Internasional

Andy Burnham: Inggris bisa menilai opsi bergabung kembali dengan Uni Eropa

×

Andy Burnham: Inggris bisa menilai opsi bergabung kembali dengan Uni Eropa

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Move to rejoin EU among options for UK, says Andy Burnham

jurnalistik.co.id – Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, menyatakan bahwa kemungkinan Inggris bergabung kembali dengan Uni Eropa (UE) termasuk salah satu opsi yang layak dikaji untuk membentuk ulang hubungan jangka panjang negara itu dengan Eropa.

Pernyataan Burnham muncul setelah ia menilai kesepakatan Brexit yang berlaku saat ini “lebih banyak mudarat daripada manfaat” bagi Inggris. Ia juga mengatakan ingin melihat “apa yang bisa dilakukan” guna memperbaiki relasi dengan UE.

Burnham menyampaikan hal itu kepada BBC, sekaligus mengaitkannya dengan rencana pembahasan yang lebih luas di pertemuan puncak dengan UE yang dijadwalkan tertunda. Dalam narasinya, tujuan utama pertemuan tersebut adalah membuka sejumlah pilihan, bukan sekadar mengulang sikap lama.

Di panggung politik dalam negeri, langkah ini berpotensi menjadi garis pemisah besar pada pemilihan umum berikutnya. Partai Konservatif menuduh Burnham mencoba “membuka kembali luka lama” dengan menghidupkan kembali pertempuran politik era Brexit.

Sebelumnya, pada pidato konferensi Partai Buruh, Burnham berjanji untuk mengeksplorasi hubungan yang lebih dekat dengan blok tersebut pada pertemuan puncak akhir tahun nanti. Ia menekankan bahwa pemerintahan perlu kejelasan mengenai arah hubungan Eropa untuk dekade berikutnya.

Namun, tidak semua komentar Burnham terdengar konsisten jika dilihat dari waktu sebelumnya. Pekan lalu, ia masih membuka kemungkinan kampanye pada pemilu mendatang demi mandat untuk bergabung kembali ke UE, sambil mengingatkan agar pendekatan politik tidak “mengulang” perdebatan Brexit secara mentah.

Ketika menjadi kandidat pada pemilihan sela Makerfield yang membawa kembali namanya ke parlemen, Burnham pernah berkomitmen tidak “mengulang” argumen Brexit. Ia juga menyatakan bukan berarti Inggris sedang mengajukan usulan untuk mempertimbangkan bergabung kembali dengan UE pada saat itu.

Komentar terbaru Burnham, menurut pembacaan BBC, menjadi indikasi paling jelas bahwa ia mungkin bersiap mengambil langkah tegas yang berbeda dari manifesto Partai Buruh pada pemilu 2024. Manifestonya pada waktu itu menegaskan “membuat Brexit bekerja” sambil menutup kemungkinan bergabung kembali ke serikat bea cukai maupun pasar tunggal.

Di sisi lain, pendahulunya, Sir Keir Starmer, sebelumnya berupaya melakukan penataan yang lebih terbatas dalam hubungan dengan UE. Upaya itu mencakup penyelarasan standar pangan UE, kesepakatan visa untuk kelompok muda, serta menyambungkan kembali industri Inggris dengan rezim perdagangan karbon UE.

Berangkat dari perubahan kepemimpinan tersebut, pertemuan puncak musim panas dengan UE sempat ditunda hingga akhir tahun ini. Dalam konteks yang sama, Burnham juga mengatakan ingin mempublikasikan rencana sepuluh tahun untuk mentransformasi ekonomi Inggris.

Dalam wawancaranya di program Today BBC Radio 4, Burnham mengatakan ia tidak ingin membiarkan pertanyaan mengenai hubungan Inggris-UE “menggantung”. Ia menilai pemerintah perlu menyatakan secara tegas ke mana arah Inggris dalam satu dekade ke depan.

Ketika ditanya apakah ia menginginkan Inggris bergabung lagi ke UE, Burnham menjawab bahwa ia ingin “menelaah opsi yang ada”. Ia juga mengakui sebelumnya ia pernah mendukung gagasan seperti itu dalam hidupnya, meski ia menambahkan bahwa hal tersebut belum tentu menjadi kenyataan pada situasi saat ini.

Burnham menyebut bahwa Inggris bisa saja tetap berada pada posisi sekarang, dan ia menilai opsi itu akan sah apabila masyarakat memandang keputusan itu sebagai tempat yang tepat. Ia kemudian membuka kemungkinan lain, mulai dari rencana yang pernah disuarakan George Osborne terkait serikat bea cukai, hingga pandangan Liberal Demokrat mengenai pasar tunggal.

Selain itu, Burnham menyatakan ada juga opsi yang lebih jauh, yakni “melangkah sepenuhnya”. Dengan kata lain, ia menempatkan isu ini sebagai pilihan bertingkat yang perlu ditimbang, bukan satu keputusan tunggal yang langsung dipastikan sejak awal.

Ia menambahkan bahwa sejumlah opsi memang harus dipertimbangkan. Pemerintah, menurutnya, perlu menilai apa yang benar-benar dapat dilakukan serta menimbang pro-kontra dari masing-masing jalur.

Dalam pidato konferensi Partai Buruh pada Selasa, Burnham menyatakan Brexit telah mengurangi kendali Inggris atas imigrasi dan ekonomi. Ia mengatakan tidak yakin bahwa hubungan saat ini sudah “cukup baik”, dan mengaitkannya dengan kebutuhan perubahan arah kebijakan.

Burnham juga mengatakan kepada para aktivis bahwa pertemuan puncak yang dijadwalkan ulang nantinya bisa dipakai untuk memaparkan “berbagai opsi” bagi hubungan jangka panjang Inggris dengan Eropa. Ia berjanji untuk mencari kesepakatan atas satu opsi guna memperjelas posisi Inggris, meski tidak merinci bagaimana ukuran atau mekanisme pengujiannya akan dilakukan.

Menanggapi pidato Burnham, wakil pemimpin Partai Konservatif Alex Burghart menyatakan bahwa Partai Buruh tidak bisa menyalahkan keputusan ekonomi yang dinilai buruk pada pemungutan suara yang terjadi lebih dari satu dekade lalu. Ia juga menilai pemerintah Buruh seolah membawa Inggris kembali ke UE lewat “jalur belakang” melalui apa yang disebut “reset” hubungan UE.