaan publik.
Dok apung dan kapal riset maritim sebagai prioritas
Dalam rencana yang akan diumumkan, tiga dok apung baru akan dibangun di dalam negeri untuk HM Royal Naval Base Clyde, berlokasi di Faslane. Healey akan menyatakan bahwa pembangunan tersebut dilakukan di Inggris, bukan melalui tender internasional—sebuah langkah yang rancangannya pertama kali dipaparkan pada 2023.
Dok-dok itu diperkirakan menjadi peningkatan bagi fasilitas Faslane untuk generasi berikutnya kapal selam Inggris. Dok apung tersebut juga merupakan bagian dari program peningkatan yang lebih luas senilai £15bn untuk galangan dan yard Angkatan Laut Kerajaan, dengan target mulai beroperasi pada awal dekade 2030-an.
Rencana serupa juga menyasar bidang riset kelautan. First Secretary of State Louise Haigh, melalui pidato pada Minggu, menyebut pemerintah akan mengadakan kapal riset maritim baru sebagai bagian dari rencana untuk “new era of reindustrialisation”.
Healey diperkirakan mengumumkan pendanaan sebesar £115m untuk proyek kapal riset tersebut. Kapal ini juga ditargetkan mulai bertugas pada awal dekade 2030-an.
Sebelum pidato, Healey menyampaikan pernyataan yang menekankan aspek keamanan dan ketahanan industri. Ia mengatakan, “By backing British shipyards, we are not only boosting national security but also securing resilience in the industries that will drive growth today while building the capabilities the country needs for the future.”
Respons pihak oposisi dan dukungan serikat pekerja
Berita Terkait
Dari kubu oposisi, rencana tersebut mendapat kritik. Shadow chancellor Andrew Griffith menyebut kebijakan itu sebagai “reheated announcements” dan menilai tidak ada “no clarity on where the money is coming from”. Ia menambahkan, “Labour are running scared of making the tough choices needed to pay for Britain’s defence. All they can offer is reannounced docks and more hot air from Healey. Only the Conservatives will cut the welfare bill to fund defence.”
Sementara itu, dukungan datang dari kalangan serikat pekerja. Charlotte Brumpton-Childs, sekretaris nasional GMB—yang mengkampanyekan rencana ini—mengatakan langkah tersebut akan menjadi “a massive boost” bagi sektor galangan kapal Inggris.
Brumpton-Childs juga menyoroti masalah kontrak yang dinilai berpindah ke luar negeri. Ia menyatakan, “For too long juicy contracts have been sent to overseas – often subsidised – yards. This policy could reinvigorate UK yards and the communities that depend on them.”
Perdana Menteri Andy Burnham—yang dijadwalkan menyampaikan pidato konferensi besar pada Selasa—sebelumnya telah berbicara tentang target “reindustrialise” Inggris. Ambisinya itu turut dibicarakan dalam pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada pekan lalu.
Tanda tekanan ekonomi dan seruan pada kebijakan biaya hidup
Di sisi lain, kabar ekonomi yang menjadi latar juga ikut disorot. Pada Senin, survei yang akan dipublikasikan oleh Confederation of British Industry (CBI) diperkirakan menyoroti penurunan aktivitas ekonomi pada sektor-sektor kunci seperti ritel dan layanan dalam tiga bulan hingga September, sementara manufaktur turun lebih moderat.
Alpesh Paleja, deputy chief economist CBI, menyebut kenaikan biaya energi dan biaya lapangan kerja—dikombinasikan dengan lemahnya permintaan—terus menekan margin keuntungan. Ia menambahkan, “Uncertainty ahead of next month’s Budget is also holding back activity in some sectors. Against the backdrop of renewed fiscal pressures, the Budget must draw a clear red line under any more rises in the cost of hiring, investing and doing business.”
Healey juga mendapat dorongan dari para pendukung Buruh di lingkungan serikat pekerja untuk melakukan langkah lebih lanjut guna mengatasi biaya hidup. Sharon Graham, general secretary Unite, meminta Healey untuk “do something for workers and the working class” dalam Budget.
Graham mendesak agar ambang batas pajak penghasilan tidak dibekukan (“unfreeze income tax thresholds”), agar uang kembali masuk ke kantong masyarakat. Ia juga menyerukan tindakan lanjutan terkait tagihan energi.
Skema pelatihan serikat pekerja dan pembaruan keterampilan
Dalam pidatonya, Healey juga berencana membawa kembali sebuah skema pelatihan yang dijalankan serikat pekerja. Tujuannya adalah membantu pekerja di Inggris memperoleh keterampilan baru dan menyesuaikan diri ketika perubahan teknologi—termasuk AI—mengubah tempat kerja.
Skema tersebut akan didanai melalui Union Learning Fund sebesar £15m dari anggaran yang berasal dari pajak. Program ini tidak mensyaratkan karyawan harus menjadi anggota serikat, dengan dukungan mulai dari keterampilan dasar bahasa Inggris, matematika, hingga digital, serta pelatihan untuk pekerjaan pada industri yang berkembang seperti manufaktur lanjutan.












